kumparan
1 Mei 2018 15:00 WIB

Michelle Ziudith Pernah Jadi Remaja yang Emosinya Meledak-ledak

Michelle Ziudith. (Foto: Munady Widjaja)
Michelle Ziudith kembali menjadi pemeran utama dalam sebuah film layar lebar. Kali ini, dalam film berjudul 'Ananta', Michelle berperan sebagai Tania, perempuan antisosial dengan imajinasi tingkat tinggi yang gemar melukis.
ADVERTISEMENT
Tak hanya antisosial, Tania juga dikisahkan sebagai sosok perempuan yang tak mampu mengontrol emosinya. Ia mudah terbakar amarah dan sikapnya kerap kali kasar.
Aktris berusia 23 tahun itu pun mengakui bahwa dirinya pernah seperti Tania. Hanya saja, Michelle kini telah meninggalkan sikap buruk tersebut.
"Tania sangat negatif sekali. Dia bisa membuat lingkungannya ngedrop cuma karena emosinya enggak terkontrol. Aku pernah mengalami hal itu. Aku pernah jadi remaja yang punya emosi meledak-ledak," ungkap Michelle ketika ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Michelle Ziudith. (Foto: Munady Widjaja)
Film 'Ananta' mengangkat konflik terkait perasaan kehilangan terhadap seseorang yang berarti dalam hidup. Michelle sendiri mengaku tak asing terhadap perasaan tersebut.
"Oh, ditinggalkan, sering sekalilah. Pahit. Kembali lagi, itu siklus kehidupan, semua yang lahir akan ninggalin kita juga. Setiap ada pertemuan, ada perpisahan. Tapi, masalahnya cuma waktu, kita siap atau enggak siap," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Suatu ketika, lantaran kehilangan seseorang, perempuan kelahiran 20 Januari 1995 tersebut bahkan pernah berlaku mirip Tania. Saat itu, Michelle tak memahami apa yang membuat dirinya berlaku seperti itu.
"Enggak tahu kenapa, aku marah terus, bete terus. Handphone aja aku banting. Aku juga enggak mau begitu, tapi aku kayak kebawa Tania, enggak sehat, sampai dimarahi bundaku," aku Michelle.
Tania tak hanya mirip sosok Michelle di masa lalu, karakter ciptaan Risa Saraswati itu juga memiliki kegemaran yang sama dengan pemerannya. Ya, mereka sama-sama senang melukis.
"Tapi, aku ada rasa egois sendiri. Aku enggak akan tunjukkan hasil lukisan aku. Enggak tahu kenapa, mending disimpan di gudang. Bedanya, Tania masih mau terbuka," beber Michelle.
ADVERTISEMENT
"Selain itu, aku medianya kanvas, cat minyak. Tapi, di film ini butuhnya kertas. Ya sudah, aku ikuti saja," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan