Pencarian populer

Vedran Corluka Muak Kroasia Selalu Gagal Penuhi Ekspektasi

Vedran Corluka (kanan) saat melawan Islandia. (Foto: Reuters/Antonio Bronic)

Vedran Corluka sudah menjadi penghuni tetap Tim Nasional (Timnas) Kroasia sejak 2006. Dalam kurun waktu tersebut, dia sudah terlibat dalam satu edisi Piala Dunia, yaitu pada 2014 lalu. Celakanya, pada turnamen yang digelar di Brasil tersebut, Kroasia gagal lolos dari fase grup.

Kini, Corluka punya misi besar. Dia ingin membawa Timnas negaranya masuk ke fase gugur dan membuktikan bahwa mereka pantas untuk dijagokan.

"Kami muak terus-terusan disebut sebagai generasi bertalenta, tetapi tidak mampu berbuat apa-apa," kata Corluka seperti dilansir situs resmi Asosiasi Sepak Bola Kroasia.

Pernyataan Corluka ini berdasar pada prestasi Kroasia secara keseluruhan pasca-Piala Dunia 1998. Di Piala Dunia itu, Kroasia yang tampil sebagai debutan mampu mengakhiri turnamen di peringkat ketiga. Namun, di tiga edisi berikutnya -- 2002, 2006, dan 2014 -- Kroasia selalu kandas di fase grup.

"Setelah 1998, kami selalu mengecewakan diri sendiri dan para penggemar. Di antara semua itu yang paling membuat kecewa adalah yang terakhir. Kami harus memfokuskan diri pada kekuatan kami dan menggunakan atmosfer bagus di ruang ganti sebagai dasar dari perjalanan tim," imbuh pemain 32 tahun ini.

Pada Piala Dunia 2014 lalu, Kroasia memulai turnamen dengan kekalahan 1-3 dari Brasil. Pada laga kedua, mereka membuka kesempatan lolos ke fase gugur dengan kemenangan telak 4-0 atas Kamerun. Akan tetapi, menghadapi Meksiko di partai pemungkas, Luka Modric dkk. dipaksa menyerah 1-3. Vatreni pun harus puas duduk di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A.

Blazevic dan pasukannya di Piala Dunia 1998. (Foto: PATRICK HERTZOG / AFP)

Di Piala Dunia 2018 nanti, Kroasia akan bersaing dengan Nigeria, Argentina, dan Islandia. Corluka sendiri tahu bahwa dirinya masih bisa tersingkir dari tim karena saat ini skuat Kroasia masih berisikan 24 pemain. Namun, mantan pemain Tottenham Hotspur itu optimistis bisa menjalani Piala Dunia keduanya.

"Kami semua punya kualitas berbeda. Ada yang cepat, ada yang kuat, tetapi apa pun itu, pelatih pasti nanti akan membuat keputusan yang tepat," ujar Corluka.

"Sebelumnya, aku lebih sering berpartner dengan Domagoj Vida, tetapi kupikir aku bakal bisa bermain dengan nyaman pula bersama Dejan Lovren yang sudah menunjukkan kualitasnya di Liverpool," pungkas kapten Lokomotiv Moskva ini.

Sebelum bertolak ke Rusia nanti, Kroasia akan terlebih dahulu melakoni uji tanding menghadapi Brasil pada 3 Juni dan Senegal pada 6 Juni. Lalu, di partai pertama Piala Dunia nanti, mereka bakal ditantang oleh Nigeria pada 17 Juni.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: