kumparan
28 Agu 2019 21:50 WIB

Eksperimen Mengubah Bubur Menjadi Nasi dengan Roti, Apa Bisa?

Memasak nasi. Foto: Shutterstock
Memasak nasi memang gampang-gampang susah. Salah sedikit takarannya, teksturnya enggak akan nikmat tuk disantap —jadi terlalu keras, atau malah lembek seperti bubur. Kalau sudah gagal, ya sudah, enggak ada kata remedi.
ADVERTISEMENT
Tapi, baru-baru ini, sebuah video dari Blossom (akun yang sering membagikan video lifehack) sempat viral di Twitter karena memberikan tutorial mengembalikan tekstur dari nasi yang terlalu lembek. Dalam video tersebut, mereka meletakkan selembar roti tawar di atas permukaan nasi yang telah menjelma jadi bubur.
Setelah didiamkan beberapa saat, si roti akan menyerap kandungan air berlebih pada butiran nasi, membuat teksturnya jadi lebih padat dan kering. Dari yang lembek seperti bubur, jadi pulen kembali selayaknya nasi normal.
Sontak, video ini mendapat respon dari para netizen. Banyak yang terkejut dan kagum dengan trik tersebut. Tak sedikit pula yang memercayainya dan ingin mencobanya di rumah.
Tapi, apa iya bisa segampang itu membalikkan nasi yang sudah menjadi bubur?
ADVERTISEMENT
Tim kumparan pun mencoba membuktikannya lewat eksperimen kecil-kecilan. Berbekal intuisi dan video milik Blossom sebagai pedoman, kami menguji apakah sejatinya kegagalan dalam menanak nasi ini bisa dibatalkan.
Pertama-tama, kami menanak nasi dengan kadar air yang agak banyak, supaya hasilnya lembek dan menyerupai bubur.
Setelah nasi selesai ditanak, selembar roti tawar kami letakkan di atasnya. Tak lupa, rice cooker kami matikan, supaya si roti bisa fokus menyerap air dari nasi, bukan uap panas dari rice cooker.
Setelah lima menit berselang, lembaran roti memang jadi agak basah, tapi tetap belum ada perubahan pada tekstur nasi.
Oke, mungkin waktu merendam rotinya kurang lama. Kami tunggu lagi sampai kurang lebih 10 menit lamanya, sambil menambah selembar roti tawar lagi. Siapa tahu, makin banyak rotinya, makin manjur pula daya serapnya.
ADVERTISEMENT
Dugaan kami ternyata salah besar. Setelah tutup rice cooker dibuka kembali --kira-kira setelah 20 menitan-- untuk kedua kalinya, si nasi tetap saja lembek. Roti kedua yang kami masukkan jadi agak basah sedikit, sih.
Tapi tetap saja enggak memberi pengaruh apapun ke si nasi. Malah lengket dan agak menempel di permukaan nasi.
Kesimpulannya, nasi yang sudah jadi bubur memang mutlak enggak bisa dikembalikan lagi. Satu-satunya cara supaya bisa disantap, ya dimodifikasi jadi hidangan baru.
Sama halnya kalau kita sudah melakukan sesuatu dalam hidup, apa yang sudah terjadi, tidak akan bisa kita ulangi lagi, kan? Ya, namanya juga nasi sudah menjadi bubur, sudah terlanjur.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan