Pencarian populer

Ardina Rasti Curhat Pengalaman Tak Menyenangkan Soal Horor 'Esek-Esek'

Ardina Rasti di preskon film ‘22 Menit’ Foto: Adinda Githa Murti Sari Dewi/kumparan

Ardina Rasti mulai dikenal luas sejak membintangi film 'Virgin' yang tayang pada 2004 lalu. Dalam film itu, dia berperan sebagai Stella, seorang siswi SMA yang terjerumus dalam pergaulan bebas.

Sukses membawakan peran tersebut, Ardina kerap ditawari karakter cewek seksi di film. Ia bahkan pernah berperan sebagai seorang penari striptis dalam film 'The Sexy City'.

Seiring berjalannya waktu, aktris berusia 33 tahun tersebut semakin sering diajak bermain film horor 'esek-esek'. Ardina Rasti bahkan pernah menjadi salah satu ikon aktris seksi pada masanya.

"Para produser nganggep aku seksi, berani. Tawaran demi tawaran gitu terus. Dulu kan juga menjamur film horor yang plus plus," kata Ardina Rasti saat dijumpai di Goethe Haus, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Ardina Rasti, pemain film '22 Menit'. Foto: Munady

Ardina Rasti kemudian melakukan kilas balik tentang pengalamannya diajak main film thriller di tahun 2010. Saat itu, ia dijanjikan berperan sebagai cewek tangguh. Ia diminta melakukan adegan penuh aksi berdarah di film tersebut.

"Itu ceritanya aku satu-satunya cewek yang hidup gitu. Teman-teman aku ada lima, cowok itu mati semua," kenang Ardina.

Setelah selesai melakukan adegan klimaks, proses syuting pun tiba-tiba berhenti. Ardina dan teman-temannya yang lain tidak mendapatkan kejelasan tentang bagaimana akhir dari film thriller tersebut.

Beberapa bulan berlalu setelah kejadian tersebut. Ia dikabari jika film tersebut telah selesai produksi akan segera menggelar acara gala premiere.

"Tiba-tiba pas dikabarin judulnya diganti. Jadi judul horor yang plus plus gitu. Dan adegan aku sama teman-teman aku cuma sampe setengah film saja," kata Ardina.

Ardina Rasti. Foto: Munady Widjaja

"Adegan dari tengah sampai habis, itu ada pemain-pemain baru, artis perempuan yang tubuhnya memang indah, dan kebanyakan bajunya terbuka, lari-larian, jadi horor gitu. Padahal pas syuting kita enggak ada horor sama sekali," imbuhnya.

Kejadian itu membuat pemain film 'Terowongan Casablanca' tersebut banyak belajar. Ia mulai selektif dalam memilih peran dalam film-film yang hendak dibintanginya.

"Aku terjun sebagai aktor di film, karena aku mencintai prosesnya. Mulai dari casting, bedah skenario, jalanin semua karakternya dan tanggung jawab kita sebagai karakter tersebut. Kalau tiba-tiba yang dijual hanya fisik, sensasi, itu enggak ada isinya menurut aku," jelas Ardina Rasti.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: