kumparan
11 Jun 2019 11:26 WIB

Furry Setya 'Mas Pur' Masih Ngekos Bersama Istri Baru

Furry Setya ditemui di kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
Pesinetron Furry Setya atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Pur telah melepas status dudanya dengan menikahi Dwinda Ratna pada 15 Desember 2018. Rupanya, hingga kini keduanya masih tinggal di kos lantaran rumah mereka belum rampung dibangun.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah, lagi bangun rumah, kan, di suatu tempat. Insyaallah, akhir Agustus selesai dan bisa ditempati," ujar Mas Pur ketika ditemui di Karang Tengah, Jakarta Selatan, Senin (10/6).
Rumah yang terletak di Jakarta tersebut, menurut Mas Pur, dibangun dengan konsep yang sederhana. Sayangnya, ia enggan membocorkan berapa biaya yang dihabiskan untuk itu.
"Ya, sesuai kemampuanlah. Saya mampunya bikin rumah yang seperti ini. Yang terpenting bukan konsepnya, tapi bisa buat berteduh dari hujan panas. Istilah kata gue, mending kelaparan daripada kehujanan. Kalau kelaparan, bisa di dalam rumah, kan, hangat, masih bisa ngobrol-ngobrol," tuturnya.
Selain masih tinggal di kos, Mas Pur dan istrinya juga belum memiliki momongan. Meski demikian, hal itu bukan lantaran mereka sengaja menundanya.
ADVERTISEMENT
"Ya, sedikasihnya. Kalau usaha, mah, tiap hari. Yang terpenting, kan, kami memperbaiki dan menyiapkan diri dulu. Kalau sudah, insyaallah, ketika Allah, 'Wah, sudah pantas, nih, dikasih amanat anak,' kami akan dikasih kepercayaan," ucapnya.
Sebelum menikah dengan Winda, pemain sinetron 'Tukang Ojek Pengkolan' itu telah dikaruniai seorang anak dari pernikahan terdahulunya. Menurut Mas Pur, anak sulungnya tak keberatan untuk memiliki adik dari pernikahan ayahnya dan Winda.
"Anak saya open mau kapan saja dan, alhamdulillah, baik. Winda baik sama anak saya, anak saya baik sama Winda. Malah mereka bercanda kayak teman. Begitu pun Winda sama mantan istri saya. Mantan istri saya sama winda itu baik," tutup Furry Setya alias Mas Pur.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan