kumparan
15 Sep 2019 17:27 WIB

Tundukkan PSIS, Persija Keluar dari Zona Degradasi

Selebrasi Marko Simic usai membobol gawang PSIS Semarang. Foto: Dok. Media Persija
Persija Jakarta akhirnya mampu meraih kemenangan lagi. Menjamu PSIS Semarang di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (15/9/2019) sore WIB, Persija menang dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Gol-gol Persija dalam laga ini dilesakkan oleh Marko Simic (45'+3) dan Rohit Chand (53'). Sementara itu, satu gol PSIS disarangkan Septian David Maulana (53').
Dengan tambahan tiga angka, Persija untuk sementara lepas dari zona degradasi dengan koleksi 17 poin. Mereka tertinggal dua poin dari PSIS yang punya raupan 19 angka.
***
Julio Banuelos sudah dijatuhi ultimatum oleh manajemen Persija. Jika Persija sampai gagal menang di laga melawan PSIS, dia akan dipecat. Untungnya, pemain-pemain terbaik sudah bisa turun dalam pertandingan ini.
Xandao, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, Joan Tomas, sampai Riko Simanjuntak dan Marko Simic bisa tampil sejak awal. Mereka dibalut dalam pakem dasar 4-3-3 yang memang sudah jadi andalan Persija sejak masih dibesut Teco Cugurra.
ADVERTISEMENT
Dengan komposisi seperti ini Persija mengambil inisiatif dengan menekan pertahanan PSIS sejak awal pertandingan. Bahkan, belum sampai lima menit pertandingan berjalan, mereka sudah mencetak gol lewat sundulan Xandao. Sayang, gol dianulir karena Xandao sebelumnya telah terperangkap offside.
Usai 'gol' tersebut PSIS seperti tersengat. Mereka keluar menyerang dan akhirnya mendapat dua peluang beruntun via tendangan bebas. Septian David Maulana dan Jonathan Zorrilla yang menjadi algojo sebenarnya bisa mengarahkan bola ke gawang tetapi Andritany Ardhyasa mampu mengamankannya.
PSIS pun lantas menemukan cara untuk menghambat progresi serangan Persija. Setiap kali pemain Persija menguasai bola, dua pemain PSIS selalu menutup pergerakannya.
Tekanan para pemain PSIS itu membuat Persija semakin bergantung pada sisi sayap, khususnya sayap kanan yang dihuni Riko, untuk menciptakan peluang. Sebenarnya, beberapa kali peluang berhasil diciptakan, salah duanya lewat Simic dan Tomas, tetapi belum ada yang berhasil.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain PSIS sendiri hanya mengandalkan serangan balik sporadis. Dengan kecepatan para pemainnya, mereka berusaha mencuri kesempatan. Akan tetapi, di banyak kesempatan, seragan-serangan ini bisa distop pemain belakang Persija dengan baik sebelum sampai kotak penalti.
Dengan situasi demikian deadlock pun tercipta. Namun, pada injury time babak pertama sebuah kesalahan dari Rio Saputro menghasilkan tendangan penalti untuk Persija. Kaki Rio yang berusaha melakukan sapuan akrobatik justru mengenai muka Ramdani Lestaluhu.
Wasit pun menunjuk titik putih usai memberi kartu kuning pada Rio. Simic yang jadi algojo sukses membuat kiper 'Mahesa Jenar' Jandia Eka Putra tak berdaya. Persija unggul 1-0 di babak pertama.
Mengawali babak kedua dengan keunggulan, semangat ditunjukkan para penggawa 'Macan Kemayoran'. Gempuran-gempuran dari darat dan udara senantiasa mereka lancarkan sampai akhirnya gol tercipta pada menit ke-53 melalui Chand.
ADVERTISEMENT
Rohit Chand merayakan gol ke gawang PSIS. Foto: Dok. Media Persija
Gol itu lahir dari situasi sepak pojok. Simic yang jadi target umpan gagal melakukan sundulan karena dihalangi bek PSIS. Namun, bola kemudian bergulir liar tanpa bisa diamankan satu pun pemain tim tamu. Di situasi kemelut itulah Chand menyeruduk. Bola dia cocor dengan mudah masuk ke gawang Jandia.
Setelah mencetak gol kedua Persija makin menggencarkan tekanannya tetapi dari sini petaka muncul. Lewat serangan balik, PSIS memperkecil kedudukan via gol yang dicetak Septian David. Gol ini sendiri juga diwarnai kemelut yang bersumber dari ketidakmampuan bek Persija melakukan sapuan dengan baik.
Di skor 2-1, kedua kesebelasan berusaha keras untuk mencetak gol tambahan. Persija butuh gol untuk menjauhkan keunggulan, PSIS perlu gol untuk menyamakan kedudukan. Namun, peluang emas tergolong langka di sisa laga.
ADVERTISEMENT
Peluang terbaik hadir lewat tendangan voli Tomas di menit ke-87. Namun, sepakan eks pemain Celta Vigo itu hanya membentur jala gawang bagian samping. Dengan gagalnya upaya Tomas ini, skor 2-1 pun tidak berubah sampai peluit panjang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan