Pencarian populer

Cerita Momo Challenge Akan Dijadikan Film

Patung Momo Challenge Foto: Istimewa
Masih ingat dengan 'Momo Challenge' yang viral pada Agustus tahun lalu? Ya, tantangan di media sosial yang mengancam keselamatan nyawa pemainnya ini akan diangkat menjadi film layar lebar.
ADVERTISEMENT
Dilansir Deadline, kisah 'Momo Challenge' akan dikembangkan oleh rumah produksi Orion Pictures, Vertigo Entertainment yang dimiliki Roy Lee, dan produser Takashige Ichise. Ichise sendiri merupakan produser beberapa film horor seperti 'Shutter' dan 'The Grudge'. Sedangkan Roy Lee adalah produser film 'It' dan 'The Ring'.
Rencananya, film 'Momo Challenge' ini akan tayang Mei 2020. Film akan bercerita tentang sekelompok anak muda yang satu per satu menghilang karena membicarakan Momo. Namun, soal pemain, pihak film belum memberi keterangan apapun.
Kasus 'Momo Challenge' bermula dari Facebook. Sejumlah pengguna dan anggota grup Facebook berkomunikasi dengan kontak tidak dikenal bernama Momo. Kemudian, Momo akan mengirim gambar dan permainan kekerasan dengan nada mengancam jika pemain menolak melakukan apa yang dia instruksikan.
ADVERTISEMENT
Momo juga mengirimkan gambar pada pemainnya, membuat pemain ketakutan dan berpikir bahwa Momo gerak-gerik pemain. Momo pun mengancam pemain untuk melakukan tantangan berbau kekerasan dan hal itu wajib dilakukan. Jika menolak, pemain akan diancam oleh Momo hingga ketakutan bahkan membocorkan rahasia terbesar si pemain atau hal lain yang dapat menghancurkan hidup mereka.
Selama tantangan Momo ini viral, kebanyakan korban adalah anak-anak. Banyak anak yang melukai diri sendiri karena Momo, bahkan ada yang sampai bunuh diri, dan usia anak itu masih 12 tahun.
Lalu, apakah sosok Momo benar-benar ada? Tidak. Momo hanyalah hoaks di dunia internet. Sosok Momo sendiri dibuat oleh seniman Jepang bernama Keisuke Aiso.
Patung Momo yang sebenarnya bernama 'Mother Bird', dan pada awalnya dibuat untuk perusahaan special effect Link Factory. 'Mother Bird' juga pernah dipertontonkan di sebuah pameran seni di Tokyo, Jepang, pada 2016.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80