kumparan
17 Jul 2018 17:45 WIB

Denada: Tak Ada yang Bisa Menolong Selain Allah

Denada dan anaknya, Shakira. (Foto: Instagram @denadaindonesia)
Denada tengah menjalani masa-masa sulit sebagai seorang ibu sekaligus orang tua tunggal. Putri semata wayangnya, Shakira Aurum, dinyatakan mengidap penyakit leukimia atau kanker darah.
ADVERTISEMENT
Penyanyi berusia 39 tahun itu mengaku dirinya tentu begitu bersedih atas apa yang menimpa Shakira. Sebagaimana ditayangkan dalam acara televisi 'Rumpi No Secret', Selasa (17/7), saat berkisah pun Denada tak henti-hentinya mengucurkan air mata.
"Aku nangis enggak karu-karuan. Aku bilang, 'Kenapa (ini terjadi)?'" ucap pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan tersebut.
Kala itu, Denada mengaku ditegur oleh ibundanya, Emilia Contessa. Oleh sang ibu, Denada diminta untuk ikhlas menerima ketetapan Allah meski sesungguhnya apa yang ia alami terasa begitu berat.
"Jadi, aku ngadu sama Allah. Aku bilang, 'Ya Allah, aku sedih, aku takut, kasihan, aku enggak kuat.' Aku enggak berani ngomong kenapa. Aku ingat Mama ngomong, 'Enggak boleh. Kamu dosa ngomong gitu.' Alhamdulillah, sedikit meringankan," ujar Denada sembari terisak.
Denada. (Foto: Munady Widjaja)
Beban Denada terasa sangat berat tatkala ia tak hanya harus menenangkan dirinya sendiri, melainkan juga sang putri. Menyadari tanggung jawabnya itu, pelantun lagu 'Kujelang Hari' tersebut justru meneguhkan hati untuk mampu terus berdiri tegak.
ADVERTISEMENT
"Pernah, suatu hari dia ketakutan karena hari itu dia harus ke rumah sakit, dia mau kemo. Aku pegangan tangan sama dia. Aku bilang, 'Shakira takut?' 'Yes, Ibu. I’m scared.' 'I know.' Terus, dia genggam tangan aku. 'We go now, do this together.' Dari situ, aku enggak boleh lemah," tuturnya.
Demi menguatkan Shakira, Denada mengajari buah hati hasil pernikahannya dengan Jerry Aurum tersebut untuk berdoa setiap kali dirinya merasa ketakutan.
"Aku ingat, saat dia lagi ketakutan, aku bilang, 'You know, Ibu punya senjata ajaib. Setiap kali Ibu takut, Ibu baca dua doa. Ibu baca Al-Fatihah sama Al-Ikhlas,'" kata Denada.
Denada dan anaknya, Shakira. (Foto: Instagram @denadaindonesia)
Perempuan kelahiran 19 Desember 1978 itu kemudian berbagi kisah bagaimana putrinya di kemudian hari benar-benar melakukan apa yang ia ajarkan. Pada saat itulah, Shakira justru mampu memberikan kekuatan kepada Denada. Hanya saja, hatinya hancur lebur pada saat yang sama.
ADVERTISEMENT
"Pernah, suatu hari, dia menjalani prosedur pengobatan. Kami harus keluar. Pas aku masuk, dia sudah bangun. Aku intip, dia lagi tidur sendirian dan nangis. Dia lagi berdoa Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, sendirian, sambil nangis," beber Denada.
"Dari situ aku merasa, aku berhasil mengajari dia satu hal, ketika sedang ketakutan, tidak ada yang bisa menolong selain Allah. Tapi, di sisi lain, hancur hati aku karena aku lihat dia ketakutan sekali," lanjutnya sambil terus menangis.
Ia menyadari betul betapa sulit keadaan tersebut untuk Shakira. Alhasil, seberat apa pun beban yang dirasakan, sehancur apa pun hatinya, Denada mengaku akan tetap menemani sang putri melewati segala yang terjadi.
"Sejak Allah titipkan dia di rahimku, Allah izinkan dia lahir dari perutku, dari detik itu aku bersumpah tidak akan meninggalkan dia. Aku akan lakukan apa pun, semua yang bisa aku lakukan. Untuk jalan hidup yang akan dia lewati, aku akan di sana untuk dia, setiap detik," tandas Denada.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan