kumparan
21 Feb 2019 14:58 WIB

VAR sebagai Tokoh Antanogis untuk Alvaro Morata

Debut Alvaro Morata Bersama Atletico Madrid berakhir dengan kekalahan. Foto: AFP/Jorge Guerrero
Video Assistant Referee (VAR) masih menjadi tokoh antagonis dalam kisah Alvaro Morata sebagai pemain Atletico Madrid. Pasalnya, ada dua gol mantan striker Real Madrid itu terpaksa dianulir wasit setelah meminta bantuan VAR.
ADVERTISEMENT
Cerita pertama terjadi pada 9 Februari lalu, ketika Morata dan Atletico bertanding melawan Real Madrid di Stadion Wanda Metropolitano. Morata berhasil menceploskan bola ke gawang Madrid usai me-lob bola melewati kiper Los Blancos, Thibaut Courtois.
Aksi tersebut membuat lini pertahanan Madrid kaget. Lompatan Courtois tak berdampak banyak, begitu juga aksi sapuan yang dilakukan Sergio Ramos. Morata sempat merayakan keberhasilannya, mengingat gol itu membuat skor menjadi imbang 2-2.
Namun, tak lama wajah bahagia striker berkebangsaan Spanyol itu berubah menjadi kekecewaan. Setelah menyimak ulasan VAR, wasit menyatakan Morata berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan dari rekannya. Alhasil, gol tersebut dianggap tak sah. Di akhir cerita, Atletico takluk 1-3 dari Madrid.
Situasi serupa juga terjadi ketika Morata tampil di laga babak 16 Liga Champions melawan Juventus di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dini hari WIB. Pada menit ke-69, Morata berhasil mencetak gol melalui kepalanya usai menerima umpan dari Filipe Luis.
ADVERTISEMENT
Video
Namun, karena protes dari para pemain Juventus, wasit memutuskan untuk menengok hasil ulasan VAR. Setelahnya, wasit kembali memutuskan untuk menganulir gol Morata. Musababnya, karena wasit merasa Morata sengaja mendorong Giorgio Chiellini sebelum melompat untuk menyundul bola.
Untungnya, tak seperti melawan Madrid, Atletico berhasil meraih kemenangan 2-0 di akhir cerita. Jose Maria Gimenez mencetak gol sundulan pada menit ke-78, lalu disusul Diego Godin lima menit kemudian. Kemenangan Los Rojiblancos ini pada akhirnya membuat Morata tak memusingkan perkara gol yang dianulir wasit.
“Intinnya, kami menang,” kata Morata sebagaimana dilansir situsweb resmi klub. “Inilah Atletico, dan dengan semangat dan modal yang luar biasa, kami akan melakoni laga tandang di Turin. Kami tahu apa yang perlu dilakukan di sana.”
ADVERTISEMENT
Koke, yang merupakan teman Morata sejak di akademi Atletico, memuji mentalitas tangguh yang ditunjukkan striker berusia 27 tahun itu. Koke percaya derita Morata gara-gara VAR akan terbayar di masa depan.
“Suatu hari nanti, VAR akan membayar Morata dengan gol. Dia telah mencetak dua gol, tetapi semuanya perlu dicek ulang. Setelah dicek, ya, terkadang bisa jadi tetap gol dan bisa juga tidak. Kami harus menghargai keputusan wasit,” kata Koke, yang merupakan pemuda asli Madrid.
“Dia akan terus tampil dengan semangat untuk memenangi pertandingan dan mencetak gol lebih banyak. Bahkan, jika gol yang telah dia ciptakan telah dianulir,” lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan