Pencarian populer

Polo 'Srimulat' Setop Gunakan Narkoba karena Keluarga

Polo, saat ditemui awak media di Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018) (Foto: Munady Widjaja)

Polo pernah dikenal sebagai pemadat sabu. Ya, komedian yang namanya melambung berkat bergabung dengan grup lawak Srimulat itu dua kali berurusan dengan polisi terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada tahun yang berbeda, yakni 2000 dan 2004.

Belasan tahun telah berlalu sejak pemilik nama lengkap Christian Barata Nugraha tersebut harus bertanggung jawab dengan menjalani hukuman pidana yang dijatuhkan atasnya. Kini, ia mengaku jera menggunakan narkoba.

Niat untuk benar-benar menyudahi kecanduannya terhadap narkoba, menurut Polo, datang dari lubuk hati. Ia tersadar kala menyaksikan dampak dari perilaku tak terpuji itu terhadap keluarganya.

"Saya menyudahi narkoba itu karena melihat masa depan anak-anak saya, juga melihat keluarga saya yang sudah saya pinjam dan saya hancurkan ketika saya bermasalah narkoba. Sudah saatnya saya mengembalikan ini semua ke hal-hal yang lebih baik. Untuk itu, saya memutuskan untuk berhenti bermasalah dengan narkoba," tutur Polo saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

Pelawak Polo di kawasan Tendean, Jakarta Selatan (Foto: Munady Widjaja)

Pemain film 'Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap' itu tak lupa berupaya mencegah sang buah hati agar tak terjerumus ke dunia narkoba seperti dirinya.

"Saya hanya menyampaikan, yang pertama, hidup ini pilihan. Pilih yang terbaik di kehidupan kamu. Kalau kamu tanya tentang narkoba, kamu sudah tahu akibat narkoba seperti apa. Salah satunya bapakmu. Apakah kamu mau gagal seperti bapakmu, sementara bapakmu sampai hari ini berjuang supaya kamu lebih baik dari bapakmu?" ujar Polo menirukan ucapannya kepada sang anak.

Sementara itu, setelah lepas dari jerat narkoba, Polo memanfaatkan hari-harinya untuk berbagi kesaksian terkait perjuangan melawan narkoba di berbagai seminar hingga melakukan pelayanan di gereja-gereja. Ia kini giat menyampaikan imbauan kepada anak muda maupun orang tua untuk menjauhi obat-obatan terlarang.

"Hidup ini kan pilihan. Jadi, setiap orang bisa menyudahi, bukan hanya persoalan narkoba, tapi hal-hal buruk dalam kehidupan. Mau kapan pun kita selesai, kapan pun berhenti, itu kembali ke kita dan membutuhkan komitmen untuk apa kita menyudahi ini semua," tandas Polo.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: