kumparan
20 Mar 2019 18:32 WIB

Makanan Alternatif Selama Umrah: AlBaik hingga Kepala Kambing

Nasi Mandhi di Madinah. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Kamu tak perlu khawatir soal makanan saat umrah. Beberapa travel umrah biasanya menjual paket sudah dengan sarapan, makan siang dan makan malam di hotel. Namun tak ada salahnya melewatkan makan di hotel dan mencoba alternatif kuliner lain selama di Arab Saudi. Apa saja pilihannya?
kumparan pada awal Maret 2019 lalu mendapat undangan umrah dari maskapai berbiaya murah Scoot dan agen travel Zamzam Wisata. Selama 9 hari, kumparan bersama jurnalis dan blogger diajak mencicipi kuliner unik di Madinah, Makkah dan Jeddah di sela-sela ibadah.
Lesehan di pelataran Masjidil Haram, Makkah. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Tim pengundang sengaja memilih makanan-makanan yang berbeda dengan sajian hotel. Tak lain tentu saja untuk memberi pengalaman unik tersendiri bagi para jurnalis dan blogger.
Apa saja kuliner yang sempat dicicipi? Berikut beberapa pilihannya yang Anda juga bisa coba.
1. AlBaik
Ini adalah makanan yang langsung kami santap begitu pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi. Dalam perjalanan ke Madinah setelah mendarat Jeddah, kami langsung mencoba AlBaik.
Ayam AlBaik dari Arab Saudi Foto: Safira Maharani/kumparan
Butuh kesabaran saat mengantre AlBaik karena walaupun tengah malam, jumlah peminatnya tak sedikit. Murah dan memiliki porsi yang banyak membuat makanan cepat saji ini begitu banyak dicari.
AlBaik berdiri sejak tahun 1974 dan pertama kali beroperasi di kota Jeddah, Arab Saudi. Kini, restoran ini telah memiliki 40 cabang di Kota Jeddah dan puluhan cabang di kota lainnya.
Sajian yang paling tersohor tentu saja ayam gorengnya. Daging ayamnya dilapisi oleh tepung dan digoreng hingga renyah. Kemudian, disajikan bersama dengan kentang goreng dan roti burger, tak lupa dengan tambahan berbagai saus seperti saus sambal dan bawang putih.
Ayam AlBaik dari Arab Saudi Foto: Safira Maharani/kumparan
Saat kita membuka ayam goreng tersebut, akan terlihat guratan merah sebagai penanda bumbunya yang meresap hingga ke dalam daging. Rasanya gurih, sedikit beraroma Timur Tengah, dan tetap renyah.
AlBaik kini tak hanya bisa dinikmati saat umrah. Dalam beberapa situs jual beli online, ada yang menjual AlBaik lewat jasa titip. Harganya mulai dari Rp 200 ribu-Rp 400 ribu per paket.
2. Kepala Kambing
Pasar ikan di Madinah, tempat kuliner enak. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Berada di kota Madinah, kami tak mau hanya menikmati menu makanan hotel saja. Rasanya kurang lengkap kalau belum makan daging kambing di atas nasi mandhi dalam satu wadah.
Daging dari kepala kambing. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Kami mendatangi sebuah pasar yang jaraknya hanya sekitar 20 menit dari kompleks Masjid Nabawi. Pasar tersebut disebut pasar ikan atau souk samak. Berada di antara gang-gang pasar, ada sebuah area makan yang ramai didatangi pengunjung.
Lokasi tersebut mirip dengan food court. Ada sejumlah meja dan kursi, lalu kita bisa memesan makanan dari beberapa warung makan di sekitar pasar. Ada yang menawarkan menu nasi dengan aneka lauk olahan kambing yang biasa disebut dengan mandhi lahamb. Ada juga menu ikan goreng. Tak ketinggalan, menu pencuci mulut pun ada.
Namun yang paling berkesan bagi kumparan di lokasi tersebut adalah olahan kepala kambing yang dipanggang di dalam tanah. Bila kita memesan, maka sang pedagang akan mengeluarkan satu kepala kambing utuh dari panggangan bawah tanahnya. Lalu kemudian isi kepala tersebut dikeluarkan satu per satu.
Makan bersama di Pasar Ikan, Madinah. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Tentu saja isinya merupakan kombinasi daging dan jeroan kepala kambing yang sudah empuk dan bercampur bumbu. Awalnya kami agak ragu mencicipi daging tersebut, namun setelah dicoba sekali rasanya nagih. Isi kepala kambing itu ludes hanya dalam beberapa menit saja.
3. Lesehan di pelataran Masjidil Haram
Lesehan di pelataran Masjidil Haram, Makkah. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Bila Anda berada di Makkah, tepatnya di sekitar area Masjidil Haram, banyak sekali menu pilihan makanan. Mulai dari makanan khas Arab Saudi, makanan cepat saji internasional seperti KFC, McDonalds dan Dominos Pizza, hingga makanan khas Indonesia pun ada.
Makan bersama di pelataran Masjidil Haram, Makkah. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Harganya bervariasi mulai dari SAR 10 sampai SAR 100. Walau harganya murah, Anda harus siap untuk menikmatinya dalam porsi besar. Nasi yang lumayan banyak dan potongan daging yang besar, adalah ciri khas makanan di sana.
Selama di Masjidil Haram, kumparan sempat mencicipi makanan yang dijual di pinggir jalan yaitu nasi dan ayam panggang. Lalu ada juga nasi dan kambing panggang serta makanan lainnya.
Suasana di pelataran Kakbah Masjidil Haram. Foto: Rachmadin Ismail/kumparan
Namun tidak banyak ruang untuk makan bersama di sekitar Masjidil Haram. Alternatifnya, Anda bisa mencari ruang di pelataran masjid atau jalanan sekitar masjid. Cukup menggelar plastik, duduk lesehan, mencuci tangan seadanya, lalu makan.
Ini adalah gaya makan yang cukup lazim di Arab Saudi. Beberapa orang berkeliling nasi dan lauk pauk yang dimakan bersamaan. Rasanya sungguh nikmat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan