kumparan
15 Apr 2019 22:01 WIB

Cerita Teuku Rifnu Wikana yang Kerap Menolak Tawaran Jadi Caleg

Teuku Rifnu. Foto: Alexander Vito/kumparan
Aktor Teuku Rifnu Wikana selama ini kerap memerankan tokoh-tokoh pejabat di film. Misal, di tahun 2013, ia pernah didapuk untuk berperan sebagai Joko Widodo dalam film 'Jokowi' dan di tahun 2016 memerankan sosok Mohammad Yamin di film 'Pantja-Sila: Cita-Cita dan Realita'.
ADVERTISEMENT
Bahkan, di film terbarunya yang berjudul 'Kucumbu Tubuh Indahku', Rifnu juga dipercaya memerankan tokoh Bupati.
Selain sering memerankan sosok pejabat negara, ternyata di kehidupan nyata, Teuku Rifnu juga sering ditawari menjadi caleg dan terjun ke dunia politik.
Loading Instagram...
Hanya saja, pria kelahiran 3 Agustus 1980 itu selalu menolak tawaran tersebut.
"Sudah sering saya ditawari, tiga atau empat kali saya ditawari untuk berada di posisi itu, caleg gitu," ungkap Teuku Rifnu saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (15/4).
Rifnu mengaku tidak pernah menerima tawaran tersebut karena ia memiliki satu alasan yang dianggapnya cukup kuat.
"Gini, lo udah berperang di dunia seni dan merdeka di situ, masa harus perang lagi di lahan yang berbeda? Aku pikir menjalani kesenian ini juga enggak mudah," tuturnya.
Teuku Rifnu Wikana. Foto: Munady Widjaja
Meski selalu menolak untuk terjun ke dunia politik, namun Rifnu tak mempermasalahkan teman-teman selebriti lainnya yang memilih banting setir ke dunia politik.
ADVERTISEMENT
"Ya, enggak apa-apa itu cara mereka menyikapi hidup. Kalau saya beda," tambah Rifnu.
Hanya saja, ia mengaku tak akan menolak jika suatu hari diberi kepercayaan untuk mengurusi bidang seni budaya, khususnya film. Sebagai aktor, Rifnu merasa punya tanggung jawab besar terhadap bidang tersebut.
"Seluruh dunia sepakat alat informasi politik terbaik adalah film. Bagaimana bisa kita kasih tahu ke dunia tentang Indonesia kalau filmnya kacrut? Filmmaker selalu harus berusaha agar film tidak terintervensi dan selalu punya kebebasan untuk menentukan masa depan," tandas Teuku Rifnu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan