kumparan
13 Jun 2018 13:32 WIB

Indah Dewi Pertiwi Merasa Lebih Bahagia Setelah Berhijrah

Indah Dewi Pertiwi mantap dengan keputusannya untuk berhijrah dan memeperbaiki diri setelah pulang dari Palestina. Ia juga mulai menutup auratnya terhitung sejak bulan April lalu.
ADVERTISEMENT
Meskipun demikian, penyanyi yang dulu identik dengan penampilan seksinya ini tak lantas meninggalkan dunia hiburan yang membesarkan namanya begitu saja. Indah mengaku bahwa dirinya akan tetap bernyanyi, meski sampai saat ini ia belum tahu konsep baru seperti apa yang akan dihadirkan ke depannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Indah ketika berbincang bersama kumparan yang dipandu oleh Ustaz Erick Yusuf.
"Nyanyi masih. Tapi sejujurnya, kalau masalah karier belum dipikirin banget. Cuma satu hal yang aku tahu, saat aku memutuskan pakai hijab ini yang biasanya bisa perform di kafe, sudah pasti tidak bisa. Cuma kayak yang lillahi ta'ala saja, yang ngatur rezeki kan Allah, rezeki tidak akan tertukar," kata Indah di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Walau belum punya rencana untuk kariernya ke depan, tapi perempuan berusia 27 tahun ini sudah memiliki ide akan dibawa ke mana, busana-busana seksi yang kerap digunakannya dulu.
ADVERTISEMENT
"Rencananya kita mau rombak, terus mau dijadikan baju muslim. Kemarin kebetulan kalau kita mau ngasih orang baju gitu, berarti kita nyuruh orang pakai baju itu, aku jadi bingung," ucap Indah.
"Aku pikir nanti dirombak buat jadi baju muslim, karena bawahnya ada pernak pernik yang banyak brokat-brokatnya, bisa jadi dipakai untuk perform. Kalau baju yang terbuka banget, istilahnya kalau di rumah, kalau sudah ada muhrimnya masih bisa dipergunakan kan," imbuh pelantun lagu 'Jangan Sedih' itu.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Selain bercerita tentang rencana hidupnya ke depan setelah hijrah, Indah juga menyebutkan kalau sekarang ia jadi lebih sering mempelajari ilmu agama. Baik itu dari YouTube, mengikuti kajian, atau berdiskusi dengan teman-teman terdekatnya yang juga berhijrah.
"Alhamdulillah, sering ngaji sama teman-teman gitu. Kita membahas yang dasar-dasarnya dulu, soal gimana tata cara wudhu, tata cara salat seperti apa. Itu hal dasar yang aku enggak tau, enggak paham. Doa-doa mustajab yang saat apa saja, itu lagi belajar," jelas Indah.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Indah sempat mengatakan bahwa dirinya belum bisa lancar membaca Al-Quran, namun hal itu tak menjadi hambatan berarti. Ia terus belajar dan berusaha memperdalam ilmu agamanya.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
"Belum khatam, kebetulan aku baca Al-Quran masih terbata-bata, aku tuh bacanya kayak ada yang susah banget, astagfirullah. Tapi aku baca sedikit-sedikit, entar dilanjutin lagi. Ini kayaknya sih enggak bakal khatam ya pas Ramadhan ini. Tapi aku dengar katanya enggak apa-apa sedikit-sedikit belajar," tuturnya.
Mendengar cerita Indah yang berusaha keras untuk belajar membaca Al-Quran, Ustaz Erick pun memberikan semangat pada perempuan berdarah Sunda tersebut.
"Enggak apa-apa terbata-bata baca Al-Quran itu dapat pahalanya bahkan pahalanya di bulan Ramadhan berlipat itu. Kalau terbata-bata, kita dapat berapa kali lipat, yang sudah lancar juga bersama para malaikat kan, tapi memang harus latihan terus," kata Ustaz Erick.
Indah Dewi Pertiwi (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Setelah berhijrah ini, pelantun lagu 'Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa' tersebut pun merasakan ketenangan jiwa yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Indah tak lagi mengejar kesuksesan dan popularitas untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Ia hanya butuh mendekatkan diri pada Tuhan dan men-charge diri dengan belajar agama untuk meraih itu semua.
ADVERTISEMENT
"Seringkali manusia sering kalah dengan hawa nafsu. Bahkan, kemarahan aku itu adalah satu nafsu yang terus ada dan mengganjal, sehingga aku tidak menemukan kebahagiaan yang hakiki. Kalaupun Allah menjawab semua doa, aku cuma pengin nunjukin aku bisa sukses," tutur Indah.
"Tapi ternyata bukan di situ titik kebahagiaan, itu lebih ke pengin balas rasa amarah. Ternyata, saat berserah pada Allah itulah titik kebahagiaan secara jiwa raga kita. Rasanya nikmat banget," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan