kumparan
6 Sep 2018 11:03 WIB

Nadia Mulya Tetap Rutin Olahraga Berat Meski Hamil Anak ke-4

Nadia Mulya (Foto: Munady Widjaja)
Kehamilan tidak membuat presenter Nadia Mulya mengurangi sejumlah aktivitasnya. Ia tetap rutin bekerja dan melakukan hobinya dalam berolahraga.
ADVERTISEMENT
Runner up Puteri Indonesia 2004 ini mengaku masih rutin melakukan olahraga, meski saat ini usia kehamilan calon anak keempatnya sudah memasuki lima bulan. Bukan hanya olahraga biasa, Nadia melakukan kegiatan yang cukup berat seperti angkat beban.
"Aku kan memang sudah mencoba kayak yoga, senam enggak cocok. Aku senang olahraga yang high impact, berkeringat. Waktu hamil yang ketiga, aku cross fit. Sampai sekarang aku juga masih, bahkan di rumah aku ada barbel, aku masih olahraga," ucap Nadia Mulya ketika ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (5/9).
Bukan hanya itu saja, perempuan berusia 38 tahun ini juga mulai mengikuti olahraga boxing. Hal itu menjadi hal baru yang tengah digemarinya. Namun, ia tetap hati-hati dalam melakukannya.
ADVERTISEMENT
"Tapi boxing yang memang aman untuk ibu hamil karena kita enggak sparing, ada punch bag-nya sendiri. Jadi emang senang banget olahraga, momen untuk aku juga mencoba olahraga yang baru," ungkapnya.
Loading Instagram...
Nadia pun sadar bahwa olahraga tidak hanya membantu dirinya untuk bisa lebih sehat, dan berat badannya tetap terjaga. Namun, dengan rutin olahraga, dapat membantu untuk proses persalinannya kelak.
"Pengalaman aku adalah, dengan aku olahraga aku ngelahirinnya tuh lancar. Bahkan kata dokter aku, pas kemarin yang ketiga itu aku bukaan belum lengkap, anaknya sudah keluar," tutur pemain film 'Andai Ia Tahu' tersebut.
"Karena katanya waktu aku baru latihan dorong, sudah keluar, itu tempat tidurnya belum dirapiin. Jadi katanya ini memang dampak baik dari olahraga, dan kalau olahraga untuk bisa sehat kembali, recovery-nya cepat," lanjutnya.
Nadia Mulya tetap rutin olahraga saat hamil. (Foto: YouTube: Nadia Mulya)
Ia sadar bahwa diusianya yang sudah hampir menginjak 40 tahun, banyak perubahan yang dirasakan, termasuk soal pernapasan. Sehingga, ia memilih olahraga yang dapat mengatur pernapasan agar tetap baik.
ADVERTISEMENT
"Aku cari olahraganya cardio. Jadi kalau cardio itu melatih jantung, paru-paru, aliran darah dilancarkan. Aku sekarang sudah tahu kayak gini, ya olahraganya disesuaikan," terangnya.
Tak hanya memiliki keuntungan jangka pendek, dengan berolahraga juga, Nadia merasa berat badannya menjadi lebih tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan yang begitu drastis.
"Normalnya naik 12-16 kg. Tapi aku juga pengalaman kok, (hamil) yang pertama naik 25 kg, jadi yang kedua dan ketiga naik 14 kg, yang ini malah lebih kecil naiknya, engga kayak yang sebelumnya. Karena olahraga juga, kenaikan berat badannya dibatas normal, begitu bayinya sudah lahir, kita turuninnya lebih gampang, karena metabolismenya kan masih jalan terus," tandas Nadia Mulya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan