kumparan
4 Jun 2018 20:52 WIB

Pengalaman Tasya Kamila Kuliah S2 di Amerika Selama 2 Tahun

Tasya Kamila (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila saat ini sudah kembali ke Tanah Air, setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Columbia, Amerika Serikat, jurusan Administrasi Publik.
ADVERTISEMENT
Selama dua tahun berjuang untuk menyandang gelar Master of Public Administration (MPA), kini Tasya mulai fokus menata hidupnya kembali untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, perempuan berusia 25 tahun ini menceritakan sedikit pengalamannya sekolah dan tinggal di luar negeri untuk pertama kali.
"Tantangan buat aku adaptasi sih dengan lingkungan yang baru. Stepping out off comfort zone, keluar dari zona nyaman kita dan menyamakan ritme dengan kegiatan baru gitu," ucap Tasya, ketika ditemui pada Senin (4/6).
Tasya Kamila (Foto: Instagram @tasyakamila)
Tak hanya soal kesulitan awal saat beradaptasi, pelantun 'Aku Anak Gembala' ini juga harus bersaing dengan teman-teman sekelasnya yang berasal dari beberapa negara.
"Sekolah di salah satu sekolah bergensi yang mana mahasiswa-mahasiswanya pintar dan mereka tuh ambisius banget, standarnya tinggi. Itu sih challenge-nya, bagaimana kita bisa beradaptasi dan mengetahui seberapa jauh sih limit kita," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Tasya pun sedikit memberikan tips bagi anak muda yang ingin atau sedang mengenyam pendidikan di luar negeri, untuk bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik.
"Yang penting enjoy saja selama kuliah, jangan sampai dibawa stres, karena banyak juga teman-temanku yang dibawa stres jadi depressed, jadi enggak bagus juga kan. If you want to talk to someone, talk to someone. Dibuat balance saja, dinikmati saja, tetap bersosialisasi dan beristirahat," imbuhnya.
Tasya Kamila (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Sementara saat ini, Tasya masih menikmati waktu senggangnya dengan menyusun rencana ke depan, sembari belajar berbagai hal, termasuk ilmu politik. Apalagi ia sejak dulu memiliki keinginan untuk menjadi menteri.
"Inginnya sih juga lebih banyak belajar lagi tentang politik di Indonesia. Aku juga punya yayasan, ingin juga berkontribusi buat Indonesia melalui yayasan aku, melalui kegiatan-kegiatan proyek yang aku lakukan," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan