kumparan
9 Nov 2018 13:27 WIB

Curhat Velove Vexia Saat Ikut Kegiatan Sosial di Papua

Velove Vexia (Foto: Munady)
Beberapa waktu lalu, aktris Velove Vexia berkunjung ke Papua untuk mengikuti sebuah kegiatan sosial. Kegiatan tersebut merupakan program yang memperhatikan wanita-wanita di Papua, yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk fisik, mental dan emosional.
ADVERTISEMENT
Selama delapan hari berada di Papua, salah satu tujuan mantan kekasih Raffi Ahmad itu berada di sana, yakni untuk memperjuangkan kesetaraan gender. Menurutnya, perempuan memiliki hak yang sama seperti laki-laki.
“Kemarin di sana, selain riset untuk buku saya, untuk mengerti kondisi perempuan di daerah-daerah lainnya. Itu juga salah satu bentuk support saya dalam memperjuangkan gender quality,” ujar Velove saat ditemui di acara L’Oreal-UNESCO For Women In Science, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Perempuan kelahiran Jakarta itu merasa tertarik untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, karena dia percaya saat dirinya membantu satu perempuan, otomatis akan membantu generasi berikutnya.
“Saya percaya apapun yang kita bisa lakukan untuk perempuan sangat penting. Ibu itu yang akan gedein anak, bagaimana generasi berikutnya kan terbentuk juga karena peran ibu di rumah yang berkomunikasi lebih sering,” ucap Velove.
ADVERTISEMENT
Selama di Papua, pemeran film ‘Chrisye’ ini mengaku bahwa dirinya mendapat banyak pelajaran. Sebelum akhirnya dia dipertemukan dengan beberapa perempuan yang pernah mengalami kekerasan seksual, Velove sudah mempersiapkan diri dan telah diberi pengarahan.
“Sudah di brief nanti akan ketemu ini, ada wanita yang mengalami kekerasan seperti ini, diperkosa, saya sudah tahu semuanya,” tutur Velove.
Velove Vexia ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (8/11) (Foto: Sarah Yulianti/kumparan)
Setelah perempuan berumur 28 tahun itu mendengar cerita tersebut, dia sampai merasa tak kuasa menahan kesedihannya. Bahkan, Velove sempat menyendiri untuk menenangkan diri.
“Saya sudah siapin mental, tapi pas sampai sana ada workshop dan saya mengenal mereka. Ada dua perempuan seumuran saya, ternyata kisah mereka luar biasa, sampai saya enggak sanggup,” beber Velove.
“Di lunch time, waktu ada break makan siang, saya balik ke kamar saya berusaha nenangin diri karena ternyata enggak kuat dengerin cerita itu,” lanjutnya menutup obrolan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·