Pencarian populer

Membandingkan Dua Pemeran Spider-Man, Andrew Garfield dan Tom Holland

Membandingkan Andrew Garfield dan Tom Holland, dua pemeran Spiderman. Foto: Infografik: Sabryna Putri Muviola/kumparan.

Sebentar lagi, film 'Spider-Man: Far From Home' akan tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia. Artinya, tokoh Spider-Man yang diciptakan oleh Stan Lee masih amat dicintai hingga saat ini.

Ada banyak aktor yang telah memerankan Spider-Man di film layar lebar. Namun, Andrew Garfield dan Tom Holland adalah dua aktor yang terakhir berperan sebagai tokoh bernama Peter Parker itu.

Mari bandingkan perjalanan karier Garfield dan Holland dari beberapa sisi. Mereka berdua memang punya prestasi yang sama baiknya.

1. Si perenang dan si penari

Andrew Garfield lahir di Los Angeles, Amerika Serikat dari keluarga yang menjalankan bisnis interior. Namun, keluarganya memang berpindah ke Inggris ketika Garfield baru berusia 3 tahun.

Tumbuh dewasa menjadi seorang aktor terkenal, nyatanya Garfield bukan penyuka seni sejak kecil. Karena sang ayah merupakan seorang guru pelatih kelab renang di kawasan Guildford, Inggris, Garfield pun bercita-cita ingin menjadi atlet renang. Selain itu, ia pun menggemari berbagai jenis olahraga, khususnya gymnastic.

Namun, semua berubah ketika Garfield menginjak usia 16 tahun dan mulai tertarik pada dunia seni peran. Ia pun mengambil jurusan Drama di University of London.

Berbeda dari Garfield, Tom Holland lahir dan besar di Inggris. Sejak kecil pun ia terkenal sering di-bully karena memiliki hobi yang tidak lazim bagi laki-laki. Ya, Holland mencintai seni tari sejak usia 6 tahun.

Orang tua Holland mendukung penuh hobi sang anak. Ia lantas menjadi salah satu murid kelas tari hip hop di Nifty Feet Dance School, Wimbeldon, Inggris.

Potensi Holland pertama kali di lirik oleh Lynne Page, sahabat Peter Darling yang bekerja sebagai koreografer di pentas 'Billy Elliot the Musical.

Setelah mengikuti total 8 audisi dan dua tahun masa pelatihan, Holland akhirnya berkesempatan untuk memerankan tokoh Michael di pentas teater 'Billy Elliot the Musical' pada 2008.

2. Bermula dari teater

Di usia 16 tahun, Garfield menerima ajakan seorang teman untuk mengikuti workshop teater pemuda di kawasan Epsom. Dari sana, Garfield kian ketagihan bekerja di dunia seni peran.

Alhasil, Garfield memilih untuk berkuliah di University of London jurusan Drama. Lulus pada 2004, Garfield langsung menerima tawaran kerja untuk memerankan tokoh Romeo dalam pentas klasik 'Romeo and Juliet' di Manchester.

Karena kepiawaiannya, Garfield sukses memenangkan kategori 'Best Newcomer' di Manchester Evening News Theatre Award 2004. Dua tahun berselang, Garfield kembali memenangkan penghargaan, kali ini kategori 'Outstanding Newcomer' dari Evening Standard Theatre Awards 2006.

Di tahun yang sama, Garfield naik tingkat dan coba peruntungan bermain di serial televisi Inggris. Serial drama remaja 'Sugar Rush' jadi pelabuhan pertama.

Seperti yang sudah disebutkan, Tom Holland memulai kariernya sebagai pemain teater di usia 10 tahun pada 2008. Kala itu, ia berperan sebagai Michael di pentas 'Billy Elliot the Musical'.

Di tahun yang sama, Holland dan teman-temannya mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi 'The Feel Good Factor'. Kala itu, Holland menampilkan tari bertajuk 'Angry Dance', salah satu bagian lakon dari pertunjukan teater 'Billy Elliot the Musical.

Hebatnya lagi, Holland pun sempat dipercaya untuk memerankan tokoh utama, yakni Billy, pada teater yang bertajuk 'Billy Elliot the Musical'.

Kala itu, ia tampil di hadapan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, pada 2010. Penampilan itu adalah kali terakhir Holland menjadi aktor teater karena setelahnya, ia lebih fokus bermain di serial televisi.

Kendati demikian, Holland tidak pernah melupakan jasa pentas 'Billy Elliot the Musical' di hidupnya. Pada 2014, ia bahkan pernah sekali lagi memerankan tokoh Billy di pentas 'Billy Elliot the Musical Live'.

3. Spider-Man

Dari sekian banyak film dan serial drama yang pernah dibintangi, Andrew Garfield menjadi amat populer berkat peran Peter Parker/Spider-Man di dua film 'The Amazing Spider-Man. Film itu disutradarai oleh Marc Webb dan menjadi reboot pertama dari film 'Spider-Man' yang dibintangi oleh Tobey McGuire.

Garfield berhasil menghidupkan katakter Spider-Man yang lebih kekinian dan sedikit nakal. Spider-Man versi Garfield juga terbilang lebih sukses memikat kaum hawa dibandingkan Spider-Man versi Tobey McGuire.

Film 'The Amazing Spider-Man' pun tergolong sukses di seluruh dunia dan meraup keuntungan yang amat besar. Namun, tim produksi Sony Pictures gagal mencapai ekspektasi fans di film 'Amazing Spider-Man 2' dan film ketiganya batal untuk dibuat.

Garfield pun saat ini telah pensiun menjadi Spider-Man. Namun, ia sudah berhasil mendapatkan hati para penggemar sebagai versi live-action Spider-Man yang paling brandalan.

Tom Holland pun menjadi aktor yang menggantikan Andrew Garfield kala Disney berhasil mendapatkan tokoh Spider-Man untuk Marvel Cinematic Universe (MCU). Peter Parker/Spider-Man Holland pertama kali tampil di hadapan publik dalam film 'Captain America: Civil War' (2016).

Hingga saat ini, Spider-Man versi Holland telah tampil di total empat film MCU, yakni 'Captain America: Civil War', 'Spider-Man: Homecoming', 'Avengers: Infinity War', dan 'Avengers: End Game'.

Rencananya, sekuel dari 'Spider-Man: Homecoming' yang bertajuk 'Spider-Man: Far From Home' akan tayang dalam waktu dekat. Film itu pun menjadi kali kelima Holland tampil sebagai 'Friendly Neighborhood, Spider-Man'.

Berkat Spider-Man, kini Holland pun memegang satu rekor di Guiness World Record. Sebab, ia menjadi aktor termuda yang pernah memerankan Spider-Man di film. Holland pada tahun ini akan menginjak usia 23 tahun.

4. Penghargaan

Andrew Garfield Foto: Mario Anzuoni

Garfield hingga saat ini telah memenangkan puluhan penghargaan. Piala pertamanya diraih pada 2007 berkat serial televisi 'Boy A'. Ia memenangkan kategori 'Best Actor' di British Academy Television Awards.

Dari film layar lebar, Garfield berhasil memenangkan penghargaan pertamanya berkat film 'Never Let Go' (2010). Ia memenangkan kategori 'Best Supporting Actor' di Saturn Awards 2010.

Puncak prestasi Garfield terjadi ketika ia dipercaya untuk memerankan tokoh Eduardo Saverin di film 'The Social Network'. Ia masuk dua nominasi di BAFTA dan nominasi kategori 'Best Supporting Actor' di Golden Globe Awards.

Tom Holland Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Karena Holland jauh lebih muda dibandingkan Garfield, prestasinya pun tidak terlalu berkilau. Ia belum banyak menerima penghargaan dari ajang penganugerahan film di seluruh dunia.

Namun, debut layar lebar Holland di film 'The Impossible' memang diapresiasi banyak kritikus film. Ia juga memenangkan penghargaan dari dua ajang, National Board of Review Awards dan London Film Critics Circle Awards.

Selama memerankan Spider-Man, Holland juga memenangkan empat penghargaan, satu dari Golden Schmoes Awards 2016, tiga dari Saturn Awards 2017 dan 2018.

Selain itu, ia juga dapat penghargaan dari Teen Choice Awards 2017. Karena keberhasilan itu, BAFTA 2017 menghadiahi Holland 'Rising Star Award'.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23