Fokus Dunia Pendidikan Anak, Alasan Utama Adon Hengkang dari Base Jam

2 Oktober 2019 15:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Adon Base Jam Foto: Instagram/@adonsaptowo
zoom-in-whitePerbesar
Adon Base Jam Foto: Instagram/@adonsaptowo
ADVERTISEMENT
Adon Saptowo mulai dikenal publik saat meniti karier di dunia musik bersama Base Jam pada 1994. Lagu-lagu mereka macam 'Bukan Pujangga'' hingga 'Bermimpi' begitu populer di era 90-an.
ADVERTISEMENT
Namun Base Jam tak terlepas dari pasang surut. Beberapa personel memutuskan hengkang. Pada 2003, misalnya, Sigit Wardana, yang menjadi vokalis bersama Adon, memilih cabut dari Base Jam.
Setelah kepergian Sigit, Base Jam tetap mempertahankan tradisi dua vokalis. Mereka akhirnya merekrut Alvin. Bersama vokalis baru, Base Jam merilis beberapa single, salah satunya adalah 'Doamu Ibu'.
Kendati demikian, badai kembali menerjang Base Jam. Mereka harus kehilangan salah satu personel lagi.
Setelah 25 tahun bersama, Adon memutuskan untuk hengkang dari grup musik yang telah membesarkan namanya tersebut. Ia mengumumkan hal itu lewat unggahan di akun Instagram miliknya pada 29 September lalu.
Keputusan Adon untuk hengkang dibenarkan oleh Aris, manajer dan gitaris Base Jam. Sebelum cabut, Adon sudah cuti manggung bersama Base Jam dari Januari tahun ini.
ADVERTISEMENT
"Pertimbangannya (untuk hengkang) kira-kira akhir tahun lalu," kata Aris kepada kumparan.
Base Jam. Foto: Instagram/basejamofficial
Dalam unggahan di akun Instagramnya pada hari ini, Adon menjelaskan alasan utamanya memutuskan hengkang dari Base Jam. Ia saat ini fokus pada dunia pendidikan anak.
"Saya dan Joyce, istri saya, sedang fokus di dunia pendidikan anak yang sudah kami kerjakan selama 6 tahun terakhir," kata Adon, Rabu (2/10).
Adon Base Jam. Foto: Instagram/@adonsaptowo
Adon 'Base Jam' mengatakan ada dua hal yang ia kerjakan terkait pendidikan anak. Pertama ialah Sunshine Preschool yang terletak di Jakarta Pusat.
"(Ini) playgroup dan kindergarten untuk anak usia 1,5-6 tahun," ucap Adon.
Yang kedua adalah rumah belajar Twelve Kids Indonesia. Adon mengatakan, rumah belajar itu adalah after school program yang menekankan pembangunan karakter untuk underprivileged children di Jakarta dan Pulau Saparua, Maluku.
ADVERTISEMENT
"Ini yang akan terus kami lakukan ke depan," ujar Adon.
Kepada kumparan, Adon menjelaskan bahwa minatnya terhadap pendidikan anak sudah tumbuh sejak lama. "Khususnya di pembangunan karakter, sudah sejak tahun 1991," tuturnya.
Selain di dunia pendidikan anak, Adon juga fokus pada pelayanan di gereja, yang sudah ia jalani sejak tahun 1991.
"Jadi sebelum dan saat sama Base Jam, saya sudah melayani jadi Sunday School Teacher, Di Musik Rohani (praise & worship) dan sharing The Word of God," kata Adon.
Adon Base Jam Foto: Instagram/@adonsaptowo
Proses perpisahan Adon dari Base Jam dilakukan dengan baik-baik. Tidak ada masalah apapun antara dirinya dan personel Base Jam lainnya.
Bahkan, Adon mendoakan yang terbaik untuk Base Jam. Ia percaya Base Jam akan tetap eksis meski tanpa dirinya.
ADVERTISEMENT
"Base Jam akan terus berkarya, dan single baru juga sudah disiapkan. Persahabatan dan kekeluargaan kami terus berjalan dan semakin erat," tutup Adon.