Pencarian populer

Kilas Balik Para Pemain Keluarga 'Si Doel Anak Sekolahan'

Si Doel Anak Sekolahan (Foto: Istimewa)

Pada 2 Agustus mendatang rumah produksi Karnos Film dan Falcon Picture akan merilis film ‘Si Doel The Movie’. Film tersebut merupakan lanjutan dari sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ yang dahulu terkenal di era 90an.

Kisah cinta segitiga Doel, Zaenab, dan Sarah, juga nilai moral yang ditanamkan tentang pentingnya pendidikan yang dibalut dalam nuansa keluarga Betawi, menjadi tontonan menarik dari sinetron yang diperankan oleh banyak aktor legendaris, seperti Rano Karno, Mandra, dan Almarhum Benyamin Sueb.

Nah, sebelum bernostalgia dengan menyaksikan film ‘Si Doel The Movie’, kumparan mengajak kamu mengenang momen-momen para pemain dari keluarga si Doel di sinteron yang bertahan selama 7 musim tersebut.

1. Rano Karno (Doel)

Sebagai anak ketiga dari seniman Soekarno M. Noer, Rano Karno muda sudah mengenal dunia seni peran yang digeluti ayahnya. Sejak usia 9 tahun, Rano sudah menjadi bintang utama di film ‘Si Doel Anak Betawi’ (1972) besutan sutradara Sjuman Djaja dan beradu peran dengan budayawan Betawi legendaris almarhum Benyamin Sueb serta Tutie Kirana.

Rano Karno 'Si Doel The Movie' (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Karena film yang kental dengan budaya Betawi itu laris di pasaran, Sjuman pun membuat sekuel yang berjudul ‘Si Doel Anak Modern’ (1976). Nama Rano pun kian melambung dan pada 1974 ia bahkan didaulat sebagai ‘Aktor Anak Terbaik’ di Festival Film Asia, Taipei, Taiwan lewat film ‘Rio Anakku’ (1973).

Setelah industri perfilman Indonesia terpuruk di era 90-an, Rano yang sempat mengenyam pendidikan akting di East West Player, Amerika Serikat itu pun akhirnya membuat rumah produksi Karnos Film yang kemudian menginisiasi sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ (1994).

Dalam sinetron tersebut, Rano menjadi pemeran utama. Karakter Doel yang sudah melekat pada Rano sejak muda, ditambah dua perempuan cantik, Cornelia Agatha dan Maudy Koesnaedi yang memerankan Sarah dan Zaenab, membuat sinetron tersebut jadi salah satu tontonan favorit di masanya.

Dalam perjalanan kariernya di industri film Indonesia, aktor berusia 57 tahun itu telah bermain di berbagai judul film. Namun, seusai Sinetron 'Si Doel' rampung, Rano hanya bermain dalam dua film ‘Si Jago Merah’ (2008) dan ‘Satu Jam Saja’ (2010) sebelum akhirnya fokus berkarier di dunia politik.

Untuk periode 2008-2011, Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang menemani Ismet Iskandar. Ia kemudian menjadi Wakil Gubernur Banten periode 2012-2014 menemani Ratu Atut yang kemudian tersandung kasus suap dan memaksanya naik sebagai Gubernur Banten sejak 2014-2017.

Kini, Rano kembali ke layar lebar dan bereuni dengan para pemain 'Si Doel' seperti Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, dan Suti Karno. Bahkan menurut Rano, 'Si Doel The Movie' akan tayang terlebih dulu di Belanda sebelum tayang di Indonesia.

"InsyaAllah tanggal 23 Juli akan tayang di Belanda, di Amsterdam. Premier di sana, di sebuah bioskop yang sangat prestisius, yang bukan sembarangan," ujar Rano saat ditemui di Galeri Semesta, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

2. Benyamin Sueb (Babe)

Benyamin Sueb atau yang akrab disapa Bang Ben merupakan seniman Betawi yang sudah melegenda. Berbagai karyanya, mulai dari ‘Benyamin Biang Kerok’ (1972), ‘Tarzan Kota’ (1974), hingga ‘Raja Copet’ (1977), masih banyak dipertontonkan di televisi swasta sebagai tontonan yang tak lekang oleh zaman.

Lukisan Benyamin Sueb (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Selain kepiawaiannya dalam berakting, Bang Ben juga dikenal sebagai seorang penyanyi dengan suara yang khas. Lagu-lagunya saat berduet dengan Ida Royani, seperti ‘Begini Begitu’, ‘Di Sini Aje’, ‘Siapa Punya’, masih terus dikenang dan bahkan dikenal oleh generasi saat ini.

Benyamin Sueb dan Ida Royani (Foto: Istimewa)

Pada 1994, Bang Ben menyambut baik pinangan Rano Karno untuk kembali 'berduet' dengannya dan memerankan tokoh Babe di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’.

Jika sewaktu muda Bang Ben dikenal dengan perannya yang slengean dan kocak, dalam sinetron tersebut ia menjadi seorang ayah paruh baya pengusaha opelet dengan dua anak Doel dan Atun.

Kesederhanaan tokoh Babe yang diperankannya terasa sangat cocok dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, belum lagi jargon ‘Si Doel udah jadi tukang insiyur’, yang pastinya tidak pernah dilupakan oleh generasi 90-an.

Namun akting Bang Ben harus berhenti saat sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' masuk musim ketiga. Kala itu Bang Ben terkena serangan jantung dan sempat koma beberapa hari usai bermain sepak bola. Takdir pun berkata lain. Bang Ben mengehembuskan napas terakhirnya pada 5 September 1995 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan.

Sampai saat ini jejak karyanya pun masih dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Bens Radio yang didirikannya pada 1990 masih terus mengudara hingga hari ini dan film remake ‘Benyamin Biang Kerok’ yang dirilis oleh Falcon Pictures beberapa waktu lalu juga jadi tambahan karya kenangan Bang Ben.

3. Aminah Cendrakasih (Mak Nyak)

Seperti Rano Karno, Aminah yang merupakan putri dari pasangan komedian dan pemain film, Husni Nagib dan Wolly Sutinah, mengenal dunia seni peran sejak kecil. Sejak 1955, Aminah sudah dipercaya untuk bermain di film ‘Oh Ibuku’ dan hingga era 80-an ia bahkan tercatat sebagai salah satu aktris terproduktif di eranya setelah membintangi lebih dari 100 film dalam rentang waktu tersebut.

Sebelum berperan di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’, Aminah pernah membintangi di film Warkop DKI ‘Atas Boleh Bawah Boleh’ (1986) bersama rekannya di sinetron tersebut, Enun Tile. Selain itu, pada 1992 Aminah mendapat Penghargaan Kesetiaan Profesi Keartisan dari Dewan Film Nasional berkat kesetiaannya pada sineas Indonesia.

Selain aktif di layar lebar dan layar kaca, Aminah diketahui juga aktif di organisasi HSBI dan Lembaga Kebudayaan Betawi. Tak heran rasanya jika Rano memilihnya sebagai rekan duet Bang Ben, memerankan tokoh Mak Nyak di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’.

Mak Nyak merupakan sosok paling sabar dan selalu jadi penengah jika Mandra, adiknya, sedang bertengkar dengan Babe ataupun Atun. Ia pun yang selalu jadi tempat Doel mengadu masalah percintaannya dengan Sarah dan Zaenab.

Di usianya yang semakin lanjut, Aminah harus menghabiskan hari-harinya dengan terbaring lemah di tempat tidur dan tak lagi mampu melihat karena penyakit glukoma yang dideritanya.

Kendati dengan kondisinya yang seperti itu, Rano masih mempercayakan Aminah untuk berperan sebagai Mak Nyak dalam 'Si Doel The Movie'. Bahkan aktris berusia 80 tahun itu masih berakting dengan sangat baik dalam keterbatasannya.

Loading Instagram...

Hal itulah yang diungkapkan oleh Maudy Koesnaedi saat ditemui di kawasan Lebak Bulus beberapa waktu lalu.

"Jadi kita syuting di situ, Mak Nyak digotong dari kamar. Dibawa ke set di depan rumahnya, masih tiduran enggak bisa melihat tapi mampu menghafal dialog,” kata Maudy pemeran tokoh Zaenab.

Loading Instagram...

4. Suti Karno (Atun)

Sosok Atun sepertinya jadi satu tambahan amunisi komedi dalam sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Berbagai hal konyol sering kali menimpa si Atun, mulai dari kisah asmaranya dengan Mas Karyo yang diperankan oleh Almarhum Basuki, pertengkarannya dengan Paman Doel yang diperankan oleh Mandra, hingga adegan Atun kejepit tanjidor--yang tentunya sangat membekas di benak para pecinta sinetron 'Si Doel'--.

Adalah Suti Karno, adik kandung Rano Karno yang memerankan sosok Atun. Selain ‘Si Doel Anak Sekolahan’ tak banyak film atau pun sinetron yang diperankannya. Ia diketahui hanya berperan di lima sinetron dan sepuluh film, termasuk film Warkop DKI ‘Masuk Kena Keluar Kena’ (1992), ‘Hantu Biang Kerok’ (2009), dan ‘Toilet 105’ (2010).

Tak banyak yang diketahui tentang kehidupan pribadi perempuan berusia 52 tahun itu. Suti yang diketahui tidak menikah sampai saat ini, lantas mengangkat dua orang anak, Thalia Gracia Meicy Karno dan Grecho Pradittya Raply Karno.

Suti Karno 'Si Doel The Movie' (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Suti juga diketahui ikut bermain di film ‘Si Doel The Movie’ bersama pemain-pemain lain dari sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ yang masih hidup. Sementara itu, saat ditemui kumparan beberapa waktu lalu, Suti mengaku sudah sejak beberapa tahun belakangan ini memang lebih aktif mengurus bisnisnya di bidang kuliner.

"Ya, saya ada warung, warung bakso di Tebet, Bekasi, sama Pamulang, namanya Bakso Atun. Itu sudah lama tapi,” terangnya.

5. Mandra (Paman Doel)

Selain Atun, ada pula sosok Paman Doel, Mandra, yang menambah semarak unsur komedi di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Sosok Mandra digambarkan sebagai seorang pengangguran yang numpang tinggal di rumah kakaknya, Mak Nyak.

Mandra. (Foto: Giovanni/kumparan)

Paman si Doel ini sering kali bertengkar dengan Babe, apalagi kalau sudah beradu pendapat soal opelet dan setoran hasil tarikan opelet. Selain itu Mandra yang punya sifat keras kepala juga sering kali membuat kekacauan, terlebih jika sudah bertengkar dengan Mas Karyo, yang diperankan oleh almarhum Basuki.

Meski dalam sinetron tersebut Mandra, digambarkan sebagai sosok yang pemalas, dalam kehidupan nyata pria berusia 54 tahun itu tergolong produktif dalam berkarya. Selain ‘Si Doel Anak Sekolahan’, Mandra pernah dipercaya untuk menjadi pemeran utama di berbagai sinetron dan film komedi, seperti ‘Mandragate’, ‘Tarzan Betawi’, dan ‘Jadi Pocong’.

Mandra juga merupakan kakak sulung dari dua budayawan betawi, Omas dan Mastur, yang sukses menjadi bintang di dunia hiburan Indonesia. Selain itu, Mandra pun merupakan suami dari Mila Juwita Sari dan ayah dua anak, Tia Septiana, serta Sherly Oktaviana.

Terkenal sebagai komedian, Mandra ternyata juga lucu di kehidupan nyata. Saat melakukan proses shooting film ‘Si Doel The Movie’ di Belanda, ia mengaku rindu pada masakan-masakan serta cuaca alam tropis di Indonesia.

"Yang jelas gue serba salah di sana (di Belanda). Dingin, udah gitu ya nyari nasi uduk enggak ada, nyari semur jengkol enggak ada, (ikan) gabus kering apalagi," ujar Mandra dengan logat betawinya.

6. Enun Tile (Engkong Ali)

Sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ merupakan karya terakhir budayawan serta aktor asli Betawi, Almarhum Enun Tile, di dunia hiburan Indonesia. Saat berperan sebagai kakek Doel bernama Engkong Ali di sinetron tersebut, usia Tile sudah menginjak angka 61 tahun dan memang dari perawakannya ia sudah terlihat tua sekali.

Meski begitu, di sinetron itu Tile tetap menunjukkan kepiawaiannya dalam berakting, mulai dari menghafal skenario hingga berinteraksi dengan lawan mainnya yang saat itu berusia jauh lebih muda. Bahkan ada satu episode ‘Si Doel Anak Sekolahan’ tentang Engkong Ali menikah lagi yang hingga saat ini masih terus dikenang.

Sebelum tutup usia saat ‘Si Doel Anak Sekolahan’ masih berjalan pada 1998, Tile aktif berperan di film-film komedi buatan Warkop DKI, seperti ‘Bisa Naik Bisa Turun’ (1991), ‘Masuk Kena Keluar Kena’ (1992), dan ‘Pencet Sana Pencet Sini’ (1994). Ia juga banyak beradu peran di film-film komedi duo Doyok dan Kadir, seperti ‘Pintar-Pintaran’ da ‘Boleh Dong Untung Terus’ (1992).

Loading Instagram...

Sosok Engkong Ali dan Babe, yang diperankan oleh Bang Ben, memang tidak akan ada dalam film ‘Si Doel The Movie’, tapi kenangan akan akting dua aktor legendaris tersebut di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ tak akan terlupakan.

Si Doel the Movie. (Foto: Instagram/@falconpictures_)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: