kumparan
5 Apr 2019 21:59 WIB

Melihat Pentingnya Menjaga Alam Lewat Serial Netflix ‘Our Planet’

Pembicara 'Rewild Our Planet' berfoto bersama usai acara. Foto: Andrian Gilang/kumparan
Bayangkan bagaimana apabila orang utan kehilangan hutan tropis? Bagaimana apabila tak ada lagi es sebagai tempat bernaung beruang kutub?
ADVERTISEMENT
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang muncul ketika kita menyaksikan ‘Our Planet’. Serial dokumenter yang ditayangkan Netflix ini, menggambarkan bagaimana pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Ada delapan episode dalam serial ‘Our Planet’ yang merupakan hasil kolaborasi antara Silverback Production dan World Wildlife Fund (WWF).
Salah satu episodenya membicarakan mengenai keberadaan hutan tropis di Sumatera, Indonesia, yang jumlahnya makin berkurang. Hal ini tentu memengaruhi keberadaan makhluk hidup di dalamnya, seperti orang utan.
“Banyak orang belum mengerti tentang keadaan planet saat ini,” kata Chief Strategic Communication and External Relation WWF-Singapore, Kim Stengert, dalam acara ‘Rewild Our Planet’ di Artscience Museum, Singapura, Jumat (5/4).
Suasana acara 'Rewild Our Planet' di Artscience Museum, Singapura. Foto: Andrian Gilang/kumparan
Dalam acara tersebut, kumparan berkesempatan menjadi salah satu media yang dapat melihat film dokumenter itu.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan riset global dari WWF, ada sekitar 40 persen dari sekitar 10 ribu orang yang menyadari bahwa lingkungan hidup mengalami penurunan. “Hanya 50 persen yang paham bahwa kita bergantung pada alam,” ujar Stengert.
Lewat ’Our Planet’, orang-orang yang menyaksikan serial tersebut akan diajak untuk melihat mengenai kondisi alam, termasuk satwa di dalamnya.
“Tidak hanya menjelaskan ada masalah besar, tapi juga ada harapan jika kita bertindak secepatnya untuk menjaga lingkungan,” ucap Stengert.
Sementara itu, Vice President Communications-APAC Netflix, Jessica Lee, mengatakan proses pembuatan serial ‘Our Planet’ membutuhkan waktu selama 4 tahun. Sebanyak 600 kru terlibat dalam serial yang mengambil gambar di 50 negara ini.
"Pengambilan gambar dilakukan selama 3.500 hari,” kata Lee di tempat yang sama.
ADVERTISEMENT
Menyaksikan serial ‘Our Planet’ membuat orang-orang menyadari pentingnya berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Hal itulah yang dirasakan oleh suami Lee ketika menyaksikan salah satu episode dalam serial yang narasinya diisi oleh David Attenborough.
“Aku katakan kepadamu, setelah 40 menit menonton dia bilang, ‘Oh my god, kita harus melakukan sesuatu’,” tutur Lee.
Vice President Commucinations-APAC Netflix, Jessica Lee. Foto: Andrian Gilang/kumparan
Apa yang dirasakan oleh sang suami, menurut Lee, sesuai dengan tujuan pembuatan serial ‘Our Planet’. “Ini tentang semangat, komitmen, inspirasi, dan aksi. Karena setelah kamu menontonnya, kamu akan menyadari ada kewajiban yang harus dijadikan sebagai komitmen,” tutur Lee.
Tampilan yang terlihat saat kamu menonton serial ‘Our Planet’ tampak begitu jernih dan cerah. Sebab, teknologi 4K sudah diterapkan dalam serial tersebut.
ADVERTISEMENT
“Sehingga, orang bisa merasakan pengalaman terbaik saat menyaksikannya,” tutup Lee.
Serial ‘Our Planet’ sudah bisa disaksikan pada 5 April 2019 melalui Netflix. Seiring dengan penayangan serial tersebut, ArtScience Museum Singapore menyajikan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat lewat pameran ‘Rewild Our Planet’.
'Rewild Our Planet' di ArtScience Museum, Singapura. Foto: Andrian Gilang/kumparan
Pameran ’Rewild Our Planet’ yang digagas oleh Netflix, WWF, Google, Phoria, dan ArtScience Museum, didasarkan pada serial ‘Our Planet’. Para pengunjung akan dibawa untuk melihat kondisi lingkungan hidup lewat teknologi Augmented Reality.
‘Rewild Our Planet’ akan dibuka untuk umum mulai 6 April hingga 2 Juni 2019. Kamu tidak perlu mengeluarkan dana untuk menjajal ‘Rewild Our Planet’.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan