kumparan
20 Feb 2018 10:10 WIB

Donny Damara soal Deklarasi 'Berhenti Jadi Artis': Bandar yang Dibasmi

Donny Damara. (Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)
Polres Metro Jakarta Selatan akan mengundang artis, manajer, dan produser untuk menandatangani nota kesepahaman. Isinya, mereka harus bersedia berhenti menjadi artis jika terbukti menggunakan narkoba.
ADVERTISEMENT
Namun, aktor Donny Damara tidak setuju dengan langkah yang ditempuh oleh Polres Metro Jakarta Selatan itu. Sebab, seorang artis hanya menjadi korban.
"Kasihan mereka, seharusnya bisa berkarya," kata Donny saat ditemui di Hotel Ambhara, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/2) malam.
Daripada melarang artis berkarya, pria berusia 51 tahun ini mengatakan polisi seharusnya menindak para pengedar. Cara itu, menurut dia, bisa lebih efektif.
"Yang harusnya dibasmi itu ya bandarnya,” ucap Donny.
Dhawiya, Fachri Albar, Roro Fitria. (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan, Garin Gustavian Irawan/kumparan; dok. Istimewa)
Fenomena artis yang tersangkut kasus narkoba pada 2018 diawali ketika polisi menangkap aktor Fachri Albar pada 14 Februari 2018 lalu. Ketika penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,8 gram, 13 butir dumolid, sebuah alat isap sabu berupa bong, dan puntung ganja bekas pakai.
ADVERTISEMENT
Di hari yang sama, polisi juga menangkap artis Roro Fitria. Perempuan berusia 28 tahun itu ditangkap dengan barang bukti berupa sabu seberat 2,4 gram.
Pada Jumat (16/2), anak pedangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida ditangkap polisi saat sedang pesta narkoba. Tidak hanya Dhawiya, polisi juga menangkap kekasih Dhawiya bernama Muhammad, kakak kandungnya Syechans dan Ali Zaenal Abidin, dan ipar Dhawiya, Chauri Gita di lokasi.
Polisi mendapatkan barang bukti berupa sabu sebanyak 1,32 gram dari masing-masing pelaku saat penggerebekan berlangsung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan