kumparan
3 Jun 2019 17:57 WIB

VAR Akhirnya Digunakan di UEFA Nations League

Review VAR di laga Nigeria vs Islandia. Foto: Reuters/Sergio Perez
UEFA telah menetapkan Video Assistant Referee (VAR) akan mulai digunakan pada babak semifinal UEFA Nations 2018/19 yang dihelat pada 6-7 Juni mendatang. Ya, artinya VAR akan mulai dipakai pada pertandingan antara Portugal dan Swiss serta Belanda melawan Inggris.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya UEFA sudah melakukan pertemuan dengan keempat pelatih tim kontestan babak semifinal, yakni Ronald Koeman, Vladimir Petkovic, Fernando Santos, dan Gareth Southgate. Acara yang dipimpin petinggi wasit UEFA, Roberto Rosetti, itu bertujuan untuk memperkenalkan dan juga membiasakan penggunaan VAR.
Gareth Southgate dan para pemain Timnas Inggris usai dikalahkan Spanyol pada laga Grup A UEFA Nations League. Foto: REUTERS/Toby Melville
Kabar baiknya, seluruh juru taktik tim memberikan tanggapan positif dengan penggunaan metode VAR. Southgate, misalnya. Ia mengakui bahwa VAR adalah sistem yang memberikan dampak positif dalam dunia sepak bola.
"Tujuan penggunaan VAR adalah untuk membantu wasit dan saya pikir itu sudah tercapai. Anda tidak akan pernah mendapatkan sistem yang 100 persen aman ataupun gagal. Tetapi, itu mampu membantu memperjelas keputusan penting (untuk wasit). Bagi saya, itu positif,” kata Southgate dalam situs resmi UEFA.
ADVERTISEMENT
Pemikiran Koeman tak jauh berbeda dengan Southgate. Mantan arsitek Everton itu juga mengakui bahwa VAR adalah metode yang rancak. Meski di satu sisi, sulit untuk memangkas kontroversi setelahnya.
"Namun, kami harus menyadari bahwa perdebatan akan terus ada karena Anda dapat sering menafsirkan tindakan dalam berbagai cara. Saya mendukung metode VAR untuk menangani masalah besar dan jelas, ketimbang mencari-cari kesalahan dari sistem tersebut," kata Koeman.
Ronald Koeman. Foto: Patrik STOLLARZ / AFP
VAR telah menunjukkan aksinya di panggung akbar belum lama ini, tepatnya pada final Liga Champions akhir pekan lalu. Usai meninjau VAR, wasit Damir Skomina menganggap Moussa Sissoko melakukan handball sekaligus menunjuk titik putih. Liverpool kemudian unggul cepat setelah Mohamed Salah sukses mengeksekusi tendangan penalti.
ADVERTISEMENT
Lain Eropa, lain pula Afrika. Partai final Liga Champions Afrika leg kedua antara Wydad Casablanca dan Esperance Sportive de Tunis (EST) kacau lantaran wasit menolak meninjau ulang keputusannya dengan bantuan VAR.
Hal itu dipicu dari keputusan wasit menganulir gol Walid El Karti, penggawa Wydad yang notabene berstatus sebagai tuan rumah. Makin menyulut kontroversi karena sang pengadil enggan mengiyakan permintaan para pemain Wydad agar dirinya menerapkan VAR. Padahal, Wydad setidaknya butuh kemenangan karena cuma bermain 1-1 di leg pertama.
Suporter tuan rumah pun mulai berbuat onar. Buntutnya, pertandingan ditunda hingga 90 menit lamanya. Sampai akhirnya wasit memberikan kemenangan kepada (EST), sedangkan Wydad dijatuhi hukuman larangan dua tahun berkompetisi di turnamen klub kontinental.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·