kumparan
22 Nov 2018 10:16 WIB

Ketakutan Ronal Surapradja Mengenakan Kaus Band Manic Street Preachers

Ronal Surapradja (Foto: Giovanni/kumparan)
Komedian Ronal Surapradja memiliki hobi mengoleksi kaus-kaus band ternama. Namun dari sekian banyak koleksi yang dimiliknya, Ronal menyimpan satu kaus yang sampai saat ini belum pernah ia pakai. Alasannya, ia takut menggunakan kaus tersebut.
ADVERTISEMENT
Kaus tersebut merupakan koleksi dari band Manic Street Preachers. Band asal Wales itu dinilai Ronal masuk dalam deretan band yang pintar dan keras dalam mengkritisi pemerintah.
“Band politik. Saking kerasnya mengkritik satu personelnya dihilangkan,” katanya ketika ditemui kumparan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Dari banyak kaus band Manic Street Preachers yang ia miliki, memang ada satu kaus dengan lambang yang bisa memicu kontroversi di Indonesia. Sampai saat ini Ronal bahkan tak berani menggunakan kaus bergambar palu dan arit tersebut.
“Kebayang 'kan kalau dipakai baju itu? Wah posting di sosial media pun gue enggak berani,” ungkap Ronal.
Meski tak pernah mau menggunakan kaus tersebut, namun komedian sekaligus penyiar radio ini punya alasan mengapa ia memilih untuk mengoleksi kaus tersebut.
ADVERTISEMENT
Katanya kaus itu merupakan salah satu artwork dalam album terbaik dari band Manic Street Preachers. Bagi Ronal, band itu memang benar-benar mampu menyuarakan kritikan pada pemerintah dengan sangat indah.
“Seni itu. Dan lirik mereka sangat sangat indah, keras tapi indah kritiknya, kalau dulu masih kasar,” katanya.
“Ketika si gitarisnya dihilangin mereka mulai lunak, takut dihilangin juga. Sekarang lebih ramah bahasanya,” tambah Ronal.
Meski begitu Ronal justru merindukan karya-karya Manic Street Preachers yang dulu. Lirik bernada kritikan yang keras namun indah memang salah satu faktor yang membuat pemain Extravaganza ini jatuh cinta dengan band tersebut.
“Jadi, lirik mereka tuh sudah bukan nyubit, nampar. Wah, kena banget semua dihina PBB, Amerika, Inggris apa pun. Tapi ya saya enggak berani pakai (kausnya),” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan