kumparan
11 Des 2018 21:29 WIB

Apakah Cita Rasa dan Kualitas Daging Wagyu Beku Tetap Terjaga?

Daging wagyu (Foto: Shutter Stock)
Daging wagyu merupakan salah satu jenis daging sapi populer yang kerap diolah menjadi sajian steak. Karena cita rasanya yang begitu nikmat, tampaknya tak berlebihan bila jenis daging ini diberi julukan sebagai sang jawara. Tekstur dari wagyu memang sangatlah empuk, jauh lebih lembut ketimbang jenis daging sapi lainnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, wagyu memiliki lapisan lemak yang disebut marble. Inilah bagian yang membedakan tekstur daging asal Jepang tersebut dengan daging sapi lainnya. Meski beberapa jenis daging sapi lain memiliki lapisan marble, namun tak ada yang sebanyak daging wagyu, sehingga berpengaruh pula terhadap tingkat kelembutannya.
Daging wagyu (Foto: Shutter Stock)
Untuk jenis sapinya sendiri, sesuai dengan namanya, 'wa' yang berarti Jepang dan 'gyu' yang berarti sapi, daging sapi kelas atas itu dihasilkan oleh sapi yang berasal dari Negeri Sakura. Kendati demikian, daging wagyu juga bisa didapatkan dari hasil perkawinan silang antara sapi Jepang dan sapi lokal, dengan kualitas yang tak kalah baik.
"Kita beli bibit sapi dari Jepang, lalu dikawinkan dengan sapi yg bisa hidup di Indonesia. Setelah itu menghasilkan perkawinan pertama yang disebut sebagai F1, yang merupakan 50 persen wagyu dan 50 persen sapi Indonesia. Gradenya kira-kira 4,5, atau 6, tergantung nanti bagaimana pakannya, ternaknya, dan umurnya berapa," kata Sugiman selaku Sales and Marketing PT Santosa Agrindo (Santori) saat ditemui kumparanFOOD di Almond Zucchini Cooking Studio pada Selasa, (11/12).
ADVERTISEMENT
Seiring dengan semakin meningkatnya kepopuleran dan kemudahan dalam menghasilkan wagyu berkualitas tinggi, produk-produk wagyu pun dapat dengan mudah ditemukan di pasaran, terutama yang dibekukan atau dijual dalam bentuk frozen.
Daging wagyu (Foto: Shutter Stock)
Dengan adanya metode frozen tersebut, apakah cita rasa dan kualitas dari wagyu akan tetap terjaga?
Lebih lanjut, Sugiman juga menjelaskan, bahwa proses pembekuan pada daging wagyu hanya berfungsi untuk memperpanjang 'umur'-nya saja. Apalagi, proses tersebut hanya berlangsung secara singkat, sehingga tak mengurangi kualitas dari daging itu sendiri.
"Setelah kita blast (bekukan), semua yang ada di dalam daging tidak bereaksi dan tidak akan busuk," jelas Sugiman.
Setelah dimasak, barulah nanti daging wagyu tersebut bereaksi, membuat aroma nikmat dari daging langsung menguar. Karenanya, lama waktu proses pembekuan juga dapat menentukan kualitas dari daging. Semakin cepat dilakukan, kualitasnya pun semakin bagus karena tak terjadi perubahan.
ADVERTISEMENT
Bagaimana, tertarik untuk mencoba memasak daging wagyu beku?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·