kumparan
20 Apr 2019 19:25 WIB

5 Band Indonesia yang Bertahan dan Melewati Usia Perak

Listicle - Band yang telah masuki usia perak Foto: Infografik: Sabryna Putri Muviola/kumparan
Menjaga kekompakan dalam sebuah grup band bukan hal yang mudah. Bongkar pasang personel hingga fokus dalam berkarya menjadi tantangan tersendiri bagi setiap grup band.
ADVERTISEMENT
Namun, beberapa grup band Tanah Air berikut mampu bertahan bersama-sama selama 25 tahun bahkan lebih. Di antara mereka bahkan masih kompak dan aktif dalam meluncurkan karya-karya di industri musik.
Story berikut akan membahas beberapa grup band Tanah Air yang mampu bertahan dan melewati usia perak. Berikut ini ulasannya.
1. Gigi
Penampilan Band Gigi All Star di konser Love Fest Vol. 3. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Grup band GIGI memasuki usia 25 tahunnya berkarier di industri musik Tanah Air. Band yang kini beranggotakan Armand Maulana (vokalis), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdhan (bassist), dan Gusti Hendy (drummer) ini pertama kali terbentuk pada 22 Maret 1994.
Band beraliran pop dan rock tersebut awalnya diinisiasi oleh Aria Baron (gitar), Thomas Ramdhan (bass), Ronald Fristianto (drum), Dewa Budjana (gitar), dan Armand Maulana (vokal). Kelima personel tersebut berkumpul dari latar belakang musik yang berbeda.
Throwback Band Gigi Foto: infografik:Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan
Meski sempat mengalami bongkar pasang personel, namun hingga saat ini Gigi terbilang sukses di kancah musik nasional.
ADVERTISEMENT
Lebih kurang 24 album berhasil mereka rilis selama 25 tahun mereka meramaikan industri musik. Lagu-lagu seperti 'Nirwana', '11 Januari', dan 'Janji' masih asik mengalun di telinga penikmat musik tanah air hingga saat ini.
Video
Menginjak usia peraknya, GIGI akan mereka rayakan dengan menggelar konser tunggal di Yogyakarta. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi konser lantaran kota gudeg tersebut dinilai lebih tenang dibandingkan dengan ibu kota saat ini.
2. NTRL
Enno, Bagus dan Choki NTRL. Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan
Grup NTRL kini sudah genap berusia 25 tahun. Selain menggelar konser spesial yang berlangsung beberapa waktu lalu, NTRL juga memiliki satu persembahan spesial lainnya. Mereka merilis album terbaru bertajuk 'XXV'.
Bekerja sama dengan www.belialbumfisik.com dan Anak Negeri Production, band yang digawangi Bagus, Coky, dan Eno ini memasukan konten spesial di dalam tersebut, yakni dua keping CD berisikan 26 lagu, terdiri dari 7 lagu baru dan 19 lagu lama yang diaransemen ulang.
Transformasi Grup Band Netral Menjadi NTRL Foto: Infografik: Putri Sarah Arifira
Grup yang pertama kali hadir dengan nama Netral ini memang kerap bergonta ganti personel. Namun, band tersebut kian melesat kala formasinya diisi Bagus, Eno, Coki.
ADVERTISEMENT
Meski harus mengalami bongkar pasang personel, Netral tetap produktif dalam menelurkan album. Dengan formasi tersebut, Netral telah menelurkan delapan album.
Namun, masalah mulai muncul ketika Miten salah satu mantan personelnya meninggal dunia pada 2012. Saat itu, Bagus tidak bersedia hadir di acara tribute to Miten yang diadakan oleh Bimo. Bagus merasa tidak enak hati memainkan lagu-lagu Netral tanpa Eno dan Coki.
Video
Percekcokan itu membuat Bimo, pencetus nama Netral, meminta Bagus untuk tidak lagi menggunakan nama tersebut. Alhasil Netral pun berganti menjadi NTRL.
Kini, masalah nama antara Bimo dan Bagus sudah terselesaikan. Bimo bahkan ikut manggung saat NTRL merayakan ulang tahun ke-25 pada 2018 lalu.
3. KLa Project
Aksi panggung KLa Project dalam Memorable Concert KLaboration di De Tjolomadoe Concert Hall, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (30/3). Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan
30 Tahun tentu menjadi perjalanan yang cukup panjang bagi sebuah grup musik di Tanah Air. KLa Project menjadi salah satu grup musik yang mampu mencapai usia tersebut. Sebelum berada sampai di titik ini, mereka tentu sudah melewati berbagai proses yang panjang.
ADVERTISEMENT
Terbentuk pada tahun 1988, awalnya KLa Project digawangi oleh Katon Bagaskara pada vokal, Romulo Radjadin atau yang akrab disapa Lilo pada gitar dan vokal, Adi Adrian pada keyboard, dan Ari Burhani pada drum. Nama KLa sendiri memang merupakan singkatan dari inisial para personelnya.
Konferensi pers konser Memorable Concert 'Love at The First Sight' KLa Project. Foto: Aria Pradana/kumparan
Di tengah perjalanan karier tersebut Katon, Lilo, dan Adi juga serius dengan karier solo mereka masing-masing. Kendati demikian, mereka tak melupakan kelangsungan KLa Project sebagai sebuah grup band.
Mereka merilis Album bertajuk 'Exelentia' di tahun 2010 dengan single andalan mereka yang berjudul 'Hidup Adalah Pilihan'.
Video
Tahun kemarin, menjadi tahun ke-30 mereka berkarier di dunia musik Tanah Air. Sejak terbentuk hingga saat ini, mereka berhasil merilis, 9 album studio, dan 6 Album kompilasi. 7 Penghargaan BASF Award sempat mereka raih pada tahun '90-an.
ADVERTISEMENT
Untuk merayakan 30 tahun karier mereka di dunia musik Tanah Air, KLa Project akan menggelar konser bertajuk 'Karunia Semesta'. Dalam konser yang akan digelar pada Desember 2019 di JCC Senayan, Jakarta itu, KLa nampak memberikan penampilan terbaik mereka dengan membawakan lebih dari 30 judul lagu.
4. Slank
SLANK dalam acara peluncuran video klip #Barengjokowi di Markas Slank, Jakarta Selatan, Jumat (15/3). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Slank merupakan grup musik legendaris Indonesia yang lahir pada 1983 silam. Sejak berdirinya hingga kini, Slank telah bergonta-ganti personel sebanyak 14 kali.
Kendati demikian penggemar Slank terbilang cukup militan. Padahal perjalanan Slank di industri musik terbilang cukup terjal.
Tak sekadar gonta ganti personel, beberapa personel juga pernah terjerumus dalam lembah narkoba.
Slank formasi 14 dulu dan sekarang Foto: Munady Widjaja, Instagram @slankers.casual, infografik: Basith Subastian
Formasi ke-14 yang dimiliki Slank, terbilang paling solid hingga saat ini. Slank formasi 14 dengan komposisi Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee hingga kini sudah berhasil menelurkan 15 album.
ADVERTISEMENT
Hingga kini grup band tersebut lebih kurang telah mencapai usia 36 tahun. Namun, nampaknya antusiasme penggemar pada Slank justru tak pernah padam. Bahkan setiap manggung, Slank seolah punya daya tarik untuk para penggemarnya berkumpul.
5. Kahitna
Kahitna Foto: Musica's Studio
Grup musik Kahitna ini beranggotakan Hedi Yunus, Yovie Widianto, Carlo Saba, Mario Ginanjar, Dody IS, Harry Suhardirman, Budiana, Andrie Bayuadjie, dan Bambang Purwono. Tentu saja, lagu-lagu mereka yang akrab dengan lirik yang mampu membuat galau, tak pernah lekang oleh waktu.
Aktif bermusik sejak tahun 1986, Kahitna berhasil meraih kesuksesan sebagai salah satu grup musik Indonesia.
Antar sesama anggota tentu tidak lagi melihat satu sama lain sebagai teman, namun sudah seperti keluarga. Apalagi hubungan mereka sudah terjalin selama 33 tahun.
Kahitna Foto: Munady
Sejak hadir di dunia hiburan hingga saat ini Kahitna memang terbilang cukup kompak dan produktif menelurkan lagu cinta khas mereka. Yovie sebagai pentolan di grup musik tersebut punya rahasia untuk menjaga kekompakan timnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, semua anggota Kahitna diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai, mulai dari karier hingga hobi.
Yovie sadar bahwa karier masing-masing anggota sangat penting untuk masa depan mereka. Jadi, rasa saling mendukung yang ada pun juga menjadi salah satu cara untuk tetap kompak.
Video
"Punya karier masing-masing dan saling mendukung, jadi tidak pernah ada hambatan untuk masing-masing untuk mengembangkan karier," ujarnya saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Hingga kini, grup musik tersebut telah menelurkan sepuluh album. Lagu-lagu mereka seperti 'Cerita Cinta', 'Andai Dia Tahu', dan 'Cantik' nampaknya menjadi lagu wajib bagi para penggemar yang tengah jatuh cinta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan