kumparan
25 Jun 2018 14:58 WIB

Adik soal Hari Moekti: Dia Bukan Ustaz yang Dibayar

Makam Hari Moekti. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Jenazah mantan rocker Indonesia, Hari Moekti, telah dikebumikan di pemakaman milik keluarganya di kawasan Cikereteg, Ciawi, Bogor. Pria yang memiliki nama asli Hariadi Wibowo ini meninggal dunia pada Minggu (24/6) pukul 20.49 WIB di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Menurut penuturan dari adik mendiang Hari, Pupung Apun, ia adalah sosok yang pandai mendalami ilmu agama. Mantan personel band Krakatau itu juga menjadi tempat keluh kesah Pupung dalam segala hal. Dari 14 bersaudara, hanya tiga orang yang menyelami amalan dakwah, termasuk Hari Moekti.
"Dari 14 bersaudara kami semua religius. Hanya yang amal dakwahnya itu Ustaz Hari Moekti, saya, dan Moekti Chandra," kata Pupung saat ditemui di Cikereteg, Ciawi, Bogor, Senin (25/6).
Saat masih menjadi penyanyi rock, Hari selalu menyisihkan sebagian rezekinya ke masjid-masjid. Sekitar tahun 1994, ia pun dinasihati oleh seorang ustaz yang menyinggung tentang pekerjaannya itu.
Setelah itu, secara perlahan hidup Hari mulai berubah. Dia terus membenahi diri menjadi lebih baik, hingga sampai dapat memberikan dakwah kepada masyarakat. Berdakwah menjadi salah satu cara dirinya untuk menghapus semua kesalahan masa lalunya.
ADVERTISEMENT
"(Ustaz itu bilang ke Hari) Kamu itu seperti lilin. Kamu menerangi orang lain, tapi tubuhmu terbakar. Jadi kalau mau sedekah, nolong orang lain itu harus dengan ilmunya.' Dari situ beliau (Hari) tersinggung. Lalu mulai belajar mengaji ke ustaz tersebut," kenang Pupung menirukan ucapan Hari kala itu.
Adik Alm. Hari Moekti (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Setelah berhijrah, Hari tetap beramal ke masjid yang masih dalam tahap pembangunan. Saat berdakwah di suatu tempat, uang yang ia terima itu akan disumbangkan ke masjid. Selama enam tahun menjadi asisten pelantun 'Lintas Melawai' itu, Pupung mengatakan Hari tidak pernah menerima bayaran.
"Amplopnya (kalau habis ceramah) dia sumbangin semua buat pembangunan (masjid). Dan dia bukan ustaz yang dibayar," kata Pupung.
"Beliau tak pernah nerima bayaran. Kalau ditanya bayaran berapa beliau enggak pernah jawab. Kecuali kalau ke luar kota kan ada transport dan hotel untuk menginap ya. Itu pun tidak lebih. Kalau ada infak kan itu urusan mereka, tapi kami tidak pernah berpikir soal itu," lanjutnya.
Hari Moekti Meninggal (Foto: harimoekti/instagram)
Menurut pihak keluarga, Hari meninggal karena terkena serangan jantung saat berada di Hotel The Edge, Cimahi, Minggu (24/6). "Beliau meninggal karena terkena serangan jantung saat berada di hotel," kata sang adik, Moekti Chandra kepada kumparan, Senin (25/6).
ADVERTISEMENT
Sebelum dimakamkan, jenazah Hari disalatkan dan disemayamkan di Pesantren Al Inayah, Ciawi, Bogor. Hari meninggalkan istri dan empat orang anak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan