Pencarian populer

Mendiang Hari Moekti Sempat Mengaku Rindu Nyanyi di Atas Panggung

Hari Moekti (Foto: YouTube Kang Hari Moekti)

Kabar meninggalnya Hari Moekti menyisakan duka yang dalam bagi banyak orang. Betapa tidak, sosok mantan rocker kondang yang kini menjadi seorang pendakwah itu sukses menginspirasi mereka untuk turut mulai berhijrah.

Hari mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 61 tahun di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat, Minggu (24/6), pukul 20.49 WIB. Ia dilarikan ke rumah sakit tatkala terkena serangan jantung saat berada di Hotel The Edge, Cimahi.

Dua bulan sebelum meninggal dunia, Hari sempat membagikan kisah hidupnya kala belum berhijrah melalui beberapa video yang diunggah ke channel YouTube Kang Hari Moekti. Tak hanya perihal perjalanan karier sebagai penyanyi, ia juga menceritakan masa kecilnya.

Makam Hari Moekti. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)

Di sela kisah yang tengah dibeberkan, melalui video berjudul 'Masa muda Ustadz Hari Moekti | #HariMoektiDoeloe Pt. 5', Hari sempat mengungkapkan kerinduannya untuk kembali bernyanyi di atas panggung.

Saat itu ia baru saja menyanyikan sepenggal lagu 'Berita kepada Kawan' milik Ebiet G Ade dengan gaya rock pada bagian akhir.

"Jadi, kalau orang tanya, 'Masih suka ingin nyanyi?' Ingin banget. 'Ingin tampil di panggung?' Iya! 'Diiringi grup band?' Wah, apalagi musik orkestra. 'Sampai sekarang?' Iya," ungkap Hari bersemangat dalam video tersebut.

Hanya saja, lelaki kelahiran Cimahi, 25 Maret 1957 itu mengaku selalu menahan kerinduan dan keinginannya untuk kembali ke dunia hiburan sebagai penyanyi.

"Ini berat banget memang. Tapi saya bisa tahan itu. Sekali-kali di panggung suka nyanyi. Kayak tadi gitu," ucapnya dengan ekspresi semringah.

Hari Moekti Meninggal (Foto: harimoekti/instagram)

Sebelum membeberkan kerinduannya tersebut, Hari tengah berkisah mengenai lagu 'Kegelapan' yang pernah dinyanyikannya. 'Kegelapan' baginya merupakan salah satu lagu yang begitu berkesan dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi solo.

"Ketika diantar teman naik mobil, di radio ada lagu. 'Enak banget nih, lagu.' Ternyata suara sendiri! Kayaknya jadi, deh, aku orang top," ujar pelantun lagu 'Lintas Melawai' tersebut.

Sebelum menjajal peruntungan sebagai penyanyi solo, Hari lebih dulu bergabung dengan sejumlah grup musik. Hal itu ia kisahkan dalam video 'Masa muda Ustadz Hari Moekti | #HariMoektiDoeloe Pt. 3' dan 'Masa muda Ustadz Hari Moekti | #HariMoektiDoeloe Pt. 4'.

Video

Awalnya, Hari membentuk grup musik Darodox bersama sejumlah rekannya di Semarang. "Di situlah, dengan grup Darodox itulah tersalurkan jiwa nyanyi saya," tuturnya.

Lantaran kemudian pindah ke Bandung pada 1980, ia mendirikan 'New Bloodly'. Tanpa disangka, grup musik itu langsung mendapat sambutan positif oleh anak-anak muda pencinta musik di sana.

Dua tahun kemudian, ia diajak bergabung dalam grup musik Makara di Jakarta. Setelah sempat menelurkan sebuah album bersama Makara, ia diajak bergabung dengan Krakatau.

Hanya saja, belum juga sempat rekaman, posisi Hari digantikan oleh Trie Utami. Sejak saat itulah ia memulai solo karier.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60