Pencarian populer
Food & Travel

Asal Mula Tradisi Bersulang saat Minum Bersama

Ilustrasi bersulang Foto: Shutter Stock

Kegiatan minum bersama kerap dilakukan dalam beberapa acara tertentu, seperti pesta pernikahan, atau sekadar berkumpul bersama para kolega. Nah, biasanya, sebelum meneguk minuman tersebut, ada kebiasaan untuk bersulang atau toast.

Gelas berisi minuman --bir, cocktail, atau wine-- diangkat tinggi, dan didentingkan satu sama lain. Setelahnya, baru minuman ditenggak bersama.

Rupanya, kebiasaan bersulang tersebut bukan sekadar untuk bergaya atau memeriahkan suasana saja, lho. Prosesi bersulang merupakan sebuah tradisi yang sudah sejak lama dilakukan oleh hampir setiap budaya.

Bersulang merupakan sebuah perantara untuk mengekspresikan rasa cinta, harapan, semangat tinggi, dan rasa kagum. Prosesi bersulang ini biasanya juga diikuti dengan pengucapan kata-kata seperti 'cheers!', atau kata-kata yang menginspirasi untuk menghormati seseorang, sentimen, atau institusi, tergantung dengan jenis acaranya.

Ilustrasi bersulang Foto: Shutter Stock

Di Roma, misalnya, ada kebiasaan untuk bersulang demi kesehatan seseorang. Bahkan, di abad pertama sebelum Masehi, senat di sana mewajibkan para tamu undangan bersulang untuk kaisar mereka, Augustus, sebelum jamuan makan dimulai.

Menurut Paul Dickson, sejarawan sekaligus penulis buku Toasts: Over 1,500 of the Best Toasts, Sentiments, Blessings and Graces, hampir setiap budaya --Ibrani, Mesir, Persia, Saxons, Huns-- kerap menunjukkan rasa hormat mereka lewat prosesi bersulang dan minum bersama.

Kira-kira, bagaimana asal mula kebiasaan mendentingkan gelas tersebut pertama kali muncul?

Menurut Dickson seperti dikutip dari National Public Radio, ada beberapa legenda dan sejarah mengenai munculnya prosesi bersulang tersebut. Salah satu kepercayaan mengatakan, kegiatan mendentingkan gelas saat bersulang dapat mengusir iblis karena suaranya yang mirip dengan dentingan lonceng.

Iblis yang berbahaya tersebut dipercaya muncul saat kita sedang minum dan bersenang-senang.

Ilustrasi bersulang Foto: Shutter Stock

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa dentingan gelas tersebut akan menambah kepuasan maksimal saat menyesap minuman. Suara dentingan tersebut dapat melengkapi elemen indera kelima --setelah rasa, sentuhan, penglihatan, penciuman-- yakni pedengaran.

Dickson juga menyebutkan, tradisi bersulang dengan mendentingkan gelas pertama kali muncul di kalangan para politikus yang takut minumannya telah ditambahkan racun. Dentingan antar gelas tersebut akan membuat isi minumannya tumpah ke gelas sebelahnya.

Kini, kegiatan bersulang menjadi sebuah simbol kebersamaan saat menyesap minuman bersama teman-teman. Dengan menyentuh gelas masing-masing, mereka akan menjadi bagian dari perayaan bersama.

Meski tiap negara punya ungkapan 'cheers' yang berbeda-beda saat bersulang, namun tujuannya tetap sama, sebagai ungkapan rasa hormat dan doa untuk kesehatan serta kebahagiaan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: