kumparan
13 Jun 2018 16:34 WIB

Episode Lengkap Perjalanan Hijrah Indah Dewi Pertiwi

Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Sejak pertama kali muncul di industri musik Tanah Air, Indah Dewi Pertiwi terkenal sebagai sosok penyanyi yang kerap tampil seksi. Namun saat ini, perempuan yang akrab disapa IDP itu telah memulai proses hijrahnya. Ia memutuskan untuk menutup aurat terhitung sejak bulan April lalu.
ADVERTISEMENT
Kisah perjalanan hijrah Indah menuju proses hijrah akan disajikan kumparan melalui tiga tayangan video yang berisi hasil perbincangan Indah dengan host Ustaz Erick Yusuf berikut ini.
Sebelum namanya eksis menjadi seorang penyanyi, pelantun lagu 'Hipnotis' tersebut terlebih dulu mengawali kariernya sebagai model majalah dewasa. Saat itu, usianya masih menginjak belasan tahun.
Penyanyi berdarah Sunda tersebut mengaku bahwa saat itu ia bersedia untuk menjadi model majalah dewasa karena dirinya yang masih remaja memiliki hasrat yang begitu besar untuk bisa tampil di depan umum. Segala cara dilakukannya agar bisa menjadi terkenal, kala itu.
"Aku senang banget tampil. Waktu itu, ada teman yang nawarin, 'Mau enggak jadi model, tapi di majalah dewasa'. Terus karena keinginan duniawi dan nafsu yang besar, aku bilang, 'Enggak apa-apa deh', dan pada saat itu kita fotonya di Bali," kenang Indah.
ADVERTISEMENT
"Aku enggak mikir terlalu banyak waktu itu, karena anggap saja seakan-akan mau berenang. Keinginan untuk tampil yang menggebu-gebu buat aku mikir, 'Enggak apa-apa deh tampil di majalah dewasa, yang penting aku bisa tampil'," imbuhnya.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Tak banyak yang tahu apa sebenarnya yang menjadi pemicu Indah remaja yang rela menjadi model majalah dewasa. Kepada kumparan, Indah berkisah bahwa dirinya rela melakukan segala cara untuk terkenal sebagai bentuk dendam dan pelampiasan atas kondisi keluarganya yang terpecah belah, saat ia sedang beranjak remaja.
Di saat usianya masih menginjak 13 tahun, sang ayah meninggalkannya bersama ibu beserta adik-adiknya yang masih kecil. Rasa marah, kecewa, dan benci bercampur menjadi satu di dalam hati Indah.
"Di situ aku marah. Dulu mamaku harus bekerja, aku harus ditinggalin, pindah-pindah di rumah saudara, di rumah kakek, numpang gitu, karena kita belum ada uang untuk ngontrak, mama harus bekerja sendiri, jadi asisten rumah tangga dan bawa adik-adik yang masih kecil-kecil," kenang Indah yang mulai menitikkan air matanya.
ADVERTISEMENT
Seiring berjalannya waktu, takdir membawa Indah untuk menjadi seorang penyanyi profesional. Label rekaman Keci Music memberikan kesempatan Indah untuk merilis single perdananya yang berjudul 'Hipnotis' (2010). Tanpa disangka, lagu tersebut laris manis di pasaran. Albumnya terjual hingga 2 juta kopi saat itu.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Nama Indah pun langsut melesat naik, dan ia kebanjiran job bernyanyi dalam berbagai kesempatan. Kehidupan Indah perlahan mulai berubah. Dari hasil bernyanyi, pelantun lagu 'Jangan Sedih' itu berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah, dan membangun rumah untuk sang ibu beserta adik-adiknya di Bogor, Jawa Barat.
Dulu, sebelum terkenal, Indah dan keluarganya harus menumpang dari satu tempat ke tempat lain, karena tak punya tempat tinggal tetap untuk dihuni. Ibunya hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga setelah ayahnya pergi.
ADVERTISEMENT
Indah berhasil meraih kesuksesan dan popualaritas di usianya yang baru menginjak 20 tahun. Sayangnya, semua itu tak membuat dia bahagia sepenuhnya. Ia kerap diselimuti kehampaan dan kekalutan. Tapi, Indah tak tahu apa penyebabnya.
"Ternyata, itu (sukses) saja enggak cukup, itu enggak bikin bahagia. Oke, aku bahagia, tapi kalau lagi diam, itu enggak buat kita tenang. Ada satu waktu di mana aku merasa 'Kok sedih ya, padahal sudah sukses'. Aku bingung," ucapnya sendu.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
"Aku tuh sedih, kayak hampa gitu. Apapun yang aku mau, aku bisa dapetin, tapi kalau hatinya hampa, buat apa?" lanjutnya.
Di tengah kegundahan yang dirasakan oleh Indah, seorang teman pun datang dan menganjurkan Indah untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Ia diminta untuk membaca Al-Quran agar hatinya tenang. Padahal, saat itu, Indah sendiri belum lancar membaca Al-Quran.
ADVERTISEMENT
"Waktu itu aku baca yang terjemahan, dan di situ diceritakan bahwa 'Janganlah kamu bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah', gitu. Terus setelah itu selama sebulan, aku buka lagi, dan yang kebuka halaman itu lagi. Padahal aku bukanya random, pas ketiga kali buka, itu beda. Tapi, pas ke sekian kalinnya, kebuka (ayat) itu lagi," kata Indah.
"Aku mikir 'Kok ini lagi ya'. Aku tanya sama guru ngaji, terus dia bilang 'Ya itu Allah sudah kasih petunjuk untuk tutup aurat'. Tapi kok hatinya belum mantap, tapi ya belum bisa, enggak bisa dipaksain," imbuhnya.
Petuah dari orang-orang terdekat yang menganjurkannya untuk berhijrah ternyata belum membuat hatinya benar-benar mantap untuk memperbaiki diri. Meskipun sempat mencoba berhijab, tapi pada akhirnya Indah kembali dengan penampilannya yang lama.
ADVERTISEMENT
Hingga pada akhirnya, ia mendapat tawaran untuk melakukan perjalanan spiritual ke Palestina. Di sana, ia menemukan berbagai macam kebesaran Tuhan, yang akhirnya bisa mengetuk hatinya untuk segera melakukan hijrah.
Ada satu waktu di mana Indah sedang berdoa di Palestina, tiba-tiba ia tersadar jika selama ini, Tuhan selalu memberikan kebaikan dan rezeki yang melimpah dalam hidupnya, walaupun banyak dosa yang telah ia perbuat di dunia ini.
"Allah kayak kasih mudah buat aku ada di sana, sampai salat di sana. Di situ aku ngerasa Allah ngasih banyak petunjuk ke aku, banyak kebaikan yang Allah kasih ke aku. Tapi aku tidak pernah bersyukur akan hal itu. Apa yang aku minta sama Allah dari saat mama papaku berpisah, Allah kasih terus, doaku dijabah terus. Meskipun saat itu salah, gitu," jelas Indah sambil berderai air mata.
ADVERTISEMENT
"Tapi saat itu, Allah tidak meninggalkan aku. Meskipun aku pernah salah, tapi aku yakin Allah sayang sama semua umatnya tanpa terkecuali. Aku ngelihat Allah baik banget. Gimana cara aku bersyukur," imbuhnya.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Menyadari bahwa selama ini Tuhan selalu memberikan apa yang dia butuhkan walaupun ia sering melakukan dosa, Indah pun tersadar, bahwa ia harus secepatnya bertobat dan memulai proses hijrahnya.
"'Ya Allah aku cuma minta, Ya Allah, aku berjanji sekarang aku tutup aurat'. Aku minta, 'Ya Allah jaga hati ini untuk tetap istiqamah sampai aku meninggal'. Setelah itu, entah gimana, tapi hati aku jadi lebih tenang," tutur Indah.
Dan ya, benar saja, Indah menjalani janjinya tersebut tak lama setelah kembali ke Tanah Air. Saat ini, ia tak hanya memikirkan kesuksesan dan popularitas saja, tapi lebih kepada bagaimana mensyukuri nikmat yang ada, supaya rezekinya berkah, dan ia mendapat ketenangan diri.
ADVERTISEMENT
Selain berharap keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, penyanyi berusia 27 tahun tersebut juga memiliki harapan lain setelah berhijrah. Ia ingin dipertemukan dengan pendamping hidup yang baik, serta mampu membimbingnya untuk terus istiqamah beribadah di jalan Tuhan.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
"Kalau dari aku pribadi, keinginannya ke Allah, 'Ya Allah mudahkanlah jodohku'. Penginnya sih tahun ini, mau nikah gitu, ketemu jodohnya, penginnya yang bisa jadi imam, yang bisa ngajarin ilmu (agama) ke aku. Aku mau belajar bareng-bareng," ungkap Indah.
Hanya saja, Indah masih pesimis jika kelak dirinya bisa mendapatkan sosok laki-laki yang saleh. Mengingat ia banyak melakukan kesalahan di masa lalu, dan ilmu agamanya masih minim.
"Masih belum ada yang taaruf, yang khitbah. Aku masih terbuka, sekarang ya minta didekatin sama yang Allah pilihkan ke aku. Cuma kadang, aku merasa, aku kan minim ilmu, tapi keinginan mau dapat yang saleh," kata Indah.
ADVERTISEMENT
"Ini keinginan terlalu tinggi, tapi akunya masih suka mikir kayak, bener enggak sih kalau aku berharap kayak gitu," ucapnya sangsi.
Walau begitu, Indah tetap berusaha keras untuk menjadi wanita yang salihah. Salah satu caranya adalah dengan belajar mengaji dan berdiskusi tentang ilmu agama bersama dengan teman-temannya yang juga berhijrah.
"Belum khatam, kebetulan aku baca Al-Quran masih terbata-bata, aku tuh bacanya kayak ada yang susah banget, astagfirullah. Tapi aku baca sedikit-sedikit, entar dilanjutin lagi. Ini kayaknya sih enggak bakal khatam ya pas Ramadhan ini. Tapi aku dengar katanya enggak apa-apa sedikit-sedikit belajar," tuturnya.
Setelah berhijrah ini, pelantun lagu 'Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa' tersebut pun merasakan ketenangan jiwa yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Indah tak lagi mengejar kesuksesan dan popularitas untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Ia hanya butuh mendekatkan diri pada Tuhan dan men-charge diri dengan belajar agama untuk meraih itu semua.
ADVERTISEMENT
"Seringkali manusia sering kalah dengan hawa nafsu. Bahkan, kemarahan aku itu adalah satu nafsu yang terus ada dan mengganjal, sehingga aku tidak menemukan kebahagiaan yang hakiki. Kalaupun Allah menjawab semua doa, aku cuma pengin nunjukin aku bisa sukses," tutur Indah.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
"Tapi ternyata bukan di situ titik kebahagiaan, itu lebih ke pengin balas rasa amarah. Ternyata, saat berserah pada Allah itulah titik kebahagiaan secara jiwa raga kita. Rasanya nikmat banget," ujarnya.
Walaupun masih dalam proses berhijrah, namun Indah berharap agar kisahnya tersebut bisa menginspirasi banyak orang. Ia ingin menunjukkan kepada semua orang bagaimana dendam yang tersimpan lama di hati bisa membawa kita melakukan hal-hal yang buruk dan merugikan diri sendiri.
ADVERTISEMENT
"Masalah itu bukan enggak ada, aku pun tetap ada masalah dan sedikit-sedikit diselesaikan. Kalau Allah sudah kasih di hati keikhlasan, itu Masya Allah, indahnya. Kita saling mendoakan saja ya supaya dapat curahan hidayah Allah. Itu rasanya nikmat banget," tutup Indah.
Jangan lewatkan story mengenai perjalanan hijrah Indah Dewi Pertiwi di topik Selebriti Hijrah. Saksikan dan nantikan pula kisah hijrah selebriti lainnya, mulai dari Arie Untung dan Fenita, Chacha Frederica, Danny 'Java Jive', hingga Elma Theana tiap pekan selama bulan Ramadhan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan