Pencarian populer

Dwi Andhika Gemar Sahur dengan Nasi Panas dan Abon

Dwi Andhika (Foto: Munady)

Setiap bulan puasa, umat Muslim hanya diperbolehkan untuk makan dan minum di waktu sahur dan buka puasa. Dikarenakan bulan puasa hanya terjadi satu tahun sekali, di Indonesia biasanya muncul berbagai hidangan-hidangan enak dan menarik saat sahur dan berbuka yang jarang ada di waktu-waktu lain.

Meski ada banyak makanan dan minuman enak, Dwi Andhika ternyata punya hobi mengonsumsi makanan sahur yang sederhana dan tergolong unik.

“Paling nasi panas sama abon. Mau ada spaghetti atau apa, sahur tuh aku enggak nafsu kalau bukan pakai abon,” ungkap Andhika saat ditemui di Darmawangsa Square, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dwi Andhika (Foto: Munady)

Pria berusia 32 tahun itu mengaku sudah terbiasa hanya mengonsumsi nasi dan abon di waktu sahur tanpa merasa kelaparan saat menjalankan ibadah puasa. Selain itu, Andhika juga merasa kombinasi makanan sederhana tersebut cocok untuk waktu makan sahur yang terlalu pagi.

“Mungkin karena sejak kecil terbiasa sahur seperti itu, ya. Apalagi sahur kan, pagi-pagi banget tuh, jadi lambung juga akan kaget kalau diisi dengan makanan-makanan yang terlalu berat. Nah, aku sahur enggak bisa makan makanan yang gimana banget gitu,” katanya.

Sudah menjadi presenter dan pemain sinetron kondang selama bertahun-tahun, nyatanya pemain film 'Me vs High Heels' ini membuktikan bahwa tidak semua artis suka kemewahan dan masih ada di antara mereka yang mencintai hal-hal sederhana, seperti menu sahur dengan nasi dan abon.

Belum cukup sampai di sana, pria yang diketahui sempat menjalin kasih dengan Chika Jessica, Poppy Bunga, dan Ayushita itu kembali memberi tahu tambahan aneh pada menu sahur nasi dan abon favoritnya.

“Oh iya, satu lagi. Aku paling suka itu nasi hangat, abon, sama kuah mi instan. Jadi nanti mi-nya aku buang, terus ambil kuahnya saja dicampur abon dan nasi,” ujar Andhika seraya tertawa.

Meski terkesan aneh, bintang film 'Surat Kecil untuk Tuhan' itu punya alasan tersendiri mengapa dia hanya mengambil kuahnya saja tanpa mengonsumsi mi-nya.

“Soalnya kan makan mi instan itu enggak baik dan aku memang sudah lebih sering memakan buah-buahan ketimbang menu instan seperti itu,” imbuhnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32