Pencarian populer

Ki Kusumo: Jualan Online Saja Bisa Pakai Pelaris

Bumbu Mistis Pelaris Dagangan Foto: Argy Pradipta/ kumparan

Tiap ada rumah makan yang secara tiba-tiba disesaki pengunjung, pasti ada pula desas-desus kalau mereka pakai bantuan pelaris. Kecurigaan makin menjadi apabila rumah makan tersebut tak istimewa; makanan biasa dan tempat pun tak cantik.

Tak dapat dipungkiri, kebiasaan mengaitkan bisnis makanan dengan pelaris memang sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Praktik pelaris berbau klenik dianggap mampu mendatangkan keuntungan dengan cara yang instan.

Terlepas dari benar tidaknya, nyatanya kepercayaan terhadap pelaris ini telah mengakar dan jadi budaya. Seakan tak tergerus dengan modernisasi, gaung tentang praktik pelarisan hingga kini masih santer terdengar.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan pelarisan dan bagaimana praktiknya? Selama ini, yang sering kita dengar hanyalah cerita dari mulut ke mulut, sekadar pengalaman atau sepenggal informasi yang belum jelas-jelas banget.

Kami pun bertemu dengan salah satu paranormal Indonesia, Ki Kusumo untuk mengulik tentang tradisi klenik pelarisan yang kerap digunakan untuk melariskan barang dagangan. Mari simak perbincangan kumparan bersama Ki Kusumo berikut ini:

Ki Kusumo, paranormal Indonesia. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Apa itu pelaris?

Pengertian pelaris sendiri adalah untuk membuat sesuatu yang tidak menarik menjadi menarik. Sesuatu yang tidak bagus menjadi bagus, sehingga orang tampak senang, tampak suka, mau datang lagi, mau ketemu lagi, seperti itu.

Konsep pelaris ini dari dulu digunakan untuk berbagai hal, misalnya orang yang mau berdagang, mau berniaga naik kapal besar ke beberapa negara, supaya barang yang diperdagangkan cepat laku.

Sejak kapan praktik pelaris mulai dilakukan?

Pelaris kalau ditanya sejak kapan, tidak ada sebabnya. Dari zaman terdahulunya, dari tahun berapa, dari zaman ke berapa enggak jelas.

Namanya pelaris dari sejak dulu sudah digunakan. Kebiasaan tersebut masih berjalan sampai detik ini. Jadi, kalau dari kapan tidak jelas tapi praktiknya sampai sekarang, terutama aplikasinya digunakan pada warung makan atau toko.

Biar orang datang membeli, nanti dia pulang kok mau membeli lagi, butuh lagi, enggak ada duit diada-adain. Jadi artinya, orang yang menggunakan pelaris tersebut ingin membuat orang-orang di sekitarnya datang kembali, memberi keuntungan buat usahanya.

Bagaimana cara kerja dari pelaris?

Cara kerjanya intinya adalah memberikan energi positif untuk tempat yang dipasangi benda tersebut. Jadi, begitu energi positif tersebut terpancar daya tarik itu terpancar, orang senang, orang maunya datang. Intinya itu.

Energi positif berarti membangun suasana atau seperti apa?

Bukan, energi positif itu mempengaruhi orang, bukan membangun suasana. Mempengaruhi orang yang datang supaya hatinya tergerak. Perasaannya tergugah, pikirannya diarahkan pada kita.

Bisa buat orang balik lagi?

Bukan balik lagi, memberikan keinginan pada dia untuk memiliki sesuatu yang kita tawarkan.

Berarti enggak selalu memakai bantuan jin dan negatif?

Jangan beranggapan jin itu negatif, salah. Kalau kita bicara jin itu ada baik ada jahat. Jin yang baik juga banyak.

Jadi kalau kita bicara, adakah yang menggunakan jin? Ada. Adakah yang menggunakan energi? Ada. Tergantung apa yang dipasang dan siapa yang memasang.

Tetapi kembali lagi konsep dasarnya adalah memasang energi positif sehingga orang yang tadinya tidak suka menjadi suka, orang yang tadinya tidak senang menjadi senang. Intinya itu.

Untuk jenis-jenisnya sendiri ada apa saja?

Pelaris itu macam-macam, jadi kalau ditanya jenis-jenisnya tentu tiap daerah punya jenisnya masing-masing, punya cara masing-masing, punya metode yang tentu berbeda-beda.

Indonesia adalah sebuah negara yang berlatar belakang spiritual, tiap daerah punya budaya sendiri untuk melakukan sebuah proses yang namanya pelarisan tadi. Kalau saya ditanya seperti apa saja, banyak banget.

Misalnya ada pelaris berupa beras, biasanya ditaruh di nasi, sehingga kalau dia dagang nasi sehari berapa pun habis. Atau ada pelaris yang berupa benda yang ditaruh di tempat uang, jadi apapun yang terjadi hari itu, tempat duitnya penuh terus.

Syarat-syarat untuk memasang pelaris apa saja?

Tergantung metodenya, tergantung siapa yang masang. Karena tiap orang punya cara dan metode masing-masing.

Ada yang cuma tinggal ditaruh dan langsung berjalan, ada juga yang harus dipersiapkan dengan potong ayam. Ada lagi yang disiapkan dengan dibungkus kain putih.

Konten Spesial: Bumbu Mistis Pelaris Dagangan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pelaris ini bisa bertahan berapa lama?

Bertahan berapa lama itu tergantung siapa yang memasang dan siapa yang meminta. Kadang-kadang ada yang minta tidak usah lama-lama karena kontraknya hanya dua tahun. Ada juga yang minta selamanya.

Kadang-kadang ada juga yang memasang per paket, misalnya ini cuma untuk 40 hari, kalau mau diperpanjang datang lagi. Jadi tergantung siapa yang minta dipasang dan siapa yang memasang, dua konsep kerja sama pemasangan pelaris.

Ada hal-hal tertentu yang bisa menghambat kemanjuran pelaris?

Itu kan tergantung masing-masing siapa yang masang. Ada pantangannya, selagi aturan itu dipatuhi dengan baik saya rasa nggak masalah.

Tiap aturan kan tiap orang versinya beda-beda, metodenya lain-lain, kalau yang kita lakukan sesuai aturan biasanya sih baik-baik saja, enggak ada masalah. Kecuali kalau di situ tidak boleh meletakkan cabai mentah sembarangan, tahu-tahu dia asal taruh, ya itu kan salah dia berarti.

Ada enggak jenis makanan yang susah dikasih pelaris?

Enggak ada. Makanan basi saja bisa.

Warung sesederhana apapun juga bisa dibikin menarik dengan pelaris ya?

Iya, enggak salah. Itu kan ibaratnya seperti kita bikin dekorasi. Kita makan pake nasi saja enak, tapi kalau pakai lauk pauk kan jauh lebih enak. Mengenakkan diri sendiri, gitu.

Ciri-ciri rumah makan pakai pelaris sendiri seperti apa?

Kalau orang yang mengerti tahu, tapi juga hati-hati, banyak orang yang pura-pura ngerti dan sok tahu. Ngomong asal saja padahal diajak ngobrol enggak tahu. Kalau orang biasa enggak kelihatan.

Fakta Unik Bumbu Mistis Pelaris Dagangan Foto: Sabryna Putri Muviola/Kumparan

Pelaris juga bisa digunakan untuk menangkal niat jahat orang lain enggak?

Oh ya gampang itu, banyak. Orang yang suka menjatuhkan usaha ya banyak, tapi kan tergantung siapa yang dijatuhkannya.

Tapi pakai pelaris bisa menangkal?

Oh tidak, beda lagi. Kalau itu proteksi, benteng. (Pelaris) lebih menarik orang saja.

Kalau proteksi biasanya banyak yang memakai juga enggak?

Banyak, mereka kan biasanya satu paket. pelarisnya, pasang proteksinya, supaya (usahanya) enggak diganggu orang.

Sebenarnya, pelaris bisa mempengaruhi rasa makanan supaya jadi enak juga enggak?

Jadi memang bukan mempengaruhi rasanya biar enak, karena rasanya pertama tetap harus enak. Tentu kan rasa enak punya nilai plus. Kalau misalnya nggak enak pun, orang tetep dateng, cuma kalau rasanya enak kan punya nilai plus.

Artinya, kalau misalnya tanpa makanan enak dia bisa datang, kalau dibikin enak itu lebih menarik lagi. Awalnya (pelaris) hanya jadi pemancing dulu. Mempengaruhi otak, mempengaruhi hati, mempengaruhi sesuatu yang berkaitan dengan sistem tubuh dia, membuat dia jadi suka dengan apa yang kita tawarkan.

Banyak rumor yang bilang kalau rasa makanan yang pakai pelaris bisa berubah saat dibawa pulang, benarkah?

Yang begitu ada, yang enggak juga banyak. Jadi kita enggak bisa pukul rata. Karena metodenya banyak, metodenya apa yang dipakai, di Indonesia ini macam-macam cara, macam-macam metode. Tiap budaya kebangsaan di negara kita ini punya cara sendiri-sendiri.

Tapi memang ada restoran yang kalau kita makan di sini enak, tapi dibawa pulang jadi enggak enak?

Enggak, itu jarang. Orang-orang aja pada ngarang-ngarang. Ngarang-ngarang ngomong sama yang enggak ngerti, yang enggak ngerti mengiyakan. Sugestilah. Yang seperti itu pun jarang.

Ada dampak tertentu buat orang yang makan makanan pakai pelaris tidak?

Enggak, enggak ada. Aman aman saja. Jadi pada prinsipnya orang melakukan sesuatu dengan pelaris itu wajar banget, enggak ada yang disalahkan. Apalagi usaha bersaing, saya pengen dong dagangan saya laku. Terus kita bikin enak, kita kasih energi yang positif.

Sebenarnya pelaris itu enggak negatif, kalau yang negatif itu santet namanya. Nyelakain orang. Kalau namanya pelaris enggak negatif, rata-rata pakai. Itu kan membuat kita menarik, sama halnya kayak bersolek. Kita memperindah apa yang kita punya itu wajar.

Konten Spesial: Bumbu Mistis Pelaris Dagangan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan dan Putri Sarah Arifira/kumparan

Zaman sudah modern, praktik pelarisan masih banyak dilakukan atau tidak?

Orang jualan teknologi saja pakai pelaris. Jualan hape itu orang pakai pelaris, lho. Jualan online juga bisa banget, semua itu, semua orang itu pakai.

Di restoran yang sudah modern pun masih memakai pelaris?

Semuanya sih pakai ya rata-rata. Jadi kita tidak bisa melihat modern atau tidak modern.

Yang modern atau tidak modern itu sistemnya, tapi orangnya kan orang mana. Jadi kalau kita bicara tentang orang Indonesia, ya rata-rata pakai. Mereka percaya, karena latar belakang itu berkaitan dengan budayanya.

Story mengenai bumbu mistis pelaris dagangan bisa disimak di konten spesial kumparan: Bumbu Mistis Pelaris Dagangan

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: