Pencarian populer

5 Hal yang Perlu Kamu Tahu di Balik Layar Film ‘Skyscraper’

Adegan di film Skyscraper (Foto: Universal Pictures)

Film ‘Skyscraper’ masih tayang di bioskop. Dalam film, Dwayne Johnson berperan sebagai mantan kepala tim penyelamat sandera FBI, Will Sawyer, yang tinggal di gedung pencakar langit tertinggi dan teraman di Hong Kong bersama istri dan dua anaknya.

Will juga bekerja sebagai kepala keamanan di gedung milik Taipan China yang diperankan aktor Chin Han. Gedung bernama The Pearl itu memiliki beberapa lantai seperti kota modern.

Konflik muncul ketika gedung tersebut diserang sindikat kriminal dan Will dijebak sehingga terlihat bahwa dia bagian dari rencana jahat. Situasi semakin rumit ketika dia tahu keluarganya masih berada di gedung itu saat serangan terjadi. Will pun siap mengantar nyawa dalam misi menyelamatkan orang-orang terkasih.

Buat kamu yang belum sempat menonton dan berencana ke bioskop, ada baiknya menyimak cerita dari balik layar yang diungkapkan para pembuat filmnya.

Orang di Belakang Layar

Film ‘Skyscraper’ ditulis dan disutradarai oleh Rawson Marshall Thurber. Dia sebelumnya kerja bareng Dwayne Johnson di film ‘Central Intelligence’. Karya-karya Rawson memang identik dengan unsur komedi, tetapi ‘Skyscraper’ memiliki elemen action yang lebih kuat.

“Tantangan terbesar dalam membuat film seperti ini adalah mengatur keseimbangan; action, suspense dan hati harus sejalan agar cerita filmnya tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat. Selain itu juga menegangkan dan melegakan sehingga penonton bisa melemaskan ketegangan dan membangunnya lagi,” katanya kepada kumparan di Hong Kong, pekan lalu.

Dwayne Johnson dan para bintang Skyscraper di Hong Kong. (Foto: Adhie Ichsan/kumparan)

Film dengan bujet US$ 125 juta ini diproduseri oleh Hiram Garcia dan juga Beau Flynn yang sebelumnya memproduksi ‘San Andreas’. Selain sebagai pemain utama, Dwayne Johnson juga duduk di kursi produser.

Konsep The Pearl

Cerita film ‘Skyscraper’ yang memiliki landmark gedung tertinggi dan teraman di dunia bernama The Pearl. Gedung fiksi itu dirancang dengan teknologi supercanggih dengan tinggi lebih dari 1.000 meter. Memiliki 240 lantai yang terdiri dari taman megah dalam ruangan, restoran fancy, mal, hunian eksklusif, penthouse, landasan helikopter, dan ruangan kantor di level paling atas dengan 25.000 layar ultra HD.

Infografis gedung The Pearl di film Skyscraper (Foto: Universal Pictures)

Rawson mengatakan bahwa meskipun The Pearl fiktif, tetapi rancangan konsep gedung tersebut dibuat dengan sangat serius. Ia melibatkan desainer dan arsitek kelas dunia seperti Adrian Smith yang membangun Burj Khalifa. Dia juga berbicara dengan pemadam kebakaran agar adegan action saat The Pearl terbakar terasa nyata dan bisa dipercaya.

“Adrian Smith saat ini sedang membangun Jeddah Tower (proyek gedung tertinggi di dunia yang baru). Aku rasa The Pearl memungkinkan untuk dibangun dalam waktu dekat,” kata Rawson.

Penghormatan untuk Film Action Klasik

Jika Anda merasa ada elemen ‘Die Hard’ saat menyaksikan film ini, itu bukanlah tidak disengaja. Rawson tumbuh dengan menonton film ‘Die Hard’, ‘Towering Inferno’, hingga ‘The Fugitive’ di era 1980-an dan 1990-an.

“Skyscraper’ adalah surat cinta untuk film-film tersebut,” katanya.

Sarah dan kedua anaknya berjuang bertahan hidup (Foto: Universal Pictures)

Dwayne Johnson juga tak keberatan filmnya dikaitkan dengan ‘Towering Inferno’, film klasik tentang bencana garapan  John Guillermin yang rilis pada 1974. Dia malah bangga dengan istilah baru yang muncul.

“Sebagai catatan, ‘Towering Dwayneferno’ adalah nama panggilan baruku yang pantas ketika waktunya melakukan sesuatu yang tak pantas,” tulisnya di Instagram.


Alasan Memilih Hong Kong sebagai Latar Cerita

Hong Kong memiliki ICC Tower yang lebih tinggi dari Menara Eiffel dan juga Empire State Building New York. Pengalaman berada di gedung itu, serta merasakan atmosfer kota Hong Kong yang vertikal, memberi kesan mendalam bagi Rawson Marshall Thurber.

The Pearl yang menjulang tinggi di Hong Kong (Foto: Universal Pictures)

“Aku selalu suka Hong Kong dan merasa beruntung untuk datang ke sini. Ini adalah salah satu dari lima kota paling indah di dunia. Kota vertikal yang sangat luar biasa. Aku suka bahwa semua berbaur di kota ini seperti di Manhattan dengan beragam kebudayaan di satu tempat. Ini juga kota pelabuhan, yang mana sangat penting. Ini kota vertikal dan jika kamu ingin membangun gedung tertinggi di dunia, hanya di kota yang tepatlah kamu bisa mewujudkannya dan Hong Kong salah satunya.”

Lokasi Syuting

Meski latar cerita berada di Hong Kong, namun proses pengambilan gambar untuk adegan-adegan penting dilakukan di Vancouver, Kanada.

“Kami mengambil gambarnya di Hong Kong melalui unit kedua agar terlihat seolah-olah adegannya memang di Hong Kong. Kami mengambil adegan Plaza Kowloon di Surrey, tak jauh dari Vancouver. Saat itu sangat dingin dan sangat banyak pemain figuran,” ucap Rawson.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57