kumparan
29 Jul 2019 15:02 WIB

Transfer Pogba Bisa Jadi Kabar Buruk untuk Modric atau Kroos

Paul Pogba ketika mengkesekusi penalti pada laga versus Southampton. Foto: Carl Recine/Reuters
Rumor transfer yang melibatkan Real Madrid tak kunjung mereda meski tim ibu kota Spanyol itu telah menghabiskan 303 juta euro untuk lima pemain. Salah satu nama yang cukup santer dikaitkan dengan Los Blancos yakni Paul Pogba.
ADVERTISEMENT
Maklum saja, Pogba sendiri merupakan pemain favorit bagi pelatih Zinedine Zidane. Berkali-kali sang juru taktik mengutarakan keinginan merekrut kompatriotnya asal Prancis itu.
Untuk mewujudkan keinginan Zidane, Madrid bisa menawarkan kesempatan bermain di Liga Champions. Sesuatu yang tak bakal didapatkan Pogba jika bertahan di Manchester United musim depan.
Nah, saga transfer Pogba turut mengundang atensi Santiago Solari, sosok yang menghabiskan lima bulan sebagai pelatih interim Madrid sebelum Zidane datang. Menurut Solari, kedatangan Pogba berpotensi meningkatkan persaingan di lini tengah Madrid.
"Semua masih spekulasi. Saya sendiri tak mengetahui siapa pilihan tepat untuk Real Madrid saat ini. Ada pihak lain yang mengambil keputusan," ujar Solari kepada ESPN.
"Yang bisa saya katakan, jika Pogba atau pemain selevel datang ke Real Madrid, lini tengah Real Madrid akan menghadirkan persaingan sengit. Lalu, nama besar juga harus mengisi bangku cadangan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Benar kata Solari. Untuk saat ini, sektor tengah Madrid masih dipadati nama-nama top macam Luka Modric dan Toni Kroos. Dua nama inilah yang selalu menjadi pilihan utama dalam formasi 4-3-3 ala Zinedine Zidane.
Menurunkan Modric, Kroos, dan Pogba sekaligus tentu bukanlah pilihan bijak buat Zidane. Ketiganya tak memiliki kemampuan bertahan mumpuni. Lagi pula, Madrid masih mempunyai Casemiro sebagai jangkar pemutus serangan lawan.
Itu berarti, salah satu dari Modric atau Kroos mesti kehilangan jatah tampil secara reguler jika Madrid sukses mendatangkan Pogba nantinya. Dengan kata lain, perekrutan Pogba bisa menjadi kabar buruk buat Modric atau Kroos.
Kendati demikian, Solari tetap melihat sisi positif dari perekrutan Pogba. Utamanya menyoal regenerasi lini tengah. Pasalnya, Kroos telah menginjak 29 tahun dan Modric empat tahun lebih tua. Dengan umur 26 tahun, Pogba tentu bisa menjadi solusi untuk jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Paul Labile Pogba beraksi di pertandingan Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain. Foto: AFP/Oli Scarff
"Modric dan Kroos adalah pesepak bola sangat cerdas. Bersama Casemiro, mereka membangun lini tengah terbaik sepanjang sejarah," ucap Solari.
"Sayangnya, Modric dan Kroos tak lagi berada dalam usia muda. Mereka bukan pemain dengan usia 20-an awal lagi. Maka, bisa dimaklumi jika klub berpikir untuk merekrut gelandang lain," ujarnya.
Dukungan Solari tak lantas memuluskan kepindahan Pogba ke Santiago Bernabeu. Sejauh ini, Madrid diwartakan masih mengalami kendala harga karena United mematok mahar 150 juta euro buat peminat Pogba. Nominal yang sulit dipenuhi Madrid mengingat pengeluaran mereka sudah membengkak pada musim panas 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan