Pencarian populer

Cerita Para Pemain tentang Peran Masing-masing di Film ‘Down Swan’

Pemain FIlm Down Swan saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

‘Down Swan’ yang akan tayang mulai 23 Mei mendatang menambah khazanah film Indonesia bergenre drama keluarga. Dibintangi Ariyo Wahab hingga Putri Ayudya, film tersebut berkisah tentang pasangan suami istri, Bisma dan Mitha, yang sedang menanti kelahiran anak pertama. Calon bayi mereka rupanya didiagnosis memiliki kecenderungan down syndrome.

“Film ini tentang keluarga biasa yang memiliki masalah luar biasa dan penyelesaiannya dilakukan dengan cara sederhana,” ucap Ariyo ketika bertandang ke kumparan bersama Putri, Arina Dhisya, dan Lady Dhiana Virga belum lama ini.

Ariyo Wahab berperan sebagai Bisma dalam film yang disutradarai oleh Fuad Akbar tersebut. Ia adalah seorang kepala keluarga yang berprofesi sebagai wartawan.

“Karakter seperti Bisma di dunia mungkin cuma satu-satunya. Enggak ada yang seperti dia; mengerti, toleransi kepada istri, bisa memberi ruang kepada istri untuk merasakan emosi atau kekecewaan,” tutur Ariyo diselingi tawa.

Pemain FIlm Down Swan saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Berperan sebagai Bisma rupanya tak hanya membantu aktor berusia 44 tahun tersebut untuk mengasah kemampuan berakting, melainkan juga mengajarkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kehidupan nyata.

“Kalau bisa dibilang, ini karakter yang sangat baik. Enggak Ariyo Wahab banget. Saya saja gemas punya karakter seperti ini. Dengan memainkan karakter ini, aku akhirnya justru mendapat pelajaran, bisa aku aplikasikan di kehidupanku sendiri,” ujarnya.

Istri Bisma, Mitha, diperankan oleh Putri Ayudya. Sebelum menikah, Mitha dulunya adalah seorang balerina. Diagnosis dokter bahwa anaknya akan lahir dengan down syndrome membuat hati Mitha hancur. Ia juga kemudian sulit menerima kondisi putrinya, Nadia.

“Kami sudah menyiapkan, ‘Kalau anaknya perempuan, dia akan balet kali, ya.’ Ketika tahu Nadia demikian, di kepala Mitha waktu itu sudah enggak mungkin. Semua impian hancur berkeping-keping,” ujar Putri.

Pemain FIlm Down Swan, Putri Ayudya saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Film ini mengisahkan pula perjalanan tokoh Mitha dalam menerima keadaan diri sendiri sekaligus kondisi sang buah hati, Nadia. Juga bagaimana ia menghadapi kenyataan bahwa Nadia ingin menjadi balerina seperti dirinya.

“Ini film pertamaku yang bermain dengan anak berkebutuhan khusus, menjadi ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Aku belum pernah dapat karakter yang seperti ini,” ucapnya sembari tersenyum.

Nadia, anak Bisma dan Mitha, diperankan oleh Arina Dhisya. Untuk menghidupkan sosok anak berkebutuhan khusus, ia melakukan pendalaman karakter melalui beberapa cara.

“Susah (mendalami karakternya). Aku ketemu sama anak-anak berkebutuhan khususnya langsung. Aku juga reading dan latihan sebulan. Latihan balet juga, intens, menghafal koreografi,” tutur Dhisya.

Pemain FIlm Down Swan, Arina Dhisya saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Pendalaman karakter yang dijalani Dhisya sebelum syuting nyatanya membuahkan hasil sepadan. Ia, oleh lawan mainnya--Ariyo dan Putri--dianggap berhasil menampilkan akting yang natural.

“Bagi anak sekecil dia, untuk memerankan anak down syndrome yang dia tidak mengalami itu, Dhisya sudah mengerjakan yang paling maksimal. Itu karakter yang enggak gampang dimainkan, kan. Dhisya bagus banget. Dia juga pernah dikira benar-benar down syndrome oleh wartawan yang tempo hari ikut screening. Nah, aku pikir, ini berarti berhasil,” tutur Ariyo.

Sementara itu, Lady Dhiana Virga berperan sebagai Miss Sarah, pengajar di sekolah balet Nadia. Syuting bersama dua anak berkebutuhan khusus menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Jadi, kadang, syuting itu harus menunggu mood mereka dulu. Menantang, sih,” ucapnya.

Pemain FIlm Down Swan, Lady Dhiana saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Sejak bertemu untuk menjalani proses pendalaman karakter dan latihan beradu akting, para pemain telah mengedepankan keterbukaan agar dapat merasa nyaman satu sama lain. Hal itu, menurut Putri, berhasil membuat mereka lebih mudah dalam menjalani proses syuting.

“Buat aku, semua berlangsung natural banget jadinya. Enggak nyangka pas lihat hasilnya. Enggak susah berakting dengan mereka. Enak banget aktor-aktornya, kayak aku enggak perlu mengurusi karakter lain, tinggal mengurusi karakterku sendiri,” ujar Putri.

Proses syuting pun berlangsung menyenangkan dan penuh tawa bagi mereka. Hanya saja, Lady beberapa kali justru bersedih ketika menyaksikan adegan Ariyo dan Dhisya.

“Tiap lihat Ariyo akting sama Disha, aku diam-diam ke kamar mandi, nangis, lho. Pas syuting itu, kan, baru beberapa hari daddy-ku meninggal dan aku anak daddy banget. Daddy-ku benar-benar kayak Ariyo banget, so aku diam-diam nangis,” ungkap Lady.

Pemain FIlm Down Swan saat berkunjung ke kantor kumpuran. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Menutup perbincangan, para pemain mengaku enggan berekspektasi terkait raihan jumlah penonton nantinya. Yang jelas, mereka hanya berharap agar film ‘Down Swan’ dapat menginspirasi banyak orang.

“Aku berharap film ini bisa menjadi perayaan bagi orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama. Film ini apresiasi untuk orang tua di seluruh dunia dan untuk anak-anak yang berjuang demi cita-citanya,” ucap Putri Ayudya.

“Film ini inspiratif banget. Ini menyemangati anak-anak, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus; bisa saja, kok, punya cita-cita setinggi-tingginya seperti yang mereka mau,” tandas Lady Dhiana Virga.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61