kumparan
15 Jan 2019 22:52 WIB

Pengacara Sebut Pemeriksaan Vanessa Angel Belum Sampai soal Chat

Vanessa Angel. (Foto: Instagram @vanessaangelofficial)
Masalah yang sedang dihadapi oleh artis Vanessa Angel kian rumit. Pasca diciduk oleh pihak kepolisian karena diduga terlibat dalam kasus prostitusi online, Vanessa bisa saja dijadikan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
Ada tiga indikasi yang menjadi penyebabnya, yakni sering mengunggah foto dan gambar secara aktif, chatting yang tidak sesuai dengan etika kesusilaan, dan beberapa kali terlibat dugaan prostitusi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera.
Vanessa Angel. (Foto: Instagram @vanessaangelofficial)
Ketika dikonfirmasi, kuasa hukum Vanessa Angel, Milano Lubis mengatakan akan memberikan keterangan terkait hal tersebut. Sebab, banyak kabar yang masih simpang siur terkait dengan status kliennya saat ini.
"Besok kita mau ngasih statement. Di kantor jam 2 (siang)," ucapnya saat dihubungi kumparan, Selasa (15/1).
Milano mengatakan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada Vanessa Angel masih belum sampai tahap pemeriksaan bukti-bukti chatting. Menurut Milano, chat yang dilakukan oleh kliennya kepada Siska masih bersifat pribadi.
ADVERTISEMENT
"Kemarin pemeriksaan belum ada sampai situ. Chat-nya itu masih pribadi antara Siska sama dia doang. Memang chat pribadi berdua, terus dijadikan tersangka? Bukan karena itu lah. Confirm kami belum terima apapun. Jadi kami belum mau menanggapi itulah," ujar Milano.
Vanessa Angel melakukan wajib lapor diri di Polda Jatim. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Vanessa ditangkap oleh pihak Kepolisian di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1). Ia diduga terlibat dalam kasus prostitusi online. Sejauh ini, perempuan berusia 27 tahun itu masih berstatus sebagai saksi.
Vanessa Angel sempat diperiksa di Polda Jatim pada 14 Januari lalu. Ia tidak banyak berkomentar soal pemeriksaan. Vanessa mengaku menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak penyidik dan kuasa hukumnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan