Pencarian populer

Varane: Saya Tetap Bersama Real Madrid

Bek tengah Real Madrid, Raphael Varane. Foto: GABRIEL BOUYS / AFP

Bek tengah Real Madrid, Raphael Varane, membuat pernyataan publik mengenai masa depannya. Varane menegaskan bahwa ia memiliki komitmen dan akan tetap bersama Madrid musim depan.

Varane memang sempat diisukan akan pergi dari Madrid pada akhir musim 2018/2019. Penggawa Tim Nasional (Timnas) Prancis itu kabarnya menjadi incaran utama beberapa klub top di Eropa seperti Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Juventus.

Selain itu, per laporan L’Equipe bulan Maret lalu, Varane berminat untuk meninggalkan Madrid demi mendapatkan tantangan baru. Maklum, pria berusia 26 tahun tersebut sudah membela Madrid sejak tahun 2011 silam, dan sudah mendapatkan semua trofi yang bisa ia angkat bersama Los Blancos.

Oh, ya, jangan lupakan juga bahwa Madrid sudah mendapatkan bek tengah baru dalam diri Eder Militao. Bek tengah muda asal Brasil itu direkrut dari FC Porto dengan mahar sekitar 50 juta euro. Kedatangan Militao tentu akan meminimalisir menit bermain yang didapatkan oleh Varane di Madrid.

Singkatnya, Varane memiliki alasan yang valid untuk pindah. Kendati begitu, mantan pemain RC Lens itu tak memiliki minat untuk meninggalkan Madrid. Varane berpendapat bahwa ia masih memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki Madrid yang tengah terpuruk.

“Saya akan tetap berada di Madrid saat musim depan berlangsung. Saya yakin kami akan memercik emosi kuat itu kembali. Kami telah bertarung dan berusaha sekeras mungkin, dan kami tak dapat menyalahkan siapa-siapa. Namun, memang benar bahwa kami kehilangan emosi tersebut di momen-momen penting,” ujar Varane dalam wawancaranya dengan Marca.

Duel Avaro Morata vs Raphael Varane pada laga Atletico vs Madrid. Foto: Sergio Perez/Reuters

Musim 2018/2019 memang tak berlangsung dengan baik bagi Madrid. Mereka mesti berada di peringkat tiga tabel La Liga dengan selisih 19 poin dari sang jawara sekaligus rival terberat mereka, Barcelona. Di Liga Champions, Madrid tersingkir begitu dini setelah dikalahkan Ajax Amsterdam di babak 16 besar.

Salah satu alasan dari buruknya hasil yang didapatkan Madrid adalah pertahanan mereka yang keropos. Di La Liga, mereka kebobolan 46 gol, lebih banyak daripada Valencia dan Getafe (35) yang berada di peringkat empat dan lima.

Tentu saja, Varane, sebagai bek tengah, memiliki tanggung jawab besar atas rapuhnya pertahanan Madrid. Ia pun mengakui bahwa penampilannya di musim 2018/2019 tidak maksimal.

Zinedine Zidane memeluk Karim Benzema usai laga vs Celta Vigo. Foto: REUTERS/Susana Vera

Kendati begitu, Varane optimis bahwa ia dapat kembali menampilkan performa terbaiknya. Kembalinya Zinedine Zidane ke Madrid sebagai pelatih juga membuatnya yakin klubnya itu mampu menjalani rebuilding dengan baik.

“Sepak bola memiliki siklus. Musim lalu, saya tidak tampil baik, tetapi saya akan menampilkan sisi terbaik saya lagi. Kami juga harus berevolusi dan Zidane telah memiliki rencana yang jelas untuk itu. Kami harus menjalani rebuilding, dan kami harus membuat perubahan sebagai cara untuk melalui siklus itu,” ujar Varane.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33