Pencarian populer

Band Cokelat Kembali Berkarya Lewat Single 'Peralihan Hati'

Band Cokelat (Foto: Instagram/cokelat_band)

Setelah sekian lama tak melahirkan karya baru, akhirnya grup band Cokelat menyatakan akan merilis album mereka yang kesembilan. Album bertajuk '9' itu rencananya dirilis awal 2019. Nantinya album tersebut akan berisi 9 lagu baru karya mereka.

Salah satu single dalam album itu berjudul 'Peralihan Hati'. Menurut Vokalis Cokelat, Jackline Rossy, lagu itu menceritakan bagaimana proses seseorang untuk move on dari kisah cintanya di masa lalu.

"Di 'Peralihan Hati' ini ceritanya yang mengalami bisa siapa saja. Cerita dari lagu ini ada seseorang putus. Jadi mengakhiri hubungan percintaan biasanya pasti ada galau, susah move on, pasti terbayang apa yang pernah mereka lakukan, gitu," kata Jackline saat jumpa pers di kawasan BSD, Tangerang, Jumat (19/10).

Lebih lanjut, perempuan asal Semarang itu bercerita bahwa dalam proses move on, seseorang akan sulit membuka hati, meski ada pria lain yang jatuh cinta kepadanya.

Grup band Cokelat rilis album baru. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

"Daripada dia maksain hubungan jalanin sekarang dan malah jadi pelampiasan, jadi dibandingin dia minta pendatang baru, kita supaya bersabar. 'Sabar ya, aku beresin dulu hatiku', gitu. Jadi saat kita memulai, 'Aku sudah bisa dengan fokus jalan sama kamu'," katanya.

Jackline mengungkapkan, lagu tersebut banyak terinspirasi dari curahan hati teman-temannya. Meskipun ia tidak memungkiri, pengalamannya juga menjadi inspirasi dalam penggarapan lagu tersebut.

Sementara itu, Ronny selaku bassist band Cokelat yang pada awal eksistensinya di dunia hiburan Indonesia dikenal dengan single 'Karma' ini, menuturkan ada warna baru dalam lagu 'Peralihan Hati' ini. Yakni, adanya penggunaan efek-efek synthesizer.

Sehingga, dengan hadirnya single tersebut, bisa menjadi gerbang pembuka bagi Cokelat bisa tampil lebih segar dan berusaha untuk berinovasi, meski tidak meninggalkan ciri khas dari bandnya.

"Kita mikir kan Cokelat itu buat keluarin karya baru itu semacam naik kelas gitu kan, dan yang pasti kita cari apa yang belum pernah kita pakai sebelumnya. Yang akhirnya kita memutuskan menggunakan produser, dan produser kita kasih beberapa alternatif aransemen. Jadi synthesizer itu hasil ide bareng tuh biar seru," ungkap Ronny yang juga pendiri band Cokelat sejak 1996 itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63