Pencarian populer
Food & Travel

Kecap Rendah Gula, Alternatif Penambah Rasa Manis Makanan Sehat

Ilustrasi Kecap (Foto: Getty Images)

Kecap merupakan salah satu bahan penyedap rasa dari Indonesia yang sering diaplikasikan dalam berbagai masakan. Terbuat dari biji kedelai hitam dan gula merah, kecap yang kental membuat sajian masakan bertambah nikmat dengan sentuhan rasa manis dan gurih yang khas. Sebut saja nasi goreng, mi goreng, ayam bakar, hingga sate yang dibumbui dengan bahan utama kecap.

Berfungsi menambah rasa nikmat pada makanan, ternyata kecap juga sering dihindari terutama oleh orang-orang yang tengah menjalani gaya hidup sehat. Rasa manis yang dihasilkan dari gula dalam jumlah banyak menjadi salah satu penyebabnya.

Padahal, meski menjalani gaya hidup sehat, ternyata kita masih dapat menyantap aneka sajian lezat berbahan kecap, lho. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan selektif memilih kecap dengan kandungan bahan yang lebih sehat.

Ya, saat ini memang telah beredar varian kecap sehat. Salah satunya adalah kecap dengan kandungan gula yang lebih rendah.

Untuk menghasilkan kecap rendah gula, kadar gula aren akan dikurangi atau diganti dengan bahan alternatif yang lebih sehat seperti gula dari daun stevia yang kini tengah populer. Kedelai hitam berkualitas dan bahan pemanis alami pengganti gula tersebut kemudian diolah sedemikian rupa hingga cita rasanya tak jauh berbeda dengan kecap pada umumnya.

Kecap (Foto: Dok. Thinkstock)

Selain aman dikonsumsi tanpa membuat kadar gula dan kolesterol dalam darah melonjak, kecap rendah gula memiliki kadar kalori yang rendah, namun berprotein tinggi. Hal ini membuat kecap rendah gula sangat aman untuk dikonsumsi meskipun tengah menjalani diet. Bahkan, kecap dengan menggunakan bahan pemanis stevia masih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

“Pasien diabetes maupun hipertensi masih diperbolehkan mengkonsumsi kecap rendah gula atau bebas gula dalam jumlah terbatas. Untuk satu hari masih boleh satu hingga dua sendok makan saja,” terang ahli gizi dr Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK saat ditemui kumparan dalam acara Inovasi Kecap Bango Light: Alternatif Baru untuk Nikmati Kelezatan Kuliner Nusantara di Kembang Goela, Setiabudi, Jakarta Selatan (8/3).

Lebih lanjut, dr Diana menjelaskan bahwa kandungan protein dalam kedelai hitam pada kecap juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Protein yang masuk ke dalam tubuh manusia akan memaksimalkan pembentukan jaringan tulang, otot, kulit, dan darah. Protein juga berfungsi membangun antibodi sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Tak hanya pemilihan kecap saja yang penting, proses pengolahannya pun harus diperhatikan. Meskipun menggunakan bahan-bahan sehat, jika tidak diolah secara benar, maka manfaat yang terkandung di dalamnya akan rusak bahkan hilang.

Ilustrasi Kecap (Foto: Getty Images)

Chef Odie Djamil, seorang chef yang kerap mengolah aneka sajian Nusantara menyarankan untuk memperhatikan proses memasak yang sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang. Kemudian mengganti bahan-bahan makanan yang lebih sehat dengan kandungan minyak dan gula yang tak terlalu banyak.

“Kita dapat mengolah masakan Indonesia menjadi lebih sehat namun tetap lezat. Misalnya dengan mengontrol tingkat kandungan lemak dan kalori yang kita konsumsi,” ujar chef Odie Djamil saat ditemui di tempat yang sama.

Khusus untuk makanan berbahan kecap yang diolah dengan cara dibakar atau dipanggang, dr Diana menganjurkan untuk memasaknya dengan lebih hati-hati agar tidak terbentuk zat nitrosamin atau senyawa karsinogenik penyebab kanker.

“Reaksi antara api dan makanan akan menghasilkan nitrosamin. Jadi, jangan bakar makanan langsung di atas bara api. Sebaiknya gunakan pan sebagai pembatas antara api dan makanan,” tambah dr Diana.

Jadi, tak perlu takut lagi menyantap aneka olahan berbahan kecap yang nikmat. Asal diproses dengan cara yang tepat dan menggunakan bahan-bahan berkualitas, makanan sehat pun dapat memiliki cita rasa yang tak kalah lezatnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: