Pencarian populer

Van Dijk soal Man United: Kami Tidak Takut, tapi Hati-hati

Firmino dan Van Dijk merayakan gol. (Foto: REUTERS/Scott Heppell)

Jika dilihat dari permainan di lapangan dan hasil yang didapat, Liverpool jelas layak untuk tertawa lantang di depan wajah Manchester United. Namun, seringkali hasil akhir sebuah pertandingan juga menertawakan apa-apa saja yang melatarinya.

Maksudnya begini: Hasil di lapangan sering betul tidak peduli apakah sebuah tim sedang bagus-bagusnya atau sedang jelek-jeleknya. Tidak jarang pula mereka yang menjadi underdog justru merobek naskah yang disebut-sebut sudah ditulis.

Maka, melihat fakta bahwa Liverpool kini kokoh di puncak klasemen dengan nilai 42 —dan belum terkalahkan—, sementara United tertatih-tatih dengan koleksi 26 poin dan duduk di posisi keenam, Virgil van Dijk memilih untuk berhati-hati.

“Kami tahu apa yang akan kami hadapi. Kami juga punya tim dengan kecepatan yang bagus, jadi tidak ada yang perlu kami takuti. Namun, kami harus berhati-hati pada mereka,” ujar bek asal Belanda ini seperti dilansir Sky Sports.

Selebrasi pemain United. (Foto: REUTERS/Andrew Yates)

Liverpool memang punya modal bagus. Dibandingkan dengan United, mereka sudah menemukan pakem yang pas dan sudah menggunakannya selama beberapa musim terakhir. Singkat kata, Liverpool sudah menemukan ciri khas, sementara United masih bingung mau bermain seperti apa.

Bahkan, dalam konferensi pers teranyarnya, Pelatih United, Jose Mourinho, mengatakan bahwa permainan ‘Iblis Merah’ saat ini masih jauh dari bayangannya. Secara tidak langsung, Mourinho mengkritik pemain dan manajemen klub, tetapi tidak dirinya sendiri.

Di sisi lain, satu-satunya kekurangan Liverpool adalah absennya Tren Alexander-Arnold. Kemungkinan besar, posnya full-back kanan yang biasa ia tempati bakal diisi oleh Fabinho. Bagi pemain asal Brasil itu, bermain sebagai bek kanan tidaklah asing. Ia pernah menempati posisi serupa kala bermain untuk AS Monaco.

“Mereka punya pemain-pemain bagus, terutama di lini depan, dan kami harus siap untuk menghadapinya. Namun, kami harus setia dengan gaya main kami sendiri, memastikan bahwa kami betul-betul menguasainya dan membuat mereka tertekan,” ucap Van Dijk lagi.

Van Dijk adalah salah satu alasan mengapa Liverpool baru kebobolan enam gol dalam 16 pertandingan di Premier League. Dibeli dengan harga 75 juta poundsterling dari Southampton, Van Dijk adalah investasi yang betul-betul dibutuhkan The Reds.

Berkat kehadirannya, lini belakang Liverpool yang sempat keropos memang lebih stabil. Musim ini, Van Dijk rata-rata membuat 1,1 tekel dan 1,2 intersep per laga di Premier League. Ia juga selalu tampil dalam 16 pertandingan ‘Si Merah’ di liga.

Alasan lain kokohnya pertahanan Liverpool adalah kehadiran kiper Alisson Becker. Dari 16 laga musim ini, Alisson sudah menciptakan 10 clean sheet dan membuat persentase penyelamatan sebesar 86%.

Catatan Alisson jauh lebih baik ketimbang kiper United yang kerap disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia, David de Gea. Musim ini, De Gea baru menorehkan 2 clean sheet dan persentase penyelamatannya cuma 67%.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.21