kumparan
2 Jan 2018 17:20 WIB

Buah Kering vs Segar, Mana yang Lebih Sehat?

Buah kering vs buah segar (Foto: Pixabay)
Buah banyak dikonsumsi sebagai salah satu makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Biasanya buah disantap langsung dalam keadaan segar atau dibuat sebagai campuran kue dan minuman segar.
ADVERTISEMENT
Namun tidak hanya buah segar yang nikmat, beberapa buah sering diolah dengan cara dikeringkan agar lebih tahan lama ketika disimpan, serta memberikan rasa unik pada buah. Buah yang dikeringkan biasanya adalah buah yang memiliki citarasa asam atau kadar air yang tinggi.
Buah kering yang telah banyak dikenal orang adalah kismis, prune atau buah plum kering, kurma, dan sukade yang berasal dari kulit jeruk, serta buah pepaya mentah. Beberapa buah lain seperti kiwi, jeruk, dan ceri sering dikeringkan untuk menambah variasi pada makanan.
Dibalik kelezatan buah segar maupun buah kering, ternyata masih terdapat beberapa pandangan berbeda tentang kandungan nutrisi yang terdapat di keduanya. Beberapa orang mengkhawatirkan hilangnya nutrisi yang ada pada buah ketika dikeringkan, namun beberapa orang lagi menyebutkan bahwa mengkonsumsi buah kering juga dapat bermanfaat bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya buah segar maupun kering memiliki manfaat yang sangat berguna untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Banyaknya manfaat yang terkandung membuat buah kering dan segar sering digunakan sebagai campuran berbagai makanan sehat. Salah satunya adalah Muesli, yang sekarang sedang populer di kalangan pegiat gaya hidup sehat.
Muesli adalah salah satu makanan yang memadukan biji-bijian dengan buah kering, seperti kismis yang seringkali disantap sebagai makanan sehat untuk menurunkan berat badan serta melancarkan pencernaan. Tidak hanya itu saja, buah-buahan segar sering dikombinasikan dengan buah kering, seperti kurma dan kismis untuk membuat smoothie sehat penambah energi.
Buah-Buahan kering praktis dibawa. (Foto: Pixabay)
Buah kering yang biasanya dibuat dengan cara dijemur sampai kandungan airnya hilang dianggap tidak lagi memiliki nutrisi. Tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Meski kadarnya berkurang, buah kering masih memiliki nutrisi seperti serat yang berfungsi memperlancar proses pencernaan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, beberapa buah kering seperti kismis, kurma, dan prune mengandung senyawa zat besi yang berguna untuk meningkatkan jumlah sel darah merah sehingga sangat baik dikonsumsi oleh orang-orang yang menderita anemia. Kandungan gula pada buah kering juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan penambah energi. Tidak jarang buah kering sering dibawa sebagai bekal ketika akan melakukan perjalanan jauh seperti liburan bahkan mendaki gunung.
Buah kering juga tinggi antioksidan untuk menghalau serangan radikal bebas penyebab beberapa penyakit kronis, seperti kanker, serangan jantung, sampai dengan kerusakan ginjal. Antioksidan berfungsi menghentikan sel kanker berbahaya dan menurunkan risiko terkena peradangan.
Namun walaupun masih memiliki nutrisi yang tinggi, konsumsi buah kering harus sangat diperhatikan kadar pemakaiannya. Buah kering yang biasanya dibuat dari buah-buahan bercitarasa asam dan tinggi kandungan airnya sering ditambahkan gula dalam jumlah banyak, sebagai pengawet dan penghilang rasa asam. Kadar gula yang tinggi pada buah kering tentu saja akan berdampak kurang baik bagi kesehatan. Konsumsi gula dalam jumlah banyak akan menyebabkan kadar gula meningkat, sehingga sangat berisiko memicu diabetes melitus.
ADVERTISEMENT
Selain itu buah kering juga mengandung sulfur dioksida yang digunakan untuk mempertahankan warna, serta memperpanjang masa simpan buah kering. Dilansir dari Huffington Post, konsumsi buah kering yang mengandung sulfur dioksida secara berlebihan akan memicu timbulnya alergi dan kemungkinan terkena asma lebih tinggi, dibandingkan dengan orang yang jarang mengkonsumsi buah kering.
Bukan hanya buah kering, buah segar ternyata juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Beberapa buah seperti mangga, apel, dan pisang memiliki kalori dan gula tinggi. Meski gula yang terdapat pada buah merupakan gula alami yang bermanfaat, jika dikonsumsi berlebihan tetap akan memicu kenaikan berat badan penyebab obesitas, terutama pada anak.
Proses penanaman menggunakan pupuk anorganik dan pestisida juga mempengaruhi kualitas dari buah. Sehingga untuk menghilangkan efek negatif dari zat-zat berbahaya tersebut, pengolahan yang tepat harus benar-benar diperhatikan dengan seksama.
ADVERTISEMENT
Buah kering maupun buah segar sangat bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan. Jadi kamu pilih buah segar atau buah kering?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan