Pencarian populer

Trik Makan Hemat Para Crazy Poor Asians di Twitter

Nick, Colin, Araminta, dan Rachel di Newton Food Centre (Foto: Dok. Warner Bros)

Film Crazy Rich Asians hasil besutan sutradara John Chu berhasil menuai kesuksesan. Tak cuma menempati jajaran top box office saja, namun euforia para penikmat film yang diadaptasi dari novel trilogi karya Kevin Kwang ini pun tinggi. Hidup glamor keluarga konglomerat di Singapura yang digambarkan dengan apik oleh Kwang, membuat banyak orang berangan-angan tentang kehidupan masyarakat kelas atas yang bergelimang harta.

Menariknya, setelah film ini melejit, banyak warganet Indonesia yang melontarkan cuitan-cuitan lucu mengenai kehidupan glamor mereka. Muncul plesetan-plesetan unik di Twitter seperti tagar #CrazyRichSurabayan, yang mengisahkan tentang kehidupan kaum jetset di Surabaya dan tak kalah hebatnya dengan apa yang dikisahkan dalam film Crazy Rich Asians.

Keramaian #CrazyRichSurabayan belum surut, sudah muncul kembali tagar baru yang tak kalah mengocok perut, yakni #CrazyPoorAsians dan #CrazyCheapAsians. Berbeda dengan tagar sebelumnya, para warganet yang menyebut dirinya sebagai Crazy Poor Asians justru membagikan ‘pahitnya’ kehidupan kaum kelas menengah, atau bisa dibilang, pas-pasan.

Banyak yang membagikan bagaimana gaya hidup mereka sebagai #CrazyPoorAsians, tak terkecuali kebiasaan makan yang diterapkan demi menghemat biaya hidup. Bukannya menyedihkan, postingan-postingan tersebut justru memancing gelak tawa.

Kira-kira, apa saja sih yang dilakukan oleh para #CrazyPoorAsians agar tetap bisa makan enak namun dengan biaya minim? Yuk, simak ulasannya yang telah kumparanFOOD rangkum berikut ini:

1. Makan Nasi Padang tanpa lauk

Sajian Nasi Padang selalu dilengkapi dengan siraman berbagai jenis kuah sayur, dari yang bercita rasa gurih, sampai yang rasanya pedas. Hanya dengan menyantap nasi dan kuah saja, rasanya sudah sangat nikmat.

Apalagi, biasanya terdapat remahan atau kremesan ayam yang bisa kita minta secara gratis. Tambahkan daun singkong dan sambal hijau--yang tentunya gratis pula--kamu sudah bisa memuaskan rasa lapar tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Hmm, sepertinya layak untuk dicoba.

2. Memaksimalkan fasilitas refill

Biasanya, restoran Jepang memberikan fasilitas free refill bagi para pengunjungnya. Para pembeli dapat mengisi ulang minuman mereka berkali-kali. Tentunya hal ini merupakan keuntungan yang tak boleh dilewatkan, bukan?

Hanya dengan membeli satu menu, lalu menyantapnya beramai-ramai agar lebih hemat, kita bisa menenggak minuman sepuas hati hingga kembung, tanpa perlu merogoh kocek berlebih. Ada-ada saja, ya.

3. Bawa minuman saset sendiri

Saat nongkrong di kafe, harga dari sebuah minuman bisa menjulang tinggi dari harga aslinya. Nah, untuk mengakalinya, para #CrazyPoorAsians membawa sendiri minuman saset untuk diminum saat mengunjungi kafe.

Dengan begitu, mereka hanya perlu memesan air es atau air putih saja, dan tinggal mencampurnya dengan minuman yang telah mereka bawa. Hemat, kan?

4. Bawa bekal sendiri saat nonton ke bioskop

Harga tiket bioskop yang sudah cukup mahal, tentu membuat kita berfikir ulang bila harus membeli makanan sebagai teman menonton film. Daripada memesan popcorn yang dijajakan oleh petugas bioskop, Crazy Poor Asians lebih memilih untuk membawa bekal sendiri dari rumah, misalnya seperti gorengan. Serasa nonton film di rumah sendiri, ya?

5. Mengenyangkan perut dengan sampel makanan

Para Crazy Poor Asians tampaknya tak pernah kehabisan akal untuk tetap mengisi perut tanpa menghabiskan isi dompet, tak terkecuali saat sedang liburan dan jalan-jalan. Untuk meminimalisir pengeluaran saat plesir, berkunjung ke toko oleh-oleh atau camilan adalah agenda wajib. Bukan untuk membeli buah tangan, namun untuk mencicipi berbagai sampel makanan hingga lapar terpuaskan.

6. Berkreasi saat memasak agar kenyang maksimal

Kocek yang terbatas tentu membuat kita harus pintar-pintar dalam menyajikan makanan. Dengan budget minimal, ternyata juga bisa menghasilkan sajian yang mengenyangkan, lho. Yang diperlukan hanyalah kreativitas dalam memodifikasi resep suatu hidangan.

Dan, tentunya, bahan-bahan pelengkap tersebut tak boleh lebih mahal dari harga bahan utamanya. Kreatif, ya.

7. Memanfaatkan sisa makanan semalam

Sejak masih kecil, tentu kita sudah diajarkan untuk tak membuang-buang makanan. Bila masih bisa disantap, tentu lebih baik tak membeli makanan yang baru dan memanfaatkan sisa makanan yang masih ada bukan? Apalagi, bila porsi makanan yang kita beli cukup banyak, tentu bisa disisihkan untuk makanan esok harinya.

Nah, dari sekian kebiasaan makan kaum Crazy Poor Asians di atas, mana yang paling sering kamu lakukan? Yuk, bagikan kisahmu di kolom komentar!

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63