kumparan
14 Mar 2019 19:25 WIB

Virgil van Dijk, Spesialis Pemecah Tangis Manuel Neuer

Virgil van Dijk, bek andalan Liverpool. Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
Meski pada akhirnya menang 3-1, serangan Liverpool sempat mandek di tengah pertandingan leg II babak 16 Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena, Kamis (14/3/2019) dini hari WIB. Semua diakibatkan gol bunuh diri Joel Matip ketika laga berjalan 38 menit.
ADVERTISEMENT
Proses gol tersebut bermula dari langkah wasit memberikan tendangan bebas kepada Bayern usai Fabinho Tavares menjegal James Rodriguez di tengah lapangan. Dari situ, Thiago Alcantara melancarkan umpan lambung yang mengarah ke sisi kanan lapangan.
Umpan tersebut disambut Serge Gnabry, dan mantan winger Arsenal tersebut berhasil melewati Andrew Robertson yang telat mundur. Setelahnya, Gnabry melancarkan umpan lambung ke kotak penalti. Alih-alih menjauhkan bola, pergerakan kaki Matip malah membuat bola masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut membuat sisi sayap Bayern yang sempat loyo kembali bertenaga. Dari gol tersebut hingga laga berjalan 65 menit, Die Roten sukses melancarkan 2 tembakan. Bandingkan Liverpool yang cuma melepaskan 1 tembakan selama kurun waktu tersebut.
Dalam masa-masa sulit itulah Virgil van Dijk menunjukkan kepantasannya dijuluki ‘Rolls Royce versi Pemain Belakang’. Di menit 68, bek berkebangsaan Belanda itu melompat untuk menyambut umpan lambung dalam skema tendangan sudut yang dilancarkan James Milner.
ADVERTISEMENT
Video
Ketika di udara, Van Dijk dihadapkan dengan Javi Martinez juga Mats Hummels sekaligus. Perlu diingat, kedua pemain itu sama-sama memiliki postur tinggi menjulang. Walau begitu, Van Dijk berhasil melancarkan sundulan keras yang membuat Manuel Neuer terbaring.
Ya, begitulah gol kedua Liverpool tercipta dan setelahnya pasukan Juergen Klopp itu betul-betul menguasai pertandingan. Dari gol tersebut hingga laga tuntas, Liverpool berhasil melancarkan 6 tembakan. Salah satunya berujung gol sundulan Sadio Mane di menit ke-84.
Kontribusi Van Dijk di laga tersebut tak hanya sampai di situ. Ketika laga berjalan 20 menit, Van Dijk juga melancarkan umpan lambung dari kotak pertahanan Liverpool yang pada akhirnya berujung gol Sadio Mane. Dari situ, terlihat jelas betapa spesialnya kehadiran mantan bek Southampton ini.
ADVERTISEMENT
Dia tak hanya cakap dalam tugas bertahan, tetapi juga sanggup terlibat dalam proses gol. Mengenai kelebihan Van Dijk ini, rasanya tidak ada yang lebih sering menjadi korban daripada Neuer. Selain laga melawan Bayern, Van Dijk juga pernah membuat eks kiper Schalke 04 itu menangis bersama Timnas Jerman.
Dalam laga ketiga Liga A Grup 1 UEFA Nations League yang berakhir kemenangan 3-0 Timnas Belanda atas Jerman di Johan Cruyff ArenA, Van Dijk menjadi pencetak gol pertama. Situasi serupa juga terjadi ketika Oranje menahan imbang 2-2 Jerman dalam pertandingan terakhir fase itu di Veltins-Arena.
Tepatnya di menit akhir, Van Dijk menyelesaikan umpan lambung yang dilancarkan Tonny Vilhena dalam skema open-play dengan tendangan keras dari kaki kanannya. Hasil tersebut membuat Timnas Jerman terdegradasi dari Liga A akibat tak berhasil memetik satu pun kemenangan. Jadi, sampai sejauh ini, sah jika Van Dijk disebut sebagai spesialis pemecah tangis Neuer.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan