Pencarian populer

Presenter David Schaap Ingin Punya Penginapan di Bali

David John Schaap. (Foto: Munady Widjaja)

Sebelum pindah ke Jakarta, presenter David Schaap pernah tinggal di Bali selama tujuh tahun. Dia menetap di sana mulai dari 2010, untuk berkuliah. Setelah itu, dirinya bekerja di sana sebagai freelance desain grafis hingga full time videographer.

Setelah itu, pria berumur 28 tahun ini mendapat tawaran untuk menjadi presenter acara ‘My Trip My Adventure’. Dia mulai ke Jakarta untuk merintis kariernya di dunia entertainment. Selain presenting, dirinya juga berakting.

Pria kelahiran 14 April 1990 ini mengaku jika dirinya merasa rindu dengan suasana yang ada di Bali. Bahkan, dia memiliki rencana kembali lagi untuk tinggal di pulau Dewata tersebut.

“Ingin sih balik lagi ke sana. (Pindah ke Bali) suatu saat nanti, tapi masih belum tahu kapan,” ujar David saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11).

Rupanya, David Schaap memiliki impian untuk memiliki sebuah penginapan yang berlokasi di Bali. “Sebenarnya cita-cita saya simpel. Cuma mau ada rumah, di sebelah rumah saya tuh ada penginapan. Jadi, biar duitnya muter terus,” katanya.

Ada beberapa hal dari Bali yang berhasil membuat pria bernama lengkap David John Schaap ini merasa rindu untuk kembali tinggal di sana. Mulai dari letak geografis hingga budayanya.

“Bali sih enaknya ke mana-mana dekat, mau ke laut dekat, ke gunung juga dekat. Kalau kita mau jalan ke mana pun di pinggir jalan suka ada pura-pura kecil. Kalau enggak, ada hiasan-hiasannya gitu. Terus, suasananya yang bikin kangenin, gitu. Apa lagi ada yang main musik di pinggir jalan,” beber David.

David John Schaap. (Foto: Munady Widjaja)

Rasa rindu dari pria kelahiran Pakistan ini dengan Bali bisa terbayar, setelah dia membintangi film ‘Mama Mama Jagoan’. Sebab, salah satu lokasi syuting film karya Sidi Saleh itu di Bali. Tak hanya itu, dia juga berperan sebagai Made, seorang pria Bali yang berprofesi sebagai travel guide.

Karena pernah tinggal cukup lama di Bali, David merasa terbantu untuk berperan sebagai pria Bali. Dia pun berusaha untuk belajar logat orang-orang di sana.

“Untungnya tujuh tahun sempat di Bali, ada teman-teman juga orang Bali. Minta tolong ke satu teman sih, buat (belajar) logatnya. Bagusnya untuk anak gaul Bali sekarang tuh logatnya kayak gimana,” beber David Schaap.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31