kumparan
10 Des 2017 14:06 WIB

Bukan karena Tren, Ini Alasan Orang Menyukai Salted Caramel

Salted Caramel (Foto: Pixabay)
Salted Caramel saat ini tengah populer digunakan sebagai topping berbagai makanan. Mulai dari cokelat, es krim, kue, milkshake, kopi, hingga popcorn diolah dengan salted caramel yang memiliki perpaduan rasa asin dan manis yang lezat.
ADVERTISEMENT
Rasa salted caramel awalnya diciptakan oleh seorang pembuat cokelat asal Prancis bernama Henri Le Roux pada tahun 1977. Kehadirannya sejak tiga dekade lalu ini langsung disukai oleh masyarakat karena rasanya yang unik.
Produk salted caramel (Foto: Instagram @easybeangreen)
Kepopuleran salted caramel pun kian meroket dan menjadi salah satu rasa yang paling diminati masyarakat hingga saat ini. Meski tengah menjadi tren, namun sebuah penelitian mengatakan bahwa kepopuleran salted caramel justru terjadi akibat adanya suatu fenomena yang melatarbelakangi kepopuleran tersebut.
Penelitian yang dilakukan di Universitas Florida ini melibatkan 150 relawan yang diminta untuk mencicipi salted caramel. Selanjutnya, para peneliti mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa otak akan menghasilkan senyawa kimia bernama endogenous opioids saat mulut sedang mengunyah makanan yang memiliki perpaduan rasa manis dan asin.
Salted caramel jar. (Foto: Instagram @fosteringthegoodlife)
Bahkan, efek senyawa kimia endogenous opioids akan memberikan efek yang hampir sama seperti saat mengonsumsi heroin.
ADVERTISEMENT
Semua rasa yang berpadu menjadi salted caramel akan membuat rasa ketagihan pada seseorang yang menyebabkan otak ingin mengonsumsi makanan tersebut secara terus-menerus.
Dilansir Independent, Dr Cammy Crolic dan Professor Chris Janiszewski yang meneliti hal tersebut mengatakan bahwa kepopuleran salted caramel menimbulkan sebuah fenomena langka yang disebut sebagai Hedonic Escalation.
Fenomena ini terjadi ketika seseorang menemukan sebuah rasa yang dikatakan enak oleh mereka sehingga muncul suatu keinginan untuk menyantap makanan tersebut tanpa henti.
Pepsi Salted Caramel (Foto: Twitter/@seanearley)
Hedonic Escalation tidak berlaku pada setiap makanan karena, saat makanan tersebut tidak memberikan sensasi rasa yang baru, maka fenomena ini pun tidak akan terjadi. Dan hanya makanan yang mampu memberikan perpaduan rasa yang kompleks saja, seperti salted caramel yang bisa menyebabkan terjadinya fenomena ini.
ADVERTISEMENT
Kejadian ini juga bisa meningkatkan nafsu makan serta mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. Sebaliknya jika suatu makanan tidak menimbulkan Hedonic Escalation, otak akan memerintahkan kita untuk berhenti menyantap makanan saat keinginan untuk mengkonsumsi makanan tersebut memudar.
Adanya penelitian ini lantas membuat para pakar industri percaya bahwa kepopuleran salted caramel masih akan terus meningkat sampai beberapa waktu kedepan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan