Pencarian populer

Komentar Rami Malek Soal Film 'Bohemian Rhapsody'

Rami Malek (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)

Film biopik Queen dan vokalisnya, Freddie Mercury, yang berjudul 'Bohemian Rhapsody' telah tayang di bioskop sejak akhir Oktober lalu. Hingga kini, film tersebut telah meraup box office sebesar USD 484 juta atau Rp 6,9 triliun secara global.

Hingga kini, film tersebut mendapat rating sebesar 8,4/10 di IMDb, cukup besar dan memuaskan. Namun, tidak semua orang berkata demikian. Beberapa orang menganggap 'Bohemian Rhapsody' adalah film biopik yang tidak menampilkan perjalanan hidup Freddie Mercury secara lengkap.

Pemeran Freddie Mercury di film tersebut, Rami Malek, pun mengomentari hal tersebut. Menurutnya, para kru dan pemain ingin 'Bohemian Rhapsody' menampilkan kehidupan Freddie Mercury di balik ketenarannya. Namun, memperlihatkan kehidupan sang bintang dalam waktu dua jam saja tidak akan cukup.

Rami Malek dan Freddie Mercury (Foto: Wikimedia Commons/Facebook @freddiemercury)

"Dalam waktu dua jam, aku tahu orang-orang ingin merayakan kehidupan Freddie, dan jelas ada upaya untuk tidak membuat film ini ('Bohemian Rhapsody') terlihat hedonistik," ujarnya seperti dikutip dari The Hollywood Reporter.

Pemain serial televisi 'Mr. Robot' tersebut melanjutkan, dia yakin orang-orang ingin melihat hubungan Freddie Mercury dan Jim Hutton, kekasih Mercury, lebih banyak. Apalagi, hubungan Mercury dengan Hutton terjadi menjelang kepergian pelantun 'Another One Bites the Dust' tersebut.

"Hubungan itu benar-benar indah, dan jika bisa, aku akan menambahkan beberapa adegan tentang itu dalam film ini untuk mengisi beberapa celah (yang hilang)," ucapnya.

Rami Malek sebagai Freddie Mercury (Foto: 20th Century Fox)

Malek meyakini satu hal, bahwa banyak orang yang ingin menceritakan kembali sosok yang terkenal dan berpengaruh bagi masyarakat dalam bentuk film atau seni lainnya. Sebesar apapun budget produksinya, semahal apa alat syuting yang digunakan, dan sebagus apa pemerannya, belum tentu bisa hadir dengan baik dan memuaskan.

"(Kau) tidak akan pernah bisa sempurna dalam memenuhi kisah seorang pria yang kisahnya bisa dihadirkan dalam berbagai bentuk film dokumenter dan berbagai mini seri yang tak terhitung jumlahnya," kata Malek.

Menurut pria berumur 37 tahun itu, apa yang Mercury dan Queen telah lakukan dan berikan selama ini berpengaruh besar dalam kehidupan banyak orang, terutama para penggemar mereka.

"Dia (Freddie Mercury), dan band-nya, mereka menjatuhkan setiap konvensi tentang bagaimana musik berperan dan bagaimana manusia harus bertindak di depan umum. Dia (Mercury) adalah seorang revolusioner karena dia menolak untuk dipisahkan atau dipinggirkan dengan cara apa pun," terang Malek.

"Aku tahu selalu ada aspek-aspek polarisasi untuk film ini. Tidak ada jalan lain. Kau dapat melakukan versi lain dari film ini, tetapi kami harus fokus pada waktu yang terbatas dan kami selalu ingin menyelesaikan filmnya dengan (penampilan Queen di) Live Aid," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: