Pencarian populer

Witan Sulaeman dan Tekad Kuatnya Menembus Skuat Timnas U-22

Pemain Timnas Indonesia Witan Sulaeman melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Uni Emirat Arab dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bintang Timnas Indonesia U-19. Demikian predikat Witan Sulaeman setelah tampil gemilang dalam Piala Asia U-19 2018. Kendati begitu, status bintang tak menjadi jaminan bagi Witan untuk bisa menembus skuat Timnas U-22 untuk Piala AFF di Kamboja.

Witan memang sudah mengenal pelatih Indra Sjafri dengan baik setelah bekerja sama selama dua tahun belakangan. Bagaimana Indra mengomunikasikan strategi dan taktik telah dipahami betul oleh Witan. Relasi keduanya pun tergolong hangat, mengingat pelatih 55 tahun itu menjadi salah satu pihak yang mengorbitkan namanya.

Namun, pemain 17 tahun ini paham betul bahwa afiliasi tak menjadi ukuran Indra dalam menentukan skuat untuk Timnas U-22. Sang juru taktik benar-benar selektif dengan memasang taraf tinggi. Mulai dari kapabilitas bertahan, kondisi kesehatan, sampai intelegensi diamati dengan baik oleh Indra. Tujuanya tentu saja agar pemain yang dipilih serasi dengan plan yang telah dirumuskan.

Meski demikian, kepercayaan diri Witan tak lantas tergerus. Kendati berstatus sebagai pemain termuda dalam tim, Witan mengaku dapat dengan mudah mengintegrasikan diri dengan pemain-pemain lain. Tak cuma itu, Witan pun optimistis dapat menembus skuat 'Garuda Muda'.

Indra Sjafri bersama Witan Sulaeman (Foto: Dok. Pribadi)

"Kami di bawah Coach Indra punya tujuan yang sama dan cara bermain. Kami selalu diberikan arahan oleh Coach Indra. Jadi, semua bisa menyatu dengan cepat," kata Witan di Lapangan B Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (11/1/2019)

"Kalau skema hampir mirip dengan U-19. Cuma karena usia mereka terlalu jauh, kekuatan otot mereka jauh lebih bagus. Saya harus bisa menyaingi mereka dalam TC (Training Centre) ini," lanjutnya.

Satu yang menjadi pembeda adalah instruksi-instruksi Indra kepada pemain depan dan tengah untuk ikut bertahan. Ya, pada pemusatan latihan hari kelima, Indra mencontohkan bagaimana menekan dan menutup ruang umpan bek lawan yang sedang memegang bola. Arahan itu dilontarkan karena atensi Indra mulai tertuju kepada kemampuan bertahan striker dan gelandang, termasuk Witan.

Striker Timnas U-22, Witan Sulaeman. (Foto: Okky Ardiansyah/kumparan)

Dalam internal gim, Witan pun sempat mendapat teguran dari Indra karena dinilai gagal menutup ruang gerak bek sayap, Asnawi Mangkualam. Oleh karena itu, Witan dituntut untuk terus meningkatkan kapabilitas bertahan.

"Itu kewajiban (ikut bertahan). Semua pemain harus bisa, enggak harus jadi penyerang. Kami juga harus bagus dalam bertahan. Bagus juga Coach Indra terus memberikan instruksi sehingga saya bisa," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: