kumparan
22 Apr 2019 19:54 WIB

5 Alasan Makan Sambil Berdiri Tidak Baik Bagi Kesehatan

Makan sambil berdiri Foto: Shutterstock
Makan sambil berdiri bukanlah hal yang aneh bagi sebagian besar orang. Apalagi bagi orang dengan mobilitas tinggi yang tidak punya banyak waktu luang.
ADVERTISEMENT
Padahal kebiasaan ini bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan. Bahkan menyantap makanan sambil berdiri menjadi salah satu faktor penyebab kegemukan.
Berikut alasan lain yang menyebabkan kebiasaan makan sambil berdiri kurang baik bagi kesehatan.
1. Mempengaruhi proses pencernaan
com-Ilustrasi sakit perut Foto: Shutterstock
Postur tubuh yang berdiri tegak saat makan membuat proses pencernaan berjalan lebih cepat. Jurnal Effect of Postprandial Posture on Digestion and Absorption of Dietary Carbohydrate dari Nagano Prefectural College, proses pencernaan orang yang makan sambil duduk lebih cepat 50-100 persen dibanding orang yang berdiri.
Proses pencernaan yang lebih cepat membuat partikel makanan tidak dapat dicerna secara sempurna oleh bakteri usus. Akibatnya sisa-sisa makanan banyak yang akan tertahan di dalam usus.
ADVERTISEMENT
2. Makan menjadi lebih banyak
Di dunia ini ada orang-orang yang tetap kurus meski makan terus Foto: Shutterstock
Makan dalam keadaan berdiri secara tak sadar akan membuat seseorang makan lebih cepat. Akibatnya porsi makan pun jauh lebih banyak dibandingkan saat makan sambil duduk.
Penelitian berjudul Slower Eating Speed Lowers Energy Intake in Normal-weight tahun 2014 menjelaskan bahwa ritme makan yang pelan membuat rasa kenyang lebih cepat datang. Makan sambil berdiri akan menambah kalori sebanyak lebih dari 88 kalori dalam sekali makan.
3. Lebih mudah lapar
Mencari makanan di kulkas Foto: Shutterstock
Penelitian dari University of Utah School of Medicine menjelaskan bahwa makan sambil berdiri atau bergerak akan mempercepat proses pencernaan hingga 30 persen. Apalagi makanan yang disantap sambil berdiri umumnya tinggi karbohidrat. Seperti sandwich, roti, hingga burger yang praktis dibawa.
ADVERTISEMENT
Perut yang kosong akibat cepatnya proses pencernaan inilah yang membuat rasa lapar mudah datang.
4. Naiknya asam lambung
Ilustrasi sakit perut. Foto: Shutterstock
Makan sambil melakukan aktivitas lain seperti berjalan membuat asam lambung lebih rentan naik. Apalagi bila menyantap makanan pedas atau mengandung soda.
Asam lambung yang naik akan menimbulkan rasa panas bahkan bisa melukai saluran pencernaan bila tak segera ditangani.
5. Mual
Ilustrasi ibu hamil mual Foto: Shutterstock
Makan banyak makanan sambil berdiri dan melakukan aktivitas juga bisa menyebabkan munculkan rasa mual dan kembung.
Menurut jurnal Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, semakin cepat orang makan saat berdiri maka gas yang masuk ke dalam perut pun akan semakin banyak. Gas menumpuk inilah yang akan menimbulkan rasa tak nyaman di dalam perut setelah makan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan