Pencarian populer

Cerita Ifan 'Seventeen' Jalani Proses Trauma Healing yang Cukup Berat

Ifan Seventeen (Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)

Riefian Fajarsyah alias Ifan 'Seventeen' masih sangat trauma dengan musibah tsunami yang terjadi di Pantai Tanjung Lesung, Banten, pada Desember 2018 lalu. Selain menjadi salah satu korban keganasan bencana tersebut, Ifan juga harus mengikhlaskan kepergian istri dan ketiga personel Seventeen yang turut menjadi korban meninggal dunia.

Ifan mengaku tak mudah untuk melupakan semua yang terjadi dalam hidupnya. Karena itu, ia mencoba melakukan trauma healing agar kenangan buruk akan musibah tsunami tak membekas di hatinya. Ifan juga mulai mencoba mengikhlaskan kepergian istri dan para sahabatnya itu.

"Ya insyaAllah, insyaAllah. Maksudnya, ya mencoba ikhlas, insyaAllah," ucap Ifan seusai menggelar pengajian untuk almarhumah istrinya Dylan Sahara, di komplek perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/1) malam.

Pria berusia 35 tahun itu juga mengaku masih sering bermimpi dengan sosok Dylan dalam beberapa kesempatan. Ifan menyebut bahwa proses penyembuhan dari trauma hebat yang dialaminya memang tak mudah.

Ifan 'Seventeen' dan istri (Foto: Instagram/@seventeenbandid)

Ifan mengaku belum bisa sepenuhnya bertemu dengan orang banyak yang masih mempertanyakan soal bencana tersebut.

"Ya, aku sadar proses traumanya ternyata semakin ke sini cukup semakin memberatkan. Jadi, aku juga minta maaf dari kemarin banyak banget teman-teman media yang benar-benar perhatian gitu, banyak banget. Tapi karena proses recovery kali ya," terangnya.

"Jadi aku coba buat self-healing dulu, menumbuhkan dulu diri aku sendiri. Sampai insyallah akhirnya mampu buat menghadapi yang lain-lain," tambahnya.

Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen. (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Pelantun lagu 'Lelaki Hebat' tersebut juga masih menghindari suasana keramaian dan lebih fokus untuk terus beribadah. Semua ia lakukan demi proses penyembuhan.

"Ya sekarang ini, menghindari keramaian gitu ya. Lebih ke beribadah. Banyak-banyak zikir, banyak-banyak ngaji," ungkapnya.

Ifan sadar bahwa semua peristiwa yang terjadi merupakan bentuk peringatan atau takdir yang sudah Allah SWT tetapkan. Maka, sebagai mahkluk ia hanya bisa meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Menolong.

"Karena aku pernah di posisi dimana tidak ada satu manusiapun yang bisa menolong, kecuali Allah. Jadi menurutku pun saat ini yang tepat buat penyakit trauma yang aku hadapi gitu ya, ini mendekatkan diri sama Allah," pungkas Ifan sambil tersenyum.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: