kumparan
18 Des 2018 13:34 WIB

5 Gitaris Indonesia yang Bikin Album Solo

Gitaris Indonesia yang rilis album solo (Foto: Infografik: Putri Sarah Arifira/kumparan)
Beberapa vokalis band ternama ibu kota sering menelurkan sebuah karya terbaru sebagai solois. Sebut saja, Armand Maulana dari band GIGI, Indra Perdana Sinaga atau Naga dari band Lyla, dan Bam Mastro dari Elephant Kind, merupakan tiga vokalis band yang sukses membuat album sebagai solois.
ADVERTISEMENT
Namun kini tak hanya vokalis, beberapa gitaris grup musik Indonesia juga sudah mulai melebarkan sayap dan aktif membuat sebuat karya dengan menelurkan album solo. Mayoritas album mereka berisikan lagu-lagu instrumental.
Berikut lima gitaris band Indonesia yang juga memiliki album solo.
1. Jarwo ‘Naif’
Pria berambut gondrong ini adalah sosok yang menemani David, Emil, dan Pepeng membentuk grup musik Naif pada 1995. Petikan gitar blues khas Jarwo terbukti berhasil membuat banyak lagu Naif, seperti ‘Benci Untuk Mencinta’, ‘Karena Kamu Cuma Satu’, dan ‘Posesif’, terus dikenang hingga kini.
Ternyata, Jarwo juga pernah membuat sebuah album solo dengan nama panggung Mr. J pada 2009. Album self-titled itu berisikan total 12 lagu instrumental, termasuk ‘C Song’, ‘Syria’, dan ‘My Coda’.
ADVERTISEMENT
Dalam album tersebut, Jarwo memang seperti sedang ingin bereksperimen dengan berbagai software rekaman digital. Karenanya, tidak ada nada-nada rumit di semua lagunya dan album itu pun terkesan sangat santai, namun tetap menonjolkan sisi lain Jarwo di luar Naif.
2. Jikun ‘/rif’
Selain Jarwo, ada pula Jikun, gitaris dari grup musik rock legendaris /rif yang aktif membuat album solo. Perjalanan karier solo Jikun bermula dari tahun 2000 ketika ia hendak menyusun materi album solo gitar instrumental.
Kala itu, Jikun mengalami kecelakaan kerja yang membuat tangan kirinya mati rasa. Akhirnya, Jikun mengajak beberapa musik, Oktav, Bima, dan Megadalle, untuk merampungkan album solo pada 2010.
Karena dibantu oleh banyak musisi, Jikun tidak mau mengatasnamakan diri sendiri untuk album solonya dan memilih untuk menggunakan nama 'Jikunsprain'.
ADVERTISEMENT
Kata sprain' dalam bahasa Indonesia berarti ‘keseleo’ dan itulah bentuk penghargaan Jikun terhadap teman-teman musisi yang membantunya merampungkan album solo setelah sempat terluka pada 2000.
3. Coki Bollemeyer ‘NTRL’
Coki masuk ke 'NTRL' sebagai pengganti dari Miten, gitaris terdahulu yang meninggal dunia pada 2012. Sentuhan melodi gitar Coki ampuh membuat musik 'NTRL' yang mulanya sederhana menjadi terdengar lebih rumit dan eksperimental.
Coki termasuk gitaris multi-genre yang senang bergabung dalam proyek musik di luar 'NTRL'. Ia pernah terdaftar sebagai rekan duet Stevi Item di 'Deadsquad' sebelum akhirnya digantikan oleh Karisk pada 2016.
Coki juga pernah coba membuat album solo instrumental bertajuk ‘Sunyotok’ pada 2016. Di album itu, Coki banyak memadukan musik rock dengan jazz dan pentatonik nada tradisional Jawa.
ADVERTISEMENT
4. Piyu ‘Padi’
Ketika 'Padi' pecah pada 2012, Fadly, Yoyo, Rindra, dan Ari diketahui membentuk Musikimia tanpa Piyu. Kala itu, rumor mengatakan bahwa semua personel Padi gerah dengan aktivitas Piyu di luar band yang terlalu padat.
Piyu memang menjadi produser dari grup musik 'Drive' yang mempopulerkan nama Anji sang vokalis hingga hari ini. Ia juga memiliki berbagai bisnis, mulai dari perusahaan rekaman hingga clothing line.
Karena kejeniusannya dalam bermusik, Piyu tidak pernah bingung ketika para personel Padi meninggalkannya dan membentuk Musikimia. Ia malah berhasil merampungkan dua album solo bertajuk ‘Sakit Hati’ (2014) dan ‘Best Cuts of Piyu’ (2016) dengan banyak hit singles, seperti ‘Ku Tak Salah Melepasmu’ berkolaborasi dengan Anji, ‘Bertarung’ berkolaborasi dengan Killing Me Inside, dan ‘Firasatku’ berkolaborasi dengan Inna Kamarie.
Padi Reborn (Foto: Facebook @sobatpadi)
Kini, Piyu belum pernah membuat karya album solo lain. Sebab, Fadly, Yoyo, Rindra, dan Ari kembali mengajaknya untuk menjalankan format baru 'Padi' di bawah nama 'Padi Reborn'.
ADVERTISEMENT
5. Dewa Budjana ‘Gigi’
Sejak 1997, Budjana memang sudah mulai coba-coba membuat album solo instrumental. Gitaris asal Bali itu pun mendapat kesempatan untuk rekaman album solo gitar di Amerika Serikat pada 2002.
Hingga hari ini, Budjana telah memiliki total 10 album solo yang mendunia, termasuk ‘Dawai In Paradise’ (2012), ‘Joged Kahyangan’ (2013), dan ‘Mahandini’ (2017).
Ia juga telah bekerjasama dengan banyak musisi internasional yang hebat, seperti John Frusciante, mantan gitaris 'Red Hot Chilli Peppers', Jordan Rudess, keyboardist 'Dream Theater', dan Marco Minnemann, mantan drummer 'Necrophagist'.
Budjana yang aktif membuat karya solo di luar Gigi pada akhirnya juga membuat personel lain, Armand, Thomas, dan Hendy, ingin membuat karya sendiri.
ADVERTISEMENT
Armand diketahui memiliki beberapa single solo, termasuk ‘Sebelah Mata’ dan ‘Hanya Kau Yang Bisa’. Thomas diketahui sering kali berduet dengan Bounty, anaknya, untuk membuat konten YouTube, dan Hendy tergabung dalam komunitas Indonesian Drummer bersama banyak drummer hebat Indonesia, seperti Gilang Ramadhan dan Sandy ‘Pas Band’.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan