kumparan
20 Sep 2019 17:20 WIB

Nafsu Makan Bertambah Saat PMS? Ini Alasannya!

Mencari makanan di kulkas Foto: Shutterstock
Premenstrual Syndrome atau biasa disingkat PMS merupakan kondisi yang terjadi sebelum perempuan datang bulan. Siklus ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala; seperti suasana hati yang cepat berubah, sakit kepala, pembengkakan payudara, hingga munculnya jerawat.
ADVERTISEMENT
Namun, salah satu gejala yang paling mudah diketahui saat siklus tersebut datang adalah nafsu makan yang meningkat akibat perubahan hormon.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The FASEB Journal, perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron (sebelum menstruasi) ternyata berpengaruh terhadap nafsu makan. Kadar progesteron yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan nafsu makan sehingga perempuan selalu merasa tidak kenyang.
Masih dalam penelitian yang sama, para ahli juga menyebut makanan yang kaya akan karbohidrat dan gula merupakan dua jenis makanan yang sering diincar para perempuan sebelum menstruasi. Itu karena, karbohidrat dan gula bisa membantu meringankan suasana hati dan kelelahan yang sering terjadi saat PMS.
Makan banyak karena emotional eating Foto: Shutter Stock
Sejalan dengan penelitian tersebut, Prof. Dr. H. Hardinsyah, MS, Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, menyebut bahwa kondisi perubahan hormonal tersebut mempengaruhi hormon leptin dan ghrelin.
ADVERTISEMENT
Leptin adalah hormon yang dibuat oleh sel lemak, yang bertugas mengendalikan nafsu makan serta rasa lapar. Sedangkan, hormon ghrelin adalah hormon di dalam lambung yang bertugas mengirimkan sinyal 'lapar' ke otak, dan kemudian menyebabkan peningkatan nafsu makan.
"Sederhananya, selama menstruasi ada zat gizi yang harus dikeluarkan melalui pendarahan. Nah, zat-zat gizi itu harus digantikan dengan asam amino atau asam lemak dan mineral. Karena itulah, perempuan memiliki nafsu makan yang meningkat untuk menggantikan zat-zat gizi yang terbuang tadi," tutup Prof. Dr. H. Hardinsyah
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan